Undana dan Bank NTT Perkuat Arah Digitalisasi Kampus, Siapkan Sistem Pembayaran Modern dan Dorong Literasi Keuangan 30 Ribu Mahasiswa
- account_circle Mario
- calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Upaya mempercepat transformasi digital di dunia pendidikan tinggi di Nusa Tenggara Timur kembali menguat. Universitas Nusa Cendana Universitas Nusa Cendana menjajaki kemitraan strategis dengan PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur Bank NTT untuk membangun sistem digitalisasi kampus, memperluas literasi keuangan mahasiswa, sekaligus memperkuat dukungan terhadap pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) daerah.
Langkah kolaboratif ini dipandang sebagai bagian penting dari upaya modernisasi tata kelola pendidikan tinggi, khususnya dalam menghadirkan sistem administrasi keuangan yang lebih cepat, transparan, dan terintegrasi. Dengan populasi mahasiswa mencapai sekitar 30 ribu orang, Undana dinilai memiliki posisi strategis dalam memperluas inklusi keuangan di kalangan generasi muda.
Selain aspek teknis, kerja sama ini juga mencerminkan penguatan sinergi antara dunia akademik dan industri keuangan daerah, yang diharapkan mampu menghasilkan dampak nyata bagi pengembangan ekonomi lokal di NTT.
Pembahasan penjajakan kerja sama tersebut berlangsung dalam pertemuan resmi di Gedung Rektorat Undana, Kupang, Senin (8/6/2026). Rombongan Bank NTT dipimpin Direktur Kredit Aloysius Geong dan Direktur Umum dan SDM Rahmat Saleh, serta turut dihadiri Bupati Kupang Yosef Lede selaku pemegang saham Bank NTT.
Dalam pertemuan itu, Bank NTT menawarkan penguatan sistem pembayaran kuliah berbasis Host to Host (H2H) dan Virtual Account Custom API yang memungkinkan transaksi mahasiswa tercatat secara real-time serta terintegrasi langsung dengan sistem administrasi keuangan kampus.
Sistem ini bukan hal baru bagi Bank NTT, karena telah diterapkan di sejumlah perguruan tinggi mitra sejak 2010, seperti Universitas Kristen Artha Wacana, Universitas Citra Bangsa, dan Universitas Katolik St. Paulus Ruteng. Di Undana, implementasinya masih dalam tahap kajian teknis untuk memastikan kesesuaian sistem.
Wakil Rektor I Bidang Akademik sekaligus Plt. Wakil Rektor IV Undana, Prof. Dr. drh. Annytha I.R. Detha, M.Si., menyampaikan bahwa pihaknya akan menurunkan tim teknis untuk mengkaji integrasi sistem tersebut secara menyeluruh.
Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., menyambut positif penjajakan kerja sama ini, namun menegaskan pentingnya prinsip timbal balik dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Undana memiliki sumber daya manusia yang besar untuk berkontribusi dalam pendampingan UMKM, pengembangan masyarakat, hingga penelitian terapan yang dapat dikolaborasikan dengan Bank NTT,” ujar Prof. Jefri Bale.
Dari sisi perbankan, Direktur Kredit Bank NTT, Aloysius Geong, menilai kerja sama dengan Undana memiliki nilai strategis mengingat besarnya potensi mahasiswa sebagai pasar inklusi keuangan.
“Kami berharap dapat bermitra dengan Undana dalam berbagai program literasi keuangan. Jumlah mahasiswa yang masif adalah modal dasar yang kuat untuk membangun budaya sadar investasi dan keuangan digital yang aman di NTT,” jelas Aloysius.
Ia juga menambahkan bahwa dengan total aset Bank NTT yang telah mencapai sekitar Rp20 triliun, kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan layanan keuangan digital di daerah.
Bupati Kupang, Yosef Lede, dalam kesempatan yang sama menegaskan bahwa Bank NTT sebagai bank daerah harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk melalui kemitraan strategis dengan perguruan tinggi.
Secara lebih luas, kerja sama ini diharapkan mampu menyederhanakan sistem pembayaran mahasiswa yang besar jumlahnya, sekaligus meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan kampus.
Di sisi lain, sinergi ini juga membuka ruang penguatan riset dan pengabdian masyarakat Undana dalam mendampingi UMKM lokal melalui dukungan pembiayaan dan program pemberdayaan dari Bank NTT, yang pada akhirnya diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan di NTT.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar