Usman Husin Salurkan 30 Ribu Benih Lele di Kota Kupang, Perkuat Ekonomi Masyarakat Lewat Budidaya Bioflok
- account_circle Mario
- calendar_month 12 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Komitmen Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB Dapil NTT II, Usman Husin, dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor perikanan terus diwujudkan.
Setelah menyerahkan bantuan kepada Pokdakan Lele 24 di Kelurahan Sikumana, Usman kembali menyalurkan bantuan serupa kepada Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) DAFD Jaya di kawasan Penkase Oeleta, Kota Kupang.
Dengan penyaluran di dua lokasi tersebut, total bantuan yang disalurkan mencapai 30.000 ekor benih lele lengkap dengan 12 kolam sistem bioflok. Masing-masing kelompok menerima enam kolam dengan kapasitas sekitar 2.500 ekor benih per kolam. Program bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ini diharapkan mampu meningkatkan produksi budidaya ikan air tawar sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat.
Bantuan untuk Pokdakan DAFD Jaya diperuntukkan bagi kelompok yang berada di Kelurahan Naikoten II, Kecamatan Kota Raja, dengan lokasi budidaya di kawasan Penkase Oeleta.
Usman Husin mengatakan, budidaya lele merupakan salah satu usaha produktif yang memiliki prospek baik karena masa panennya relatif singkat dan permintaan pasar yang terus meningkat.
“Kami berharap bantuan ini benar-benar dimanfaatkan dengan baik untuk meningkatkan taraf hidup dan ekonomi keluarga. Semua bantuan ini diberikan secara gratis tanpa dipungut biaya apa pun. Yang kami inginkan adalah masyarakat bisa mandiri dan usahanya terus berkembang,” kata Usman, (18/7/2026).
Ia berharap kelompok-kelompok penerima bantuan mampu mengelola budidaya secara serius sehingga dapat menjadi contoh bagi masyarakat lainnya.
“Kalau kelompok ini berhasil, tentu akan menjadi contoh bagi masyarakat lainnya. Harapan kami, budidaya lele di Kota Kupang semakin berkembang dan memberikan manfaat bagi banyak keluarga,” ujarnya.
Menurut Usman, pengembangan budidaya lele tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi perikanan, tetapi juga membuka peluang usaha dan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Kupang, Ejbends Doeka, mengapresiasi perhatian Usman Husin terhadap pengembangan sektor perikanan budidaya di Kota Kupang. Menurutnya, bantuan tersebut merupakan bentuk sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia menjelaskan, Pokdakan Lele 24 maupun Pokdakan DAFD Jaya telah memenuhi persyaratan administrasi dan teknis sehingga layak menerima bantuan pemerintah.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Usman Husin yang telah memperjuangkan bantuan ini untuk masyarakat Kota Kupang. Program seperti ini sangat membantu kelompok pembudidaya ikan dalam mengembangkan usahanya. Harapan kami, kelompok penerima dapat menjadi percontohan sehingga semakin banyak masyarakat yang tertarik mengembangkan budidaya lele,” ujar Ejbends.
Ketua Pokdakan DAFD Jaya, Haji Ismail Kasim, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diterima kelompoknya. Menurutnya, bantuan tersebut menjadi penyemangat bagi anggota kelompok untuk mengembangkan usaha budidaya lele secara berkelanjutan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Usman Husin yang telah memperjuangkan bantuan ini. Bantuan ini sangat berarti bagi kami karena dapat membuka peluang meningkatkan pendapatan anggota kelompok. Kami siap mengelola bantuan ini dengan baik agar hasilnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” katanya.
Ia berharap program serupa terus berlanjut agar semakin banyak kelompok pembudidaya ikan di Kota Kupang yang memperoleh kesempatan mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Sebelumnya, Usman Husin juga menyerahkan bantuan serupa kepada Pokdakan Lele 24 di Kelurahan Sikumana. Dengan total 30.000 benih lele dan 12 kolam bioflok yang kini telah disalurkan kepada dua kelompok pembudidaya, diharapkan Kota Kupang memiliki sentra-sentra budidaya lele yang mampu menopang ketahanan pangan, meningkatkan produksi perikanan air tawar, sekaligus menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar