Seskab Teddy Diusulkan Jadi Duta Sekolah Rakyat, HAMI Apresiasi dan Minta Ditindaklanjuti
- account_circle admin
- calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

JAKARATA, JARRAK.com – Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya diusulkan menjadi Duta Sekolah Rakyat dalam kunjungannya ke Sekolah Rakyat Merdeka Pancasila (SRMP) 10 Cibinong, Bogor, Minggu 27 Juli 2025.
Usulan tersebut muncul secara spontan dari dua kepala Sekolah Rakyat yang hadir dalam kegiatan pentas seni. Mereka menilai Teddy memiliki kepedulian yang tinggi terhadap pendidikan alternatif dan layak menjadi simbol gerakan pendidikan rakyat yang saat ini mulai tumbuh di berbagai daerah.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf yang turut hadir dalam acara itu menyambut baik usulan tersebut. Ia menyebut bahwa dukungan figur pemerintahan terhadap Sekolah Rakyat dapat memperkuat legitimasi dan kepercayaan publik terhadap gerakan tersebut.
“Saya kira ini usulan yang menarik. Kalau ada figur dari pemerintahan yang bersedia menjadi jembatan, itu akan memperkuat pesan Sekolah Rakyat bahwa negara hadir lewat pendekatan yang humanis,” ujar Saifullah Yusuf di sela acara.
Letkol Teddy sendiri tidak secara langsung menyatakan sikap atas usulan tersebut. Namun, saat menerima permintaan dari para kepala sekolah, ia merespons dengan santai dan berkata, “Nanti kita bicarakan lagi ya.”
Sepanjang acara, Teddy tampak berinteraksi hangat dengan para siswa dan relawan. Ia hadir sejak awal kegiatan, mengikuti seluruh penampilan siswa, berbincang dengan para orang tua, serta meladeni permintaan foto bersama dari para hadirin.
Koordinator Nasional Himpunan Aktivis Milenial Indonesia (HAM-I), Asip Irama, menyampaikan apresiasinya terhadap wacana tersebut. Menurutnya, Letkol Teddy merupakan sosok pejabat yang tidak terkungkung oleh protokol, dan mampu hadir langsung menyentuh denyut kehidupan masyarakat.
“Bagi kami, Pak Teddy adalah simbol pejabat yang mau turun ke lapangan, mendengar langsung suara rakyat, dan tidak canggung berada di tengah komunitas akar rumput. Sekolah Rakyat butuh figur seperti itu, yang menjembatani idealisme warga dengan arah kebijakan negara,” ujar Asip Irama.
Ia menambahkan bahwa gerakan pendidikan rakyat selama ini berjalan tanpa banyak dukungan struktural. Dengan hadirnya sosok seperti Teddy, diharapkan jembatan antara inisiatif warga dan kebijakan pemerintah dapat terbentuk secara lebih strategis.
“Kita tidak butuh simbol seremonial. Yang dibutuhkan adalah kehadiran nyata dan suara keberpihakan. Jika Pak Teddy mau memanggul tanggung jawab ini, saya yakin gerakan Sekolah Rakyat akan naik kelas. Jadi usulan dan ide ini penting untuk segera ditindaklanjuti,” kata Asip.
Sekolah Rakyat sendiri merupakan bentuk pendidikan non-formal yang dikembangkan oleh komunitas dan relawan, untuk menjangkau kelompok masyarakat marginal yang sulit mengakses sistem pendidikan formal. Di sana, anak-anak tidak hanya belajar membaca dan berhitung, tetapi juga dididik untuk mencintai tanah air, hidup mandiri, dan menghargai keberagaman.
Program Sekolah Rakyat telah diluncurkan secara nasional pada 14 Juli 2025. Hingga kini, sekolah alternatif ini telah hadir di sejumlah wilayah seperti Yogyakarta, Bandung, Sidoarjo, dan Cibinong.
Pemerintah melalui Kementerian Sosial menyatakan akan terus memperkuat sinergi dengan gerakan pendidikan rakyat, termasuk membuka ruang bagi tokoh inspiratif dari birokrasi dan masyarakat sipil untuk menjadi bagian dari perubahan.
- Penulis: admin




Saat ini belum ada komentar