Bupati Bandung Barat Perhatikan Nasib Mak Een, Rumah Layak Mulai Dibangun Hingga Dorong Akses Bantuan Sosial
- account_circle Redaksi
- calendar_month Senin, 26 Okt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

JARRAKPOS.COM – Kepedulian terhadap warga lanjut usia yang hidup dalam keterbatasan ditunjukkan Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail. Ia turun langsung meninjau kondisi Mak Een, perempuan berusia 83 tahun yang selama kurang lebih dua tahun tinggal di sebuah saung bekas kandang domba di Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat.
Kondisi tempat tinggal Mak Een terbilang memprihatinkan. Ia menempati saung berukuran sekitar 1,5 x 2 meter dengan dinding berbahan anyaman bambu. Di tempat sederhana tersebut, Mak Een menjalani hari-harinya di usia senja dengan berbagai keterbatasan.
Saat melihat langsung kondisi tersebut, Jeje mengaku prihatin. Menurutnya, Mak Een membutuhkan perhatian dan dukungan agar dapat menjalani masa tua di lingkungan yang lebih aman, sehat, dan nyaman.
“Saya melihat langsung kondisi tempat tinggal Mak Een yang saat ini sudah berusia 83 tahun. Kondisinya sangat memprihatinkan. Beliau tinggal di sebuah saung berukuran 1,5 x 2 meter dengan dinding anyaman bambu, yang dulunya merupakan bekas kandang domba,” kata Jeje melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Senin (26/10/2026).
Sempat Tinggal Bersama Keponakan
Jeje menjelaskan, Mak Een sebelumnya sempat merantau bersama adiknya. Setelah kembali ke kampung halaman di Cipatat, ia tinggal bersama keponakannya.
Namun, seiring berjalannya waktu, Mak Een merasa kurang nyaman tinggal bersama keluarga. Ia kemudian memilih untuk tinggal seorang diri di saung yang sebelumnya digunakan sebagai kandang domba tersebut.
Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah daerah, terutama terkait pemenuhan kebutuhan dasar dan perlindungan bagi warga lanjut usia yang berada dalam situasi rentan.
Dorong Akses Bantuan Sosial
Menindaklanjuti kondisi Mak Een, Jeje meminta dinas terkait segera melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan perempuan lansia tersebut memperoleh pelayanan dan bantuan sesuai kebutuhannya.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah pengaktifan kembali kepesertaan BPJS Kesehatan. Pemerintah daerah juga didorong untuk memeriksa akses Mak Een terhadap program bantuan sosial, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Pemberian bantuan tersebut tetap perlu melalui proses verifikasi dan menyesuaikan dengan persyaratan yang berlaku, sehingga hak dan kebutuhan Mak Een dapat ditangani secara tepat.
Rumah Baru Diharapkan Segera Rampung
Selain memastikan kebutuhan administrasi dan bantuan sosial mendapat perhatian, Jeje juga meninjau perkembangan pembangunan rumah untuk Mak Een. Kunjungan tersebut dilakukan guna melihat sejauh mana pengerjaan rumah agar dapat segera diselesaikan dan ditempati.
Hunian baru itu diharapkan memiliki fasilitas dasar yang memadai, termasuk toilet yang nyaman dan layak digunakan. Keberadaan fasilitas tersebut penting untuk menunjang aktivitas sehari-hari Mak Een, sekaligus membantu menjaga kebersihan dan kesehatannya.
Dalam kesempatan itu, Jeje juga menyampaikan pesan langsung kepada Mak Een mengenai pembangunan rumah tersebut.
“Mak, rumahnya sedang dibangun. Semoga cepat selesai, ya, supaya Mak bisa tinggal dengan nyaman. Toiletnya juga nanti nyaman, dan yang paling penting Mak sehat,” ujar Jeje.
Pembangunan rumah tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperbaiki kualitas hidup Mak Een. Tidak hanya menyediakan tempat berteduh yang lebih layak, upaya ini juga perlu diiringi perhatian berkelanjutan terhadap kebutuhan kesehatan, pangan, dan kesejahteraannya.
Bagi Mak Een, rumah baru itu bukan sekadar bangunan, melainkan harapan untuk menjalani hari tua dengan lebih aman, nyaman, sehat, dan bermartabat.***
- Penulis: Redaksi





Saat ini belum ada komentar