Bukan Sekadar Sekolah, Ini Cara Bupati Imron ‘Membangun Harapan’ Baru bagi Anak-anak Kurang Mampu di Cirebon
- account_circle Hadi Supangat
- calendar_month 44 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

CIREBON, JARRAKPOS.COM – Di balik tembok-tembok kokoh dan ruang kelas yang representatif di Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 1 Kabupaten Cirebon, tersimpan sesuatu yang jauh lebih berharga daripada sekadar fasilitas fisik. Bagi Bupati Cirebon, Imron, gedung baru ini adalah simbol dari “harapan” yang dibangun untuk masa depan anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Hal tersebut terungkap saat Bupati Imron secara resmi membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan Open House bagi siswa baru SR Terintegrasi 1, Jumat (31/7/2026). Kehadirannya bukan hanya sebagai seremonial pembukaan tahun ajaran 2026/2027, melainkan sebagai penegasan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan tidak ada lagi anak Cirebon yang tertinggal karena keterbatasan ekonomi.
Pendidikan sebagai Kunci Memutus Kemiskinan
Dalam sambutannya, Bupati Imron menekankan bahwa Sekolah Rakyat bukanlah proyek biasa. Ini adalah strategi strategis untuk memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi yang selama ini sering menjadi jerat bagi keluarga kurang mampu.
“Sekolah rakyat merupakan salah satu program strategis pemerintah dalam upaya meningkatkan akses pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem,” ujar Imron di hadapan para siswa, orang tua, dan jajaran pejabat.
Bagi Imron, pendidikan berkualitas adalah hak, bukan privilese. Ia ingin memastikan bahwa setiap anak, terlepas dari latar belakang ekonomi keluarganya, memiliki kesempatan yang sama untuk bermimpi dan meraihnya.
Lebih dari Sekadar Bangunan: Membangun Karakter dan Kasih Sayang
Yang membuat SR Terintegrasi 1 berbeda adalah pendekatan pendidikannya. Bupati Imron menegaskan bahwa sekolah ini dirancang bukan hanya untuk mencerdaskan secara akademis, tetapi juga membentuk karakter.
“Anak-anak akan dibimbing, dididik dengan kasih sayang, didampingi dengan penuh tanggung jawab agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, mandiri, dan berakhlak mulia,” tegasnya.
Pesan ini menyiratkan bahwa di SR Terintegrasi 1, siswa tidak hanya diajar menghitung atau membaca, tetapi juga diajarkan nilai-nilai kehidupan, kemandirian, dan akhlak mulia melalui pendampingan yang intensif dan penuh perhatian.
Amanat Presiden: Ruang untuk Masa Depan
Kehadiran sekolah ini juga mendapat apresiasi tinggi dari perwakilan Kementerian Sosial RI, Suratna Kuswanti. Ia mengingatkan bahwa SR adalah mandat langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
“Kehadiran Sekolah Rakyat (SR) merupakan bagian dari mandat langsung Presiden Republik Indonesia… Karena ini bukan sekadar membangun sekolah, ini membangun harapan. SR ini bukan sekadar tentang di hari ini, tapi tentang masa depan,” ungkap Suratna.
Menurutnya, SR adalah ruang di mana kapasitas diri anak-anak diperkuat, menyiapkan mereka menjadi generasi yang tangguh dan berdaya saing di masa depan.
Harapan Baru bagi Cirebon
Dengan dibukanya SR Terintegrasi 1, Pemerintah Kabupaten Cirebon berharap semakin banyak pintu kesempatan yang terbuka bagi anak-anak kurang mampu. Ini bukan hanya tentang mencetak lulusan, tetapi tentang menciptakan sumber daya manusia yang mampu mengubah nasib keluarganya dan berkontribusi bagi kemajuan daerah.
Bagi para siswa baru yang hadir hari itu, SR Terintegrasi 1 mungkin terlihat sebagai sekolah baru. Namun bagi Kabupaten Cirebon, ini adalah langkah besar menuju keadilan sosial dan pendidikan yang inklusif. Seperti kata Bupati Imron, ini adalah tempat di mana cita-cita mulai diwujudkan, satu anak pada satu waktu.
- Penulis: Hadi Supangat




Saat ini belum ada komentar