Usman Husin Serahkan SK Pekarangan Pangan Bergizi untuk 5 Kelompok Wanita Tani di Rote Barat Daya
- account_circle Mario
- calendar_month 2 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus didorong melalui pemberdayaan kelompok wanita tani. Pada Rabu, 21 Oktober 2026, lima kelompok wanita tani (KWT) di Kecamatan Rote Barat Daya menerima Surat Keputusan (SK) Pekarangan Pangan Bergizi melalui kegiatan yang berlangsung di Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Desa Lalukoen.
Penyerahan SK tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat memanfaatkan pekarangan secara produktif untuk mendukung ketersediaan pangan keluarga. Melalui kelompok wanita tani, pemanfaatan lahan di sekitar rumah diharapkan dapat dikembangkan menjadi kegiatan yang memberi manfaat nyata bagi kebutuhan pangan dan ekonomi rumah tangga.
Kegiatan tersebut dihadiri Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Usman Husin, Anggota DPRD Rote Ndao, tokoh masyarakat, dan kelompok penerima.
Lima desa yang kelompok wanita taninya menerima SK tersebut adalah Desa Oebafok, Desa Ne’oain, Desa Oehandi, Desa Lalukoen, dan Desa Oebou.
Penyerahan SK ini berlangsung sehari setelah Usman Husin menyerahkan 45 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada 45 kelompok tani di 38 desa di Kabupaten Rote Ndao, Selasa, 20 Oktober 2026.
Dukungan sehari sebelumnya terdiri atas 30 unit traktor roda dua, 10 unit pompa air, dan lima unit alat penanam padi atau rice transplanter. Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa penguatan pertanian tidak hanya menyangkut produksi tanaman di lahan, tetapi juga upaya memperkuat ketersediaan pangan hingga tingkat keluarga.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Rote Ndao, Rosalina T. Sigar, menyampaikan bahwa dukungan terhadap ketahanan pangan perlu diikuti pemanfaatan potensi yang tersedia di lingkungan masyarakat.
Dalam kegiatan di Desa Lalukoen tersebut, ia juga menyoroti besarnya dukungan benih jagung hibrida untuk petani di Rote Barat Daya. Sebanyak 92 kelompok tani di kecamatan itu menerima total 15 ton benih jagung hibrida.
“Untuk bantuan benih jagung hibrida, kelompok paling banyak ada di Rote Barat Daya. Jumlahnya 92 kelompok dengan benih sebanyak 15 ton,” ujar Rosalina.
Ia berharap bantuan tersebut dimanfaatkan dengan baik agar petani dapat melakukan penanaman secara tepat dan memperoleh hasil produksi yang tinggi saat musim hujan.
“Saya berharap dari 92 kelompok ini, masing-masing rata-rata bisa mengelola dua hektare. Semoga jagung di Rote Barat Daya bisa berproduksi tinggi. Memasuki musim hujan, mudah-mudahan petani dapat menanam dengan baik dan benar agar produksinya tinggi,” katanya.
Dukungan kepada kelompok wanita tani melalui program Pekarangan Pangan Bergizi juga diharapkan dapat berjalan searah dengan upaya memperkuat produksi pangan di tingkat desa. Pemanfaatan pekarangan secara produktif berpotensi membantu keluarga memenuhi sebagian kebutuhan pangan sehari-hari.
Anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao dari Fraksi PKB, Melkianus Frans Haning, mengapresiasi perhatian Usman Husin terhadap kebutuhan masyarakat di daerah tersebut.
Ia menilai, dukungan yang diperjuangkan Usman mencakup beragam kebutuhan pertanian, mulai dari benih hingga peralatan untuk mendukung pengolahan lahan. Sehari sebelum penyerahan SK kepada lima KWT, sebanyak 45 unit alsintan telah disalurkan kepada kelompok tani di Rote Ndao.
Melkianus mengatakan, kehadiran Usman secara langsung di tengah masyarakat memiliki arti tersendiri bagi para penerima bantuan.
“Ini bukan karena kasih sayang. Seluruh kelompok merindukan Bapak Usman hadir. Demi kasih sayang Bapak-Mama, beliau hadir di sini,” ujar Melkianus.
Menurutnya, perhatian terhadap masyarakat tidak hanya dinilai dari bantuan yang diterima, tetapi juga dari komunikasi dan hubungan yang terus dijaga antara masyarakat dan pihak yang memperjuangkan kebutuhan mereka.
“Orang yang baik dengan kita, kita tidak boleh lupa. Komunikasinya harus tetap berjalan. Bapak-Mama jangan dibodohi,” katanya.
Melkianus berharap dukungan bagi kelompok tani dan kelompok wanita tani terus berlanjut. Ia juga mengajak masyarakat menjaga kebersamaan dan bekerja sama agar berbagai program yang hadir dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Usman Husin menegaskan bahwa pertanian harus menjadi perhatian utama karena sektor tersebut menyangkut kehidupan banyak orang. Menurutnya, petani merupakan pihak yang berperan penting dalam menyediakan pangan bagi masyarakat.
“Berbicara pertanian itu berbicara menyangkut kehidupan umat manusia. Petani itu perlu kita fokuskan dan tempatkan derajatnya paling atas, karena petani adalah pahlawan kehidupan umat manusia,” tegas Usman.
Ia mengatakan, dukungan terhadap pertanian perlu dilakukan secara menyeluruh, baik melalui bantuan benih, alsintan, pengairan, maupun pengembangan komoditas yang memiliki peluang ekonomi.
Sehari sebelumnya, Usman telah menyerahkan 45 unit alsintan untuk mendukung kegiatan pertanian di Kabupaten Rote Ndao. Ia berharap peralatan tersebut digunakan bersama oleh kelompok penerima dan dirawat dengan baik agar manfaatnya dapat dirasakan banyak petani.
“Petani perlu dirawat. Kalau petani kuat, negara kuat. Petani makmur, daerah dan negara makmur,” ujarnya.
Usman juga menegaskan bahwa bantuan yang diperjuangkan melalui aspirasi diberikan secara gratis dan tidak boleh disalahgunakan.
“Bantuan aspirasi semuanya gratis, tidak dipungut biaya sepeser pun. Kalau ada yang memungut biaya, tangkap dan laporkan ke polisi,” tegasnya.
Selain mendorong penguatan produksi pertanian, ia menyampaikan perhatian terhadap pengembangan bawang putih di daerah pemilihannya. Ia juga mendorong optimalisasi Bendungan Danau Tua dan pengembangan irigasi perpipaan agar air dapat menjangkau lahan pertanian yang membutuhkan.
Menurutnya, pembangunan pertanian harus menyentuh kebutuhan nyata masyarakat, termasuk memperkuat ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan potensi yang tersedia di desa.
Lima desa yang kelompok wanita taninya menerima SK Pekarangan Pangan Bergizi adalah:
1. Desa Oebafok.
2. Desa Ne’oain.
3. Desa Oehandi.
4. Desa Lalukoen.
5. Desa Oebou.
Melalui program ini, kelompok wanita tani diharapkan dapat mengembangkan kegiatan pemanfaatan pekarangan sesuai kondisi dan potensi masing-masing desa.
Pekarangan yang dikelola secara baik dapat menjadi sumber pangan keluarga, misalnya melalui penanaman sayuran dan tanaman pangan yang sesuai dengan kondisi lingkungan. Pengelolaan secara berkelompok juga dapat menjadi ruang berbagi pengetahuan dan memperkuat partisipasi perempuan dalam pembangunan pertanian.
Rangkaian dukungan pertanian di Rote Ndao pada 20–21 Oktober 2026, mulai dari penyaluran 45 unit alsintan, bantuan 15 ton benih jagung hibrida untuk 92 kelompok tani, hingga penyerahan SK Pekarangan Pangan Bergizi kepada lima KWT, diharapkan memperkuat ketahanan pangan dari tingkat lahan pertanian hingga rumah tangga.
Bagi masyarakat Rote Ndao, harapan akhirnya tetap sama: program yang diperjuangkan harus memberikan manfaat nyata, membantu memenuhi kebutuhan pangan, dan membuka peluang bagi keluarga untuk hidup lebih sejahtera.***
- Penulis: Mario





Saat ini belum ada komentar