Rapat Bank NTT dan DPRD: Manajemen Baru Fokus Turunkan NPL, Perkuat Kredit Produktif, dan Finalisasi KUB
- account_circle Mario
- calendar_month Rabu, 3 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Direksi dan Komisaris Bank NTT yang baru dilantik menjalani rapat perdana bersama Komisi III DPRD NTT pada Senin, 1 Desember 2025.
Dalam forum tersebut, Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, memaparkan arah pembenahan besar-besaran yang akan menjadi fondasi transformasi bank daerah itu dalam beberapa tahun ke depan.
Charlie menegaskan bahwa prioritas utama manajemen baru adalah pemulihan kualitas kredit dan penyempurnaan proses penagihan.
Ia menyebut tim khusus akan dibentuk untuk memastikan fungsi pengawasan dan penyelesaian kredit bermasalah berjalan lebih efektif.
“Kita ingin performance loan bisa diturunkan, dan akan ada tim yang fokus menyelesaikan penagihan serta seluruh proses pendukungnya,” ujar Charlie selepas rapat.
Langkah internal lainnya adalah penataan ulang struktur organisasi, yang menurut Charlie perlu dibuat lebih ramping, efisien, dan memiliki pembagian tugas yang jelas.
Salah satu agenda besar Bank NTT adalah porsi kredit produktif, terutama untuk UMKM, kelompok perempuan pelaku usaha, serta entrepreneur lokal akan diperluas.
Komisi III DPRD NTT menyambut baik arah tersebut. Ketua Komisi, Yohanes De Rosari, menekankan bahwa akses masyarakat harus lebih mudah.
“Verifikasi kredit perlu disederhanakan, khususnya bagi kelompok wanita tani dan petani. Dokumen jangan dibuat terlalu rumit,” tegasnya.
Charlie juga memastikan status kerja sama Kelompok Usaha Bank (KUB) dengan Bank Jatim kini telah final.
“Bank Jatim telah menyetor penyertaan modal Rp100 miliar pada 30 September 2025,” jelasnya.
Komisi III memberikan catatan agar durasi KUB tidak berlangsung terlalu lama, idealnya tiga hingga lima tahun agar Bank NTT dapat segera memenuhi modal inti minimum Rp3 triliun.
Selain penyaluran kredit produktif, DPRD menyoroti tingginya rasio beban operasional (BOPO) Bank NTT yang masih berada di angka 85%.
Komisi meminta agar manajemen baru segera menekan angka tersebut melalui efisiensi menyeluruh, termasuk evaluasi jumlah pegawai.
Komisi III DPRD NTT turut meminta percepatan penyelesaian kredit macet melalui optimalisasi penjualan agunan agar NPL dapat turun signifikan.
Pada kesempatan itu, manajemen baru juga memaparkan proyeksi kinerja keuangan: Laba 2026 diproyeksikan mencapai Rp262 miliar, yang akan dibagikan sebagai dividen kepada para pemegang saham. Laba kotor 2025 ditargetkan berada di kisaran Rp204 miliar.
Dari sisi kontribusi ke daerah, PAD Bank NTT pada 2025 tercatat Rp38 miliar. Komisi berharap angka itu melonjak menjadi Rp110 miliar pada 2026.
Manajemen baru juga berkomitmen membuka cabang Bank NTT di Jakarta, Surabaya, dan beberapa kota besar lain untuk memperluas jaringan nasional.
Wakil Ketua Komisi III, Kristoforus Loko, memberikan apresiasi atas visi transformasi yang disampaikan Charlie.
“Dari penjelasan yang kami dengar, terlihat roadmap lima tahun yang jelas. Ada konsolidasi, pembenahan internal, hingga strategi menuju go public pada 2027,” ujarnya.
Kristoforus juga menyoroti fokus Bank NTT dalam meningkatkan kapasitas SDM.
“Semua ini sejalan dengan visi Gubernur Melki Laka Lena sebagai pemegang saham pengendali. Jika dijalankan konsisten, mimpi menjadikan Bank NTT sebagai salah satu bank daerah terbaik di Indonesia sangat mungkin tercapai,” tambahnya.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar