Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Jawa Barat » Lantik Tiga Pejabat, Bupati Bandung Barat Tekankan Meritokrasi Hingga ASN Dituntut Berprestasi

Lantik Tiga Pejabat, Bupati Bandung Barat Tekankan Meritokrasi Hingga ASN Dituntut Berprestasi

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

JARRAKPOS.COM — Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail menegaskan bahwa kompetensi, integritas, dan kinerja nyata harus menjadi fondasi utama dalam penataan birokrasi. Ia mengingatkan, pengisian jabatan di lingkungan pemerintahan tidak boleh berhenti pada pemenuhan struktur organisasi, tetapi harus mampu mendorong peningkatan kinerja dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Jeje saat melantik tiga pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat di Gedung Sekretariat Daerah (Setda), Rabu (28/10/2026). Pelantikan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat profesionalisme aparatur sipil negara (ASN) sekaligus membenahi tata kelola pemerintahan.

Tiga pejabat yang dilantik terdiri atas dua Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan satu Pejabat Administrator. Mereka adalah Yoppie Indrawan Iskandar sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Dr. Intan Cahya Rachmat sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja, serta Asep Setiawan sebagai Kepala Bidang Pelayanan Pencatatan Sipil pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Dalam arahannya, Jeje menekankan bahwa penempatan pejabat harus dilakukan secara cermat dengan mempertimbangkan kompetensi, potensi, rekam jejak, dan kebutuhan organisasi. Menurutnya, ketepatan memilih aparatur akan menentukan efektivitas pelaksanaan tugas di setiap perangkat daerah.

“Pengisian jabatan bukan sekadar persoalan seberapa cepat sebuah posisi terisi, melainkan seberapa tepat kita menempatkan aparatur sesuai dengan kebutuhan organisasi,” kata Jeje.

Ia menegaskan, prinsip profesionalisme dan objektivitas harus menjadi pijakan dalam setiap keputusan kepegawaian. Penerapan sistem merit juga dinilai penting untuk memastikan kewenangan dan tanggung jawab yang diberikan kepada pejabat sejalan dengan kapasitas serta kemampuan mereka.

Manajemen Talenta Jadi Instrumen Penataan ASN

Untuk memperkuat sistem kepegawaian yang profesional, Pemkab Bandung Barat telah menerapkan Manajemen Talenta ASN berdasarkan Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 729 Tahun 2026 tertanggal 22 Juni 2026.

Melalui kebijakan tersebut, pengembangan karier dan penempatan aparatur diarahkan agar lebih terukur, objektif, serta berbasis kompetensi dan potensi. Dengan demikian, penempatan ASN diharapkan selaras dengan kebutuhan organisasi dan sasaran kinerja yang harus dicapai.

Jeje menyatakan, penataan birokrasi akan dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan dengan tetap memperhatikan kebutuhan organisasi serta ketentuan peraturan perundang-undangan.

Agenda selanjutnya mencakup pengisian Jabatan Administrator dan Jabatan Pengawas, termasuk pengukuhan pejabat sebagai konsekuensi penyesuaian nomenklatur organisasi. Pemerintah daerah, kata dia, telah menyiapkan tahapan, skala prioritas, dan jadwal untuk mendukung pelaksanaan agenda tersebut.

Sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian, Jeje menegaskan bahwa setiap keputusan terkait penempatan aparatur harus dapat dipertanggungjawabkan. Aspirasi dan masukan tetap menjadi pertimbangan dalam proses pemerintahan, tetapi keputusan akhir harus didasarkan pada kebutuhan organisasi, penilaian objektif, dan aturan yang berlaku.

Pejabat Baru Diminta Segera Tunjukkan Hasil

Jeje meminta para pejabat yang baru dilantik segera beradaptasi, memahami persoalan di bidang masing-masing, dan menetapkan prioritas kerja yang jelas.

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi lintas bidang serta evaluasi terhadap program yang sedang berjalan. Langkah tersebut diperlukan agar pelaksanaan tugas tidak terjebak dalam rutinitas administratif, melainkan menghasilkan perbaikan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

“Tidak semua persoalan membutuhkan program baru. Sebagian justru memerlukan perbaikan tata kelola, penguatan koordinasi, dan keputusan yang tepat,” ujarnya.

Untuk memastikan tanggung jawab jabatan dijalankan secara optimal, Pemkab Bandung Barat akan mengevaluasi kinerja pejabat yang baru dilantik secara berkala. Penilaian mencakup pencapaian target, kualitas pelaksanaan tugas, serta kontribusi terhadap peningkatan kinerja perangkat daerah.

Dengan mekanisme tersebut, pelantikan diharapkan tidak sekadar menjadi bagian dari dinamika organisasi, tetapi juga diikuti target kerja yang terukur dan pertanggungjawaban atas hasil yang dicapai.

Disiplin ASN Diperketat, Pelanggaran Tak Boleh Dibiarkan

Selain menuntut kompetensi dan kinerja, Jeje kembali menyoroti pentingnya integritas serta kedisiplinan ASN. Pemkab Bandung Barat, menurutnya, telah memperkuat komitmen penegakan disiplin melalui Surat Edaran Bupati Nomor 3561 Tahun 2026 tentang Penegakan Disiplin Pegawai Negeri Sipil dengan kebijakan tanpa toleransi atau zero tolerance.

Ia menegaskan, setiap dugaan pelanggaran harus ditindaklanjuti melalui mekanisme yang berlaku. Namun, penanganannya tetap harus mengedepankan objektivitas, proporsionalitas, dan kepatuhan terhadap ketentuan hukum.

“Setiap dugaan pelanggaran disiplin harus ditindaklanjuti melalui mekanisme yang berlaku. Tidak boleh ada pembiaran, tetapi penanganannya tetap harus mengedepankan objektivitas, proporsionalitas, dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan,” tegasnya.

Jeje juga meminta seluruh pimpinan perangkat daerah meningkatkan pembinaan, pengawasan, dan keteladanan di lingkungan kerja masing-masing. Penegakan disiplin, menurutnya, harus berjalan beriringan dengan pembentukan budaya kerja yang profesional, bertanggung jawab, dan berorientasi pada hasil.

Ia mengingatkan bahwa pembenahan birokrasi tidak akan memberikan dampak maksimal apabila hanya diwujudkan melalui pergantian atau pengisian jabatan. Perubahan harus tercermin dalam perilaku kerja aparatur, ketepatan pengambilan keputusan, pelaksanaan tanggung jawab, hingga mutu pelayanan publik.

Kompetensi, lanjutnya, harus dibuktikan melalui kinerja nyata. Sementara itu, integritas dan disiplin menjadi landasan penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

“Masyarakat menilai pemerintah dari kualitas pelayanan yang mereka terima dan persoalan yang berhasil kita selesaikan,” pungkasnya. ***

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Motivasi Siswa untuk Merajut Mimpi, Dansatgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Pimpim Upacara Bendera di SMKN 1 Nunukan

    • calendar_month Senin, 13 Jan 2025
    • account_circle Feri Taufiandi
    • visibility 517
    • 0Komentar

    NUNUKAN,JARRAKPOS.COM – Komandan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Yonarmed 11 Kostrad, Letkol Arm Gde Adhy Surya Mahendra, memimpin upacara bendera di SMKN 1 Nunukan pada Senin pagi (13/01/2025). Dalam kesempatan tersebut, Dansatgas memberikan amanat inspiratif kepada para siswa, menekankan pentingnya merajut mimpi dan meraih asa untuk masa depan yang lebih baik. Dalam amanatnya, Letkol Arm Gde […]

  • Bank Sumut Juara Mini Soccer HBH Cup 2026    

    Bank Sumut Juara Mini Soccer HBH Cup 2026  

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Syawal
    • visibility 240
    • 0Komentar

    MEDAN – Tim Bank Sumut tampil sebagai juara Turnamen Mini Soccer Hasrul Benny Harahap (HBH) Cup yang berlangsung satu hari penuh di Lapangan Jalan Ngumban Surbakti, Minggu (3/5/2026). Bank Sumut berhak menyandang gelar juara setelah di final menundukkan tuan rumah Kantor Hukum HBH 2-1 melalui adu penalti. Laga final harus diakhiri dengan adu penalti, setelah […]

  • Pemkab Cirebon Dorong Pengembangan UMKM melalui Layanan Gratis

    • calendar_month Kamis, 9 Jan 2025
    • account_circle Hadi Supangat
    • visibility 641
    • 0Komentar

    Cirebon, Jarrakpos.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon terus mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui Layanan Usaha Pengembangan (Business Development Service/BDS). Pj Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya, mengatakan bahwa layanan ini tidak hanya menampilkan produk UMKM, tetapi juga menyediakan berbagai layanan penunjang bagi pelaku usaha secara gratis. “Layanan ini mencakup perizinan, foto produk, kemasan […]

  • Terkejut ,seorang Pemuda di Magelang Ditangkap Satnarkoba Dirumahnya Gegara Ketahuan Memiliki Narkotika Golongan I

    Terkejut ,seorang Pemuda di Magelang Ditangkap Satnarkoba Dirumahnya Gegara Ketahuan Memiliki Narkotika Golongan I

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle Feri Taufiandi
    • visibility 137
    • 0Komentar

    KOTA MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Satnarkoba Polres Magelang Kota menangkap seorang pemuda berinisial AC (25) warga Kota Magelang pasalnya pemuda berstatus pelajar/mahasiswa tersebut memiliki dan menguasai narkotika Golongan I jenis tembakau sintetis. Hal itu diungkapkan Kasat Resnarkoba Polres Magelang Kota Iptu Narto pada Konferensi Pers di lobby Mapolres setempat, Kamis (27/08/2026). Dalam keterangannya, Kasat Resnarkoba mengungkapkan, ada […]

  • Bupati Kuningan Dorong Optimalisasi ZIS dari 10.000 Tenaga Pendidik: Tekankan Transparansi dan Penyaluran Tepat Sasaran

    Bupati Kuningan Dorong Optimalisasi ZIS dari 10.000 Tenaga Pendidik: Tekankan Transparansi dan Penyaluran Tepat Sasaran

    • calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
    • account_circle Ghana
    • visibility 34
    • 0Komentar

    ​KUNINGAN, Jarrakpos.com — Potensi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari kalangan tenaga pendidik di Kabupaten Kuningan dinilai masih sangat besar dan dapat dioptimalkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) untuk memperkuat pendataan, transparansi, serta ketepatan penyaluran dana. […]

  • Pj Bupati Cirebon Tinjau Ruas Jalan Sidamulya-Munjul yang Terputus

    • calendar_month Jumat, 24 Jan 2025
    • account_circle Hadi Supangat
    • visibility 598
    • 0Komentar

    CIREBON, JARRAKPOS.COM — Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya meninjau langsung kondisi ruas jalan Sidamulya-Munjul di Kecamatan Astanajapura yang terputus akibat jebolnya gorong-gorong pada Kamis (23/1/2025) malam. Wahyu menjelaskan, peristiwa ini terjadi setelah debit air sungai meningkat signifikan, sehingga gorong-gorong tidak mampu menahan arus deras. Akibatnya, jalan penghubung antara Desa Sidamulya (Ponpes Buntet) dan Desa […]

expand_less