Satu Dekade Vakum, Publik Menanti Gebrakan Baru Karang Taruna Kota Subulussalam
- account_circle Rahmad Ariadi
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

SUBULUSSALAM, JARRAKPOS.COM — 10 tahun bukan waktu yang singkat. Dalam rentang itu, Karang Taruna Kota Subulussalam praktis kehilangan panggungnya sebagai satu wadah kepemudaan daerah yang punya struktur hingga ke Pusat.
Kini organisasi itu kembali. Kepengurusan Karang Taruna Kota Subulussalam periode 2026–2031 resmi dikukuhkan, membawa harapan sekaligus pertanyaan: apa yang akan dilakukan setelah organisasi ini hidup kembali?
Wahda, SE dipercaya sebagai Ketua Umum. Ia didampingi Rahmadi sebagai Sekretaris Umum dan RM. Yasir, SH sebagai Bendahara Umum.
Pengukuhan berlangsung dengan rangkaian kegiatan yang diawali penampilan tarian daerah. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dan arahan dari Wakil Walikota Subulussalam Nasir Kombih, SE., serta ketua Karang Taruna Provinsi Aceh Ismet, ST, MT., dan Ketua Karang Taruna Kota Subulussalam Wahda, SE.
Setelah lama vakum, PR pengurus baru harus mengembalikan denyut organisasi yang sempat terhenti. Karang Taruna tidak cukup hanya memiliki struktur dan kepengurusan. Aktivitas, program, serta keterlibatan langsung dengan pemuda dan masyarakat akan menjadi ukuran apakah organisasi ini benar-benar bergerak.
Tantangannya juga tidak sederhana. Pengurus periode 2026–2031 dituntut membangun konsolidasi, memperluas keterlibatan pemuda hingga tingkat kampong, serta menghadirkan program yang tidak berhenti pada agenda seremonial.
Sebab, persoalan pemuda di Subulussalam tidak berhenti pada kegiatan organisasi. Ada ruang kreativitas, ekonomi, olahraga, sosial, pendidikan, hingga pemberdayaan yang membutuhkan keterlibatan generasi muda.
Kembalinya Karang Taruna setelah satu dekade vakum menjadi momentum yang cukup penting. Tetapi momentum tanpa program nyata akan menjadi lagu lama organisasi. Kini, publik menunggu gebrakan kepengurusan baru.
- Penulis: Rahmad Ariadi




Saat ini belum ada komentar