Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Delapan Puluh Tahun Merdeka, Merdeka untuk siapa ?

Delapan Puluh Tahun Merdeka, Merdeka untuk siapa ?

  • account_circle admin
  • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

JARRAKPOS.COM. SUMENEP – Delapan puluh tahun Indonesia merdeka. Bendera merah putih kembali dikibarkan di Sumenep, lagu kebangsaan kembali berkumandang, pidato kembali dilafalkan. Namun, di balik gemuruh perayaan itu, ladang tembakau dan sawah padi di desa desa Sumenep menyimpan cerita lain, cerita tentang kemerdekaan yang belum pernah benar benar sampai ke tanah tempat petani berpijak.

Petani Sumenep bukan sekadar penghasil pangan, mereka adalah penopang sejarah. Pada masa penjajahan, mereka ikut menyembunyikan logistik pejuang, menyuplai beras, dan mengalirkan hasil bumi untuk perjuangan. Bung Karno pernah berkata, “Kemerdekaan hanyalah jembatan emas untuk menuju masyarakat yang makmur, adil, dan sejahtera.” Tetapi apakah jembatan emas itu pernah benar benar dibangun di Sumenep, atau justru roboh di atas rawa rawa kebijakan yang busuk?

Hari ini, para petani di Ambunten, Rubaru, Lenteng, hingga Guluk Guluk, masih mengaduk tanah dengan cangkul, bukan dengan alat modern. Mereka berjuang melawan harga pupuk yang melonjak dan tengkulak yang merampas hasil panen dengan harga murah. Namun, di meja rapat pemerintah daerah, miliaran rupiah dana pertanian seringkali raib entah ke mana. Ada program bantuan bibit fiktif, pupuk yang diselewengkan, proyek irigasi yang nominal pembiayaannya terpanpang di papan nama kerap kali bertolak belakang dengan realita, sebab RAB yang seharusnya menjadi dalil suci untuk sekelumit teknis ternyata hanya sebagai dalih untuk mengelabuhi, Korupsi yang sistematis ini meneteskan racun ke sawah, jauh lebih berbahaya dari hama tikus atau semacamnya.

Ironisnya, korupsi itu tak hanya merugikan petani secara ekonomi, tetapi juga memutus harapan generasi muda desa. Anak petani yang seharusnya bisa belajar bertani modern terpaksa pergi merantau, meninggalkan tanah yang diwariskan leluhurnya, karena tak ada masa depan di sana. Sementara itu, di gedung gedung megah, laporan keuangan disulap menjadi rapi dan pidato pejabat dihiasi kata “ketahanan pangan” yang terdengar mulia, tapi kosong.

Jika Bung Hatta pernah berkata, “Perekonomian Indonesia harus disusun sebagai usaha bersama berdasar asas kekeluargaan,” maka apa yang terjadi di Sumenep hari ini justru sebaliknya. Ekonomi pertanian bukan lagi soal kekeluargaan, melainkan soal siapa yang dekat dengan kekuasaan. Dana subsidi pupuk bisa menguap ke kantong oknum, program peningkatan produktivitas berubah jadi proyek bancakan, dan para petani dibiarkan sendirian menghadapi pasar yang tak adil.

Delapan puluh tahun merdeka, tetapi petani Sumenep masih belum merdeka. Merdeka dari tengkulak, merdeka dari kebijakan setengah hati, merdeka dari korupsi yang mencuri hak mereka. Jika kemerdekaan hanya berhenti pada seremoni, maka ladang ladang di Sumenep akan tetap menjadi saksi bisu bahwa bangsa ini hanya pandai berteriak merdeka, tetapi tuli terhadap jeritan rakyat kecil yang memberi makan negeri.

Sudah saatnya kita jujur, membela petani bukan sekadar memberi bantuan menjelang panen, melainkan membersihkan sarang korupsi di setiap lini pertanian, dari dinas hingga desa. Jika tidak, kemerdekaan hanya akan menjadi panggung sandiwara tahunan, sementara di pematang sawah, para petani terus bertanya dalam hati, “Merdeka untuk siapa?”

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polantas Sumenep sosialisasi keselamatan berkendara

    Polantas Sumenep sosialisasi keselamatan berkendara

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 360
    • 0Komentar

    JARRAKPOS.COM. SUMENEP – Satuan Tugas (Satgas) Preemtif Operasi Patuh Semeru 2025 Polres Sumenep turun langsung ke tengah masyarakat pedesaan pada pukul 13.00 WIB, Anggota Satlantas Polres Sumenep menyambangi Desa Dasuk, Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep, dalam rangka kegiatan “Polantas Menyapa”. Minggu (20/7/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan pentingnya tertib berlalu lintas kepada masyarakat Desa Dasuk. Dalam […]

  • Kado Natal di Kota Kasih: Saat Rumah Baru Menjadi Tanda Harapan dari Wali Kota Kupang

    Kado Natal di Kota Kasih: Saat Rumah Baru Menjadi Tanda Harapan dari Wali Kota Kupang

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle Mario
    • visibility 202
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Pemerintah Kota Kupang kembali menegaskan kehadirannya di tengah warganya. Bukan sekadar program, melainkan langkah nyata yang menyentuh kehidupan keluarga-keluarga kecil yang selama ini hidup dalam keterbatasan. Sabtu sore itu, pukul 15.40 WITA, suasana di RT 010/RW 003 Kelurahan Fatufeto, Kecamatan Alak, terasa berbeda. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, tiba di lokasi dan […]

  • Pj Gubernur NTT Andriko Noto Susanto Pamit Kembali ke Jakarta

    Pj Gubernur NTT Andriko Noto Susanto Pamit Kembali ke Jakarta

    • calendar_month Rabu, 19 Feb 2025
    • account_circle Mario
    • visibility 617
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Pimpinan Perangkat Daerah, Para ASN dan Tenaga Honorer Lingkup Pemerintah Provinsi NTT mengantarkan keberangkatan Penjabat Gubernur NTT Masa Jabatan 2024-2025, Andriko Noto Susanto yang didampingi Ibu Santi Ambarwati ke Jakarta pada Selasa (18/2/2025) siang, dimana masa tugas sebagai Pj. Gubernur NTT akan berakhir pada, 20 Februari 2025. Setibanya di VIP Pemda Bandara El […]

  • Rajiv Diperiksa KPK Terkait Kasus CSR BI dan OJK, Benarkah Ada Aliran Dana ke Politisi?

    Rajiv Diperiksa KPK Terkait Kasus CSR BI dan OJK, Benarkah Ada Aliran Dana ke Politisi?

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • account_circle Kang Yos
    • visibility 322
    • 0Komentar

    JAKARTA, Jarrakpos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil nama besar dari kalangan politik. Kali ini giliran politikus Partai NasDem, Rajiv, yang dipanggil sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pemanggilan Rajiv dilakukan hari ini, Senin (27/10/2025), di Gedung Merah Putih KPK, […]

  • Serap 20 Ton Hasil Panen Sehari, Rumah Sayur PDAU Kuningan siap Dukung Ketahanan Pangan

    Serap 20 Ton Hasil Panen Sehari, Rumah Sayur PDAU Kuningan siap Dukung Ketahanan Pangan

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Ghana
    • visibility 36
    • 0Komentar

    KUNINGAN, Jarrakpos.com – Pemerintah Kabupaten Kuningan resmi meluncurkan Rumah Sayur Kabupaten Kuningan di Perumda Aneka Usaha Daerah (PDAU) Kuningan, Jalan Siliwangi No. 9, Cirendang, Kamis, (23/7/2026). Kehadiran Rumah Sayur menjadi langkah strategis memperkuat rantai pasok pangan, menjaga stabilitas harga, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui kolaborasi Pemerintah Daerah, Perumda Aneka Usaha, dan Rumah Tani Nusantara. Peluncuran tersebut […]

  • Developer PT Anugrah Timor Pratama: KPR Sejahtera FLPP BTN, Solusi Rumah Terjangkau dengan Cicilan Ringan di Kupang

    Developer PT Anugrah Timor Pratama: KPR Sejahtera FLPP BTN, Solusi Rumah Terjangkau dengan Cicilan Ringan di Kupang

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Mario
    • visibility 162
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com – Program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera Tapak FLPP dari Bank BTN terus menjadi andalan bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki hunian layak dengan skema pembiayaan ringan dan terjangkau. Program ini menawarkan plafon kredit bervariasi, mulai dari Rp135 juta hingga Rp183 juta, dengan pilihan jangka waktu hingga 20 tahun. Dengan tenor panjang tersebut, […]

expand_less