Pemkot Kupang Dorong Pendidikan Karakter Lewat Film, Lawan Ancaman Cyberbullying
- account_circle Mario
- calendar_month Senin, 25 Agt 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, membuka secara resmi kegiatan Sosialisasi Penguatan Pendidikan Karakter melalui Media Film bertema Cyberbullying yang digelar di Bioskop Cinepolis Lippo Plaza Kupang, Rabu (30/7).
Kegiatan yang diikuti para guru SD dan SMP se-Kota Kupang ini menjadi langkah strategis untuk membangun kesadaran bersama dalam menghadapi maraknya kekerasan digital di kalangan pelajar.
Dalam suasana penuh semangat edukatif, kegiatan ini menghadirkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari aparat kepolisian, dinas terkait, pihak swasta, hingga komunitas pemuda.
Kehadiran mereka menegaskan bahwa upaya melawan cyberbullying bukan hanya tugas sekolah, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Turut mendukung kegiatan tersebut Wakil Kepala Polresta Kupang Kota, AKBP Anak Agung Gde Anom Wirata, S.I.K., M.H., Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Kupang, Imelda P. Manafe, S.H., M.Hum., perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Manager Cinepolis Lippo Plaza Kupang, Koordinator Lapangan Program Penguatan Pendidikan Karakter melalui Media Film, serta Ketua Pemuda Pelopor Nasional, Bagus Herianto, yang hadir secara daring.
Dalam sambutannya, Wali Kota memberikan apresiasi kepada Forum Pemuda Pelopor Nasional sebagai penggagas kegiatan ini.
Menurutnya, media film adalah sarana yang efektif untuk membentuk karakter sekaligus menyampaikan pesan moral kepada generasi muda di tengah derasnya arus informasi digital.
“Dunia digital ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi memberi akses informasi yang luas, tetapi di sisi lain juga menyimpan risiko penyebaran hoaks, konten negatif, hingga perundungan di media sosial. Karena itu, kita perlu mengawal anak-anak kita agar bijak dalam menggunakan teknologi,” tegas Wali Kota.
Ia juga menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam melawan cyberbullying.
“Perundungan, baik verbal maupun fisik, meninggalkan luka dan trauma bagi korban. Melalui kegiatan ini, saya berharap tumbuh kesadaran untuk mengontrol perilaku, ucapan, dan sikap kita di ruang digital. Anak-anak berhak atas ruang belajar yang aman, baik di sekolah maupun di dunia maya,” tambahnya.
Wakapolresta Kupang dalam kesempatan yang sama menegaskan bahwa Polresta Kupang Kota tidak akan menolerir segala bentuk perundungan.
Menurutnya, pendidikan karakter merupakan benteng utama dalam mencegah berbagai perilaku menyimpang, mulai dari bullying, kenakalan remaja, hingga penyalahgunaan narkoba.
“Sekolah harus menjadi ruang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk perundungan. Karena itu, sinergi antara guru, orang tua, aparat penegak hukum, dan masyarakat mutlak diperlukan,” ujarnya.
Ia memastikan bahwa pihak kepolisian, melalui Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) serta Bhabinkamtibmas, akan terus hadir memberikan edukasi serta pembinaan karakter kepada para pelajar.
Kolaborasi lintas sektor ini diyakini akan menjadi modal kuat bagi Kota Kupang dalam melahirkan generasi muda yang cerdas digital, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan zaman tanpa terjebak dalam lingkaran kekerasan maupun perundungan.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar