Respons Cepat Usman Husin Berbuah Hasil: RDKK Petani Bena-Pollo Dikembalikan, Petani Bisa Tebus Pupuk Kembali
- account_circle Mario
- calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Apa yang dikeluhkan petani kini terjawab. Hanya dalam hitungan 1 x 24 jam, aspirasi yang diperjuangkan Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi PKB, Usman Husin, membuahkan hasil nyata.
RDKK 114 kelompok tani di Desa Bena dan Desa Pollo, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) resmi dikembalikan ke kios pupuk semula yang lebih dekat dan mudah diakses.
Langkah ini menjadi tindak lanjut langsung dari berita sebelumnya terkait protes petani atas pengalihan RDKK secara sepihak oleh BPP Bena ke kios pupuk yang jaraknya jauh, sulit dijangkau, bahkan harus melintasi sungai tanpa jembatan, kondisi yang sangat menyulitkan di tengah musim hujan dan musim tanam.
Atas permintaan dan dorongan tegas Usman Husin kepada PT Pupuk Indonesia dan Kementerian Pertanian, seluruh pihak terkait bergerak cepat.
Hal ini ditegaskan dalam laporan resmi Direktur PT Pupuk Indonesia yang disampaikan kepada Usman Husin.
Dalam laporannya, disebutkan bahwa pokok permasalahan bermula dari kebijakan BPP Bena pada tahun 2026 yang mengalihkan sejumlah kelompok tani, yang sebelumnya pada tahun 2025 menebus pupuk di Kios Tiberias, Desa Bena ke Kios Sederhana di Desa Linamnutu, dengan jarak yang jauh dan akses yang sulit.
Menindaklanjuti hal tersebut, Senior Manager Regional Wilayah Bali–NTB–NTT PT Pupuk Indonesia melaporkan dua progres penting.
Pertama, telah dilakukan koordinasi dengan Dinas Pertanian Provinsi NTT, yang hasilnya menyepakati agar seluruh kelompok tani dikembalikan ke kios semula.
Kedua, proses pemindahan data kelompok tani Desa Bena dan Desa Pollo ke Kios Tiberias langsung dilakukan.
Tak berselang lama, Manager PT Pupuk Indonesia Wilayah NTT memastikan bahwa proses finalisasi input data telah selesai.
“Estimasi siang atau sore ini petani sudah dapat menebus pupuk kembali,” ungkapnya (6/1/2025).
Kabar tersebut langsung disambut penuh rasa syukur oleh para petani. Ungkapan sederhana namun bermakna pun mengalir dari lapangan:
“Puji Tuhan.”
Hasilnya nyata. Sebanyak ratusan kelompok tani dari empat desa berhasil dialihkan kembali ke Kios Tiberias.
Proses ini dinilai sebagai langkah cepat, tepat, dan berpihak pada petani. Dua desa lainnya, yakni Desa Batnun dan Desa Noemuke, dijadwalkan menyusul dalam waktu dekat.
Ucapan terima kasih pun mengalir dari petani kepada wakil rakyat yang dinilai benar-benar hadir.
“Good job, terima kasih Bapak Usman,” ungkap perwakilan kelompok tani.
Bagi Usman Husin, persoalan ini bukan sekadar administrasi pupuk, melainkan soal keadilan dan keberpihakan negara kepada petani kecil.
Di tengah ladang yang menunggu ditanami, kepastian pupuk adalah penentu hidup banyak keluarga.
Peristiwa ini menjadi bukti bahwa ketika aspirasi diperjuangkan dengan serius dan komunikasi dibangun dengan cepat, solusi bisa hadir tanpa menunggu lama. Dan bagi petani Bena dan Pollo, musim tanam kali ini akhirnya bisa kembali berjalan dengan harapan.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar