Usman Husin: Pupuk Indonesia Jangan Hanya Pamer Stok, Buktikan Distribusi Merata untuk Petani NTT
- account_circle Mario
- calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com – Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB Daerah Pemilihan NTT II, Usman Husin, meminta PT Pupuk Indonesia (Persero) tidak hanya menyampaikan besaran stok pupuk yang tersedia di gudang, tetapi juga membuktikan bahwa distribusi pupuk benar-benar merata dan dapat diakses petani hingga ke pelosok Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pernyataan itu disampaikan Usman menanggapi klaim PT Pupuk Indonesia yang menyebut stok pupuk di NTT dalam kondisi aman dan mencukupi setelah dilakukan peninjauan di Gudang Penyangga Lini II Kupang.
Menurut Usman, kepastian stok merupakan kabar baik yang patut diapresiasi. Namun, ukuran keberhasilan penyaluran pupuk tidak berhenti pada jumlah pupuk yang tersimpan di gudang, melainkan pada sejauh mana pupuk tersebut benar-benar sampai ke tangan petani saat musim tanam berlangsung.
“Jangan hanya pamer stok. Yang ingin diketahui petani adalah apakah pupuk tersedia ketika mereka membutuhkan. Gudang penuh tidak otomatis berarti petani sudah terlayani,” tegas Usman.
Ia menilai tantangan terbesar penyaluran pupuk di NTT justru berada pada aspek distribusi. Sebagai daerah kepulauan, NTT memiliki kondisi geografis yang membuat penyaluran pupuk ke desa-desa dan sentra pertanian membutuhkan pengawasan yang lebih serius.
“NTT berbeda dengan daerah lain. Distribusi ke pulau-pulau kecil membutuhkan perhatian khusus. Jangan sampai laporan menyebut stok aman, tetapi di lapangan masih ada petani yang terlambat memperoleh pupuk,” katanya.
Usman meminta PT Pupuk Indonesia membuka data distribusi secara lebih transparan, mulai dari jumlah pupuk yang telah disalurkan ke setiap kabupaten, tingkat penebusan oleh petani, hingga wilayah yang masih mengalami kendala.
“Kalau perusahaan menyatakan distribusi sudah tepat jumlah, tepat waktu, dan tepat sasaran, maka data itu seharusnya bisa dibuka kepada publik. Transparansi akan menjadi bukti bahwa pelayanan kepada petani memang berjalan baik,” ujarnya.
Sebagai anggota Komisi IV DPR RI yang membidangi pertanian, Usman menegaskan pihaknya akan terus mengawal penyaluran pupuk subsidi agar benar-benar memberikan manfaat bagi petani dan mendukung peningkatan produksi pangan.
Ia juga mendorong Pupuk Indonesia tidak hanya melakukan pemantauan di gudang penyangga, tetapi rutin turun ke kios pengecer, distributor, dan kelompok tani untuk memastikan tidak ada hambatan dalam proses penyaluran.
“Evaluasi harus dilakukan sampai ke lapangan. Dengarkan langsung suara petani, lihat kondisi di kios pengecer, baru kita bisa mengetahui apakah distribusi benar-benar berjalan sesuai laporan,” katanya.
Usman berharap komitmen Pupuk Indonesia dalam menjaga stok pupuk di NTT dibarengi dengan penguatan sistem distribusi dan pengawasan sehingga tidak ada lagi petani yang kesulitan memperoleh pupuk pada saat musim tanam.
“Tujuan akhirnya bukan sekadar stok tersedia, tetapi produktivitas pertanian meningkat karena pupuk benar-benar diterima petani tepat waktu, dengan jumlah yang cukup dan sesuai ketentuan,” pungkasnya.
Sebelumnya, PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan stok pupuk di NTT dalam kondisi aman. Berdasarkan data perusahaan, stok yang tersedia mencapai 7.575 ton pupuk Urea, 4.625 ton pupuk NPK, serta 75 ton pupuk Organik.
Perusahaan menyatakan terus memantau ketersediaan stok dan menjaga kelancaran distribusi agar pupuk dapat tersedia tepat jumlah, tepat waktu, dan tepat sasaran bagi petani di seluruh wilayah NTT.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar