Menuju Musda XI Partai Golkar Kuningan: Pendaftaran Calon Ketua Dibuka, Panitia Tegaskan Syarat Ijazah Asli
- account_circle Ghana
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

KUNINGAN, Jarrakpos.com — Bursa perebutan kursi kepemimpinan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Kuningan periode 2025–2030 resmi memasuki babak baru. Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Kuningan dipastikan bergulir pada Senin, 9 November 2026, bertempat di Hotel Cordela Kuningan mulai pukul 13.00 WIB.
Kepastian pelaksanaan agenda lima tahunan ini disampaikan langsung oleh Ketua Panitia Musda XI Partai Golkar Kabupaten Kuningan, H. Yudi Bidiana, S.H., dalam konferensi pers yang digelar di Gedung DPD Partai Golkar Kuningan, Jalan RE Martadinata, Kelurahan Cijoho, Kamis (5/11/2026).
Yudi menjelaskan, lampu hijau tersebut diperoleh setelah pihaknya menghadiri undangan DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat dan menerima surat persetujuan resmi pada Rabu (4/11/2026).
”Suratnya baru saya terima kemarin. Hari ini kita langsung rapat dan mengundang teman-teman media untuk memberikan informasi kepada masyarakat Kabupaten Kuningan, khususnya kader Partai Golkar,” ungkap Yudi.
Ruang Terbuka Tanpa Monopoli Kandidat
Guna menepis anggapan bahwa penjaringan hanya disiapkan bagi figur tertentu, panitia menegaskan komitmennya untuk membuka kesempatan seluas-luasnya bagi seluruh kader internal yang berniat maju.
”Siapa pun kader yang memenuhi persyaratan untuk menjadi ketua DPD, silakan mendaftar. Kita berikan ruang. Jangan sampai ada kesan Golkar tidak demokratis,” tegas Yudi.
Adapun proses pendaftaran bakal calon ketua dijadwalkan berlangsung sehari sebelum acara puncak, yakni pada Minggu, 8 November 2026, mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WIB bertempat di Sekretariat DPD Partai Golkar Kabupaten Kuningan.
Poin Krusial: Syarat Ijazah Asli hingga Pengalaman Organisasi
Berdasarkan petunjuk teknis (juknis) partai, terdapat sejumlah kriteria ketat yang wajib dipenuhi oleh para bakal calon:
Pendidikan Minimal SMA: Kandidat wajib melampirkan salinan ijazah terakhir minimal tingkat SMA atau sederajat. Panitia memberikan catatan tegas bahwa surat keterangan (suket) pengganti ijazah tidak berlaku dan wajib menggunakan ijazah asli. “Salah satunya syarat ijazah. Harus asli. Tidak menerima suket,” ujar Yudi sambil tersenyum ringan.
Persyaratan Administratif: Mengisi formulir pendaftaran, melampirkan salinan KTP, Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Golkar, serta pasfoto ukuran 4×6 sebanyak lima lembar.
Pengalaman Kepengurusan: Memiliki rekam jejak kepengurusan partai sekurang-kurangnya satu periode pada tingkatannya atau satu tingkat di atasnya (dibuktikan dengan Surat Keputusan/SK). Pengalaman di organisasi pendiri atau yang didirikan Partai Golkar juga turut diperhitungkan.
Loyalitas Kader: Aktif secara terus-menerus sebagai pengurus Partai Golkar minimal selama lima tahun serta tidak pernah menjadi anggota partai politik lain.
Dukungan Suara: Mengantongi minimal 30 persen dukungan dari total pemilik hak suara yang sah dalam mekanisme Musda.
Seluruh berkas pendaftaran nantinya akan melalui tahap pemeriksaan dan verifikasi ketat oleh tim khusus dari DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat. Di sisi lain, Yudi memastikan dirinya tidak akan ikut meramaikan bursa pencalonan karena fokus mengemban tugas sebagai ketua panitia penyelenggara.
Momentum Konsolidasi Strategis
Lebih lanjut, Yudi menekankan bahwa Musda XI bukan sekadar ajang seremonial pergantian kepemimpinan semata. Forum tertinggi tingkat kabupaten ini diharapkan menjadi momentum krusial untuk konsolidasi internal, evaluasi kinerja organisasi periode sebelumnya, serta merumuskan arah kebijakan strategis Partai Golkar Kuningan untuk lima tahun ke depan. (Agh@N)
- Penulis: Ghana





Saat ini belum ada komentar