Tampil Perdana di Festival Budaya Tode Kisar, Enam Siswi SMA Tim S3 Bermimpi Tembus Panggung Besar
- account_circle Mario
- calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Siapa sangka, penampilan yang memukau di panggung Festival Budaya Multi Etnis Kelurahan Tode Kisar 2026 datang dari enam siswi SMA yang baru membentuk kelompok tari sepekan sebelumnya. Berbekal semangat, kreativitas, dan latihan tanpa henti, Tim S3 (Six Star Sikumana) sukses mencuri perhatian lewat tarian kreasi yang memadukan budaya Rote dan Timor Tengah Selatan (TTS).
Penampilan mereka menjadi salah satu sorotan dalam festival bertema “Harmoni Dalam Keberagaman Budaya” yang dibuka Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo. Meski baru pertama kali tampil di hadapan publik, keenam remaja itu tampil percaya diri dan mendapat apresiasi dari para penonton.
Salah satu personel Tim S3, Eveling Nasyha Lilionngso, mengungkapkan bahwa kelompok mereka lahir dari keinginan bersama untuk berkarya sekaligus melestarikan budaya daerah.
“Kami membentuk tim sendiri, saling menyemangati, dan latihan sendiri. Nama tim kami S3 atau Six Star Sikumana karena anggotanya ada enam orang. Tim ini baru kami bentuk satu minggu yang lalu. Kami semua masih anak SMA dan ini adalah penampilan perdana kami,” ujar Eveling, (13/7/2026).
Menurutnya, seluruh proses persiapan dilakukan secara mandiri. Mulai dari menyusun konsep tarian, menciptakan koreografi, hingga mendesain kostum, semuanya dikerjakan bersama tanpa bantuan pelatih profesional.
“Tadi kami membawakan tarian kreasi Rote dan TTS. Kami latihan di rumah sendiri, gerakannya kami kreasikan sendiri, kostumnya juga kami desain sendiri. Selama satu minggu kami latihan penuh tanpa jeda supaya bisa tampil maksimal,” katanya.
Meski baru mengawali langkah, Tim S3 telah memiliki mimpi besar. Mereka berharap penampilan perdana di Festival Budaya Tode Kisar menjadi pintu pembuka untuk tampil di berbagai agenda budaya dan panggung-panggung besar di Kota Kupang maupun Nusa Tenggara Timur.
“Harapan kami ke depan, semoga bisa dipanggil untuk tampil di acara-acara besar. Kami ingin terus berkembang dan membuktikan bahwa anak-anak muda juga bisa ikut menjaga dan melestarikan budaya lewat tarian,” tutur Eveling.
Tim S3 (Six Star Sikumana) beranggotakan enam pelajar SMA, yakni Eveling Nasyha Lilionngso, Exzheylla Aurelya Siokain, Caroline Michelle Velove Kabosu, Jesicha Mauk, Aulia Leirizha Meko, dan Maranatalia Oekoto.
Kehadiran Tim S3 sejalan dengan semangat Festival Budaya Multi Etnis Tode Kisar yang bertujuan menghidupkan kembali kecintaan masyarakat terhadap budaya lokal. Saat membuka festival, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo menegaskan bahwa kegiatan budaya menjadi ruang penting bagi generasi muda untuk mengenal identitasnya di tengah derasnya arus perkembangan teknologi.
“Anak-anak kita sekarang lebih banyak menghabiskan waktu dengan gadget. Karena itu, event seperti ini harus terus dilakukan agar mereka kembali mengenal, mencintai, dan bangga terhadap budaya yang kita miliki,” ujar Christian.
Ia juga menegaskan bahwa Kota Kupang dibangun di atas keberagaman suku, agama, dan budaya. Karena itu, festival budaya bukan hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana mempererat persaudaraan, memperkuat persatuan, serta menggerakkan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan pelaku UMKM.
Bagi Tim S3, panggung Festival Budaya Tode Kisar bukan sekadar penampilan perdana. Dari latihan sederhana di rumah selama sepekan, enam siswi SMA itu berhasil membuktikan bahwa mimpi besar dapat dimulai dari langkah kecil.
Kini, mereka berharap suatu hari nanti dapat membawa tarian kreasi Nusa Tenggara Timur tampil di panggung-panggung yang lebih besar, sekaligus menginspirasi generasi muda lainnya untuk mencintai dan melestarikan budaya daerah.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar