Banjir dan Longsor Menggila, Alarm Keras untuk Kita Semua, Sumenep Tidak Boleh Tutup Mata
- account_circle Putu Sta
- calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

Banjir dan Longsor Menggila, Alarm Keras untuk Kita Semua, Sumenep Tidak Boleh Tutup Mata
JARRAKPOS.COM. SUMENEP – Banjir dan longsor yang melanda berbagai daerah dalam beberapa hari terakhir bukan sekadar bencana alam biasa. Ini adalah peringatan keras, alarm terbesar yang diberikan bumi kepada manusia akibat rusaknya keseimbangan lingkungan. Sayangnya, fenomena serupa mulai terasa juga di Bumi Kabupaten Sumenep, sebuah daerah yang selama ini dikenal relatif aman, namun kini mulai menghadapi ancaman serius.
Kerusakan lingkungan di Sumenep bukan lagi isu kecil. Penebangan liar pada pohon terus terjadi tanpa pengawasan ketat. Hutan yang semestinya menjadi penyangga air dan pelindung tanah justru dirusak tanpa rasa bersalah. Ketika penutup tanah hilang, air hujan tidak mampu diserap dengan baik, sehingga mengalir deras ke bawah dan memicu banjir serta longsor.
Tidak berhenti di situ, praktik Galian C yang tidak sesuai aturan semakin memperparah kondisi. Bukit-bukit digerus, tanah dikeruk, dan struktur tanah dilemahkan. Aktivitas ini berdampak langsung pada kerentanan bencana, terutama ketika musim hujan tiba. Kerusakan bentang alam akibat Galian C ilegal maupun serampangan merupakan ancaman nyata bagi keberlangsungan hidup warga Sumenep.
Jong Sumekar menegaskan, pemerintah tidak boleh tinggal diam. Pengawasan harus diperketat, izin harus ditinjau ulang, dan tindakan tegas harus dijalankan tanpa pandang bulu. Tidak ada alasan untuk membiarkan bumi Sumenep rusak hanya demi keuntungan segelintir orang.
“Kita semua harus sadar bahwa bencana bukan datang tiba-tiba. Ia adalah hasil dari ulah tangan-tangan kita sendiri. Jika Sumenep tidak segera bergerak menghentikan penebangan liar dan Galian C yang merusak, maka bencana tersebut hanya tinggal menunggu waktu,” tegas Siswadi, ketua Jong Sumekar.
Hari ini, bencana di daerah lain harus menjadi cermin bagi Sumenep. Selamatkan lingkungan, hentikan perusakan, dan kembalikan keseimbangan bumi sebelum semuanya terlambat. (WD)
- Penulis: Putu Sta




Saat ini belum ada komentar