Universitas Bengkulu Dorong Transformasi Desa melalui Program PKM Berbasis SDGs dan Asta Cita Presiden
- account_circle Sepriyanita
- calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

BENGKULU, jarrakpos.com – Universitas Bengkulu melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) terus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mendorong transformasi desa melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Tahun Kegiatan 2026. Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi (monev) lapangan, berbagai program pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan di Kabupaten Kepahiang dan Kabupaten Rejang Lebong menunjukkan capaian positif serta berjalan sesuai dengan rencana kegiatan yang telah ditetapkan.
Kegiatan monev dengan tema “Evaluasi dan Keberlanjutan Pemberdayaan Masyarakat Menuju SDGs dan Asta Cita Presiden di Kepahiang dan Rejang Lebong” dilaksanakan oleh Tim Pengabdian Universitas Bengkulu yang terdiri atas Ketua : Prof. Dr. Ir. Endang Sulistiyowati, M.Sc., dan Anggota : Isma Coryanata, S.E., M.Si., Ak., dan Dr. Bogy Restu Ilahi, S.Pd., M.Pd.
Hasil evaluasi lapangan menunjukkan bahwa seluruh program yang menjadi objek pemantauan telah berjalan dengan baik. Berdasarkan rekapitulasi penilaian monitoring dan evaluasi terhadap enam kegiatan pengabdian, diperoleh rata-rata skor capaian sebesar 640 dari nilai maksimal 700 atau mencapai 91,43 persen.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa program telah memenuhi berbagai indikator penilaian, meliputi keterlaksanaan kegiatan, pencapaian target program, manfaat hasil penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEKS), keterlibatan mitra, serta potensi keberlanjutan hasil pemberdayaan masyarakat.
Sejumlah program yang dievaluasi mencakup berbagai inovasi berbasis potensi lokal, antara lain pengembangan produk kopi herbal sachet berbasis potensi lokal, optimalisasi kreativitas melalui ecoprint bagi siswa sekolah dasar, peningkatan kompetensi digital guru melalui pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran, hilirisasi komoditas tomat melalui teknologi pengolahan, penerapan teknologi budidaya bawang merah berbasis True Shallot Seeds (TSS), serta pemanfaatan limbah kopi melalui konsep Coffee Waste to Bio-Resource untuk mendukung pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Dalam pelaksanaan monev, tim melakukan verifikasi langsung terhadap kondisi lapangan, perkembangan kegiatan, keterlibatan kelompok mitra, serta kebermanfaatan inovasi yang telah diterapkan. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa seluruh kegiatan berjalan sesuai dengan laporan pelaksanaan dan mendapatkan respons positif dari masyarakat penerima manfaat.
Tim Pengabdian Universitas Bengkulu menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh mitra pengabdian, pemerintah desa, kelompok masyarakat, serta seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya program ini.
“Keberhasilan program pengabdian tidak terlepas dari dukungan dan kerja sama yang baik antara tim pengabdian, mitra, pemerintah desa, dan masyarakat. Keterlibatan aktif seluruh pihak menjadi faktor penting agar inovasi yang diberikan dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat secara berkelanjutan,” ujar Tim Pengabdian Universitas Bengkulu.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh desa lokasi kegiatan di Kabupaten Kepahiang dan Kabupaten Rejang Lebong yang telah memberikan ruang kolaborasi serta mendukung proses pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat.
Pelaksanaan kegiatan PKM Tahun 2026 ini terlaksana dengan dukungan penuh dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bengkulu melalui pendanaan Tahun Anggaran 2026 sebagai bentuk komitmen universitas dalam memperkuat peran perguruan tinggi dalam pembangunan masyarakat.
Melalui program ini, Universitas Bengkulu terus berupaya menghadirkan kontribusi nyata melalui pendekatan berbasis riset, inovasi teknologi, dan pemberdayaan potensi lokal. Program PKM tersebut menjadi bagian dari kontribusi Universitas Bengkulu dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) serta agenda pembangunan nasional melalui Asta Cita Presiden, terutama dalam penguatan ekonomi masyarakat, peningkatan kualitas sumber daya manusia, inovasi teknologi, dan pembangunan desa yang berkelanjutan.(red)
- Penulis: Sepriyanita




Saat ini belum ada komentar