Memperingati Sumpah Pemuda ke-98: KNPI Dorong Pemuda Melek Digital, Jauhi Rebahan, dan Perkuat Kolaborasi dengan Pemerintah
- account_circle Ghana
- calendar_month 4 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

KUNINGAN, Jarrakpos.com — Semangat Hari Sumpah Pemuda yang ke-98 bergemuruh di Kabupaten Kuningan. Peringatan hari bersejarah yang hampir menginjak satu abad ini dirangkai bersama konsolidasi internal yang dihadiri oleh jajaran pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Dewan Pengurus Kecamatan (DPK), serta unsur Organisasi Kepemudaan (OKP) yang ada di wilayah Kuningan, acara berlangsung di komplek halaman kantor pemerintah KIC Rabu (28/10/2026).
Momentum ulang tahun ke-98 Sumpah Pemuda menjadi simbol refleksi atas perjuangan para pendahulu bangsa dalam merintis kemerdekaan dan menyatukan pemuda nusantara.
Dalam arahannya, pimpinan KNPI Kuningan Ayep Setiawan, S.IP., yang akrab disapa Adon mengajak kepada seluruh generasi muda untuk meneladani semangat juang para pendahulu dengan cara yang relevan dengan tantangan zaman modern. Pemuda diminta tidak lagi menjadi “kaum rebahan”, melainkan hadir sebagai agen perubahan yang aktif di tengah masyarakat mulai dari tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten.
”Negara ini akan hebat jika pemudanya kuat. Kekuatan itu harus berlandaskan ilmu pengetahuan. Dengan berilmu, pemuda tidak akan mudah terjerumus ke dalam hal-hal negatif, seperti maraknya jeratan pinjaman online (pinjol) di era digitalisasi saat ini.”
Poin Penting dan Pesan Utama untuk Pemuda
Tolak Kaum Rebahan: Pemuda harus memiliki etos kerja yang tinggi, tanggap (hampang birit dan aktif berpikir), serta produktif.
Benteng Digitalisasi & Pinjol: Di tengah pesatnya arus digital, pemuda diimbau untuk membekali diri dengan literasi dan ilmu pengetahuan agar bijak menggunakan teknologi serta terhindar dari jerat pinjol ilegal.
Mitra Strategis Pemerintah: KNPI berharap para pemuda melalui berbagai OKP terus bersinergi, hadir, dan membantu menyukseskan program-program pembangunan pemerintah, khususnya yang berdampak langsung pada masyarakat.
Pemuda Berilmu: Ilmu adalah kunci utama agar generasi muda mampu membawa manfaat nyata bagi bangsa dan negara.
Acara kemudian ditutup dengan apresiasi kepada rekan-rekan media yang senantiasa mengawal dan mendukung setiap program kepemudaan, sekaligus menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas dan kepedulian pemudanya hari ini. (Agh@N)
- Penulis: Ghana





Saat ini belum ada komentar