Sumpah Pemuda ke-98, Bupati Imron Bacakan Amanat Menpora: Pemuda Harus Gigih dan Berempati
- account_circle Hadi Supangat
- calendar_month 8 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

CIREBON, JARRAKPOS.COM — Bupati Cirebon Imron membacakan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir pada peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tahun 2026 yang digelar di Lapangan Ranggajati, Kecamatan Sumber, Rabu (28/10/2026).
Amanat tersebut menekankan pentingnya membangun generasi muda yang patriotik, gigih, dan berempati.
Pesan itu menjadi inti peringatan Sumpah Pemuda tahun ini yang mengusung tema ‘Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia’.
Dalam amanat yang dibacakan Bupati Imron, Erick mengingatkan kemajuan bangsa tidak cukup diukur dari pembangunan fisik, kecanggihan teknologi, atau kekayaan.
Kemajuan sejati berawal dari karakter, kecintaan terhadap tanah air, kegigihan menghadapi tantangan, serta kepedulian terhadap sesama.
“Patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya. Kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arahnya. Dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya,” demikian petikan amanat Menpora.
Ia juga mengajak generasi muda menerjemahkan semangat Sumpah Pemuda ke dalam tindakan nyata.
Menurutnya, kecintaan terhadap Indonesia harus diwujudkan melalui pengabdian, karya, dan kontribusi bagi masyarakat.
Ia menegaskan, pemuda perlu memiliki keberanian untuk memimpin sekaligus kesediaan untuk melayani.
Mereka juga harus mampu menghadapi kegagalan tanpa menyerah, serta peka terhadap kesulitan yang dialami orang lain.
Amanat tersebut turut mengingatkan keberhasilan pribadi tidak boleh membuat generasi muda mengabaikan kepentingan bersama. Kemampuan, ilmu, dan karya harus menjadi bagian dari upaya membangun bangsa.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat persatuan yang diikrarkan para pemuda pada 1928.
Semangat itu diharapkan tidak berhenti sebagai kenangan sejarah, tetapi tercermin dalam karakter dan tindakan generasi penerus.“Masa depan bangsa bukan hanya sesuatu yang akan kita temui. Masa depan adalah sesuatu yang sedang kita bangun bersama,” demikian pesan penutup dalam amanat Menpora.
- Penulis: Hadi Supangat





Saat ini belum ada komentar