Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Aliansi SETIA HATI (PHST) Lubuk Linggau Gelar Aksi, Desak Polres Usut Tuntas Dugaan Pengeroyokan dan Penganiayaan Agus Seswanto

Aliansi SETIA HATI (PHST) Lubuk Linggau Gelar Aksi, Desak Polres Usut Tuntas Dugaan Pengeroyokan dan Penganiayaan Agus Seswanto

  • account_circle Sepriyanita
  • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

LUBUKLINGGAU, Jarrakpos.com — Aliansi Setia Hati/PSHT Lubuklinggau menggelar aksi penyampaian pendapat di depan Mapolres Lubuklinggau, Senin, 24 Agustus 2026. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk solidaritas sekaligus desakan agar kepolisian mengusut tuntas dugaan pengeroyokan dan penganiayaan terhadap Agus Seswanto.

Massa sebelumnya berkumpul di Lapangan Al-Furqan, Kelurahan Taba Jemekeh, sebelum bergerak menuju Polres Lubuklinggau untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.

Dalam aksi itu, Aliansi Setia Hati/PSHT Lubuklinggau meminta aparat penegak hukum menangani perkara tersebut secara profesional, objektif, transparan, dan tuntas. Massa juga mendesak adanya kepastian hukum bagi korban maupun para saksi.

Fuad Bahtiar dalam orasinya menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk aspirasi masyarakat yang menginginkan proses hukum berjalan sesuai aturan dan tanpa mengabaikan hak-hak pihak yang diduga menjadi korban.

Penasihat Hukum Agus Seswanto, Dr. Sugiarto, SH, MH, meminta aparat penegak hukum segera mengambil langkah sesuai fakta, bukti, dan keterangan para saksi dalam penanganan perkara tersebut.

“Kami datang bukan untuk main hakim sendiri. Kami menghormati hukum dan ketertiban umum. Kami hanya ingin memastikan bahwa dugaan tindak kekerasan yang dialami Agus Seswanto mendapatkan penanganan hukum yang serius, profesional, dan transparan,” tegasnya.

Menurutnya, kepastian hukum menjadi hal penting, terutama bagi korban dan para saksi yang telah memberikan keterangan dalam proses penanganan perkara.

 

Lima Tuntutan Massa

Dalam aksi tersebut, Aliansi Setia Hati/PSHT Lubuklinggau menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pihak kepolisian, yakni:

  1. Meminta keadilan bagi Agus Seswanto yang dalam perkara ini disebut sebagai pihak yang diduga menjadi korban.
  2. Mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan pengeroyokan dan penganiayaan.
  3. Meminta proses penanganan perkara dilakukan secara profesional, objektif, dan transparan.
  4. Mendesak adanya kepastian hukum bagi korban dan para saksi.
  5. Meminta setiap pihak yang berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan terbukti terlibat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Aliansi juga menyoroti pentingnya menjaga situasi keamanan dan ketertiban di wilayah Lubuklinggau dan sekitarnya. Massa menyatakan menolak segala bentuk kekerasan dan tindakan premanisme.

 

Tolak Main Hakim Sendiri

Dalam penyampaian aspirasi, massa menegaskan perjuangan untuk mendapatkan keadilan harus tetap ditempuh melalui jalur hukum. Aliansi Setia Hati/PSHT Lubuklinggau menyatakan menghormati hukum dan ketertiban umum serta menolak segala bentuk tindakan main hakim sendiri.

“Penegakan hukum harus berjalan berdasarkan fakta dan bukti. Kami berharap seluruh proses dilakukan secara adil sehingga tidak ada pihak yang merasa dikriminalisasi maupun diabaikan. Yang kami perjuangkan adalah kepastian hukum dan keadilan bagi korban,” lanjutnya Fuad.

Aksi penyampaian pendapat tersebut berlangsung dengan damai dan tertib. Aliansi berharap Polres Lubuklinggau memberikan perhatian serius terhadap perkara yang dilaporkan serta menyampaikan perkembangan penanganannya secara transparan sesuai kewenangan dan ketentuan hukum yang berlaku.

Massa juga mendorong keluarga dan pendamping korban untuk terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum serta melengkapi keterangan dan bukti yang diperlukan guna membantu pengungkapan perkara.

Aliansi Setia Hati/PSHT Lubuklinggau menutup aksi dengan menegaskan tuntutan mereka: “Keadilan untuk korban. Tegakkan hukum. Usut tuntas dugaan pengeroyokan dan penganiayaan terhadap Agus Seswanto.”(Red)

  • Penulis: Sepriyanita

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari Posko Karhutla Pulau Jumat, Pangdam XIX/TT Bersama Rombongan Memohon Turunnya Hujan

    Dari Posko Karhutla Pulau Jumat, Pangdam XIX/TT Bersama Rombongan Memohon Turunnya Hujan

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • account_circle Diana Ningsih
    • visibility 37
    • 0Komentar

      INHU.Jarrakpos.com – Di tengah upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP bersama rombongan melaksanakan Salat Istisqa di Posko 1 Karhutla, Desa Pulau Jumat, Kecamatan Kuala Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Rabu (16/9/2026). Salat Istisqa dilaksanakan sekitar pukul 14.00 WIB setelah Pangdam bersama […]

  • Pengunjung Candi Borobudur Menurun

    Pengunjung Candi Borobudur Menurun

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Feri Taufiandi
    • visibility 177
    • 0Komentar

    MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Tingkat kunjungan wisata Magelang Lebaran 2026 tercatat anjlok di peringkat kesembilan se-Jawa Tengah. Fenomena kemerosotan wisatawan ini langsung memicu sorotan tajam dari publik di berbagai platform media sosial. Selasa,(21/4/2026) Berdasarkan rilis resmi Disbudparekraf Jawa Tengah, Magelang hanya mampu menjaring 216.803 pelancong selama libur Idulfitri. Angka ini tertinggal telak dari Kabupaten Kebumen yang secara […]

  • Perdana di Kota Kupang, Karnaval Budaya “Harmoni dalam Keberagaman” Siap Semarakkan HUT ke-30

    Perdana di Kota Kupang, Karnaval Budaya “Harmoni dalam Keberagaman” Siap Semarakkan HUT ke-30

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Mario
    • visibility 178
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Untuk pertama kalinya, Kota Kupang akan menggelar Karnaval Budaya bertajuk Harmoni dalam Keberagaman, sebuah perhelatan akbar yang dipastikan menghadirkan warna baru dalam rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun ke-30 Kota Kupang. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 25 April 2026 mulai pukul 18.00 WITA hingga selesai, dengan rute yang melintasi Jalan Frans Seda, Bundaran Tirosa […]

  • Dorong Kemandirian Ekonomi, Distan Cirebon Gelar Pasar Tani Khusus Produk Olahan KWT

    Dorong Kemandirian Ekonomi, Distan Cirebon Gelar Pasar Tani Khusus Produk Olahan KWT

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle Hadi Supangat
    • visibility 69
    • 0Komentar

    CIREBON, JARRAKPOS.COM – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Cirebon menggelar kegiatan “Pasar Tani” sebagai wadah strategis bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) untuk memasarkan berbagai produk olahan pertanian dan peternakan. Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Distan Kabupaten Cirebon pada Selasa (11/8/2026) ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Kepala Distan Kabupaten Cirebon, […]

  • Eceng Gondok Kepung Saguling Bandung Barat, PLTA Terancam

    Eceng Gondok Kepung Saguling Bandung Barat, PLTA Terancam

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Derry Rachman
    • visibility 182
    • 0Komentar

    ARRAKPOS.COM – Ledakan pertumbuhan eceng gondok di Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat (KBB) Jawa Barat, mulai mengkhawatirkan. Tanaman air tersebut kini menutupi sekitar 94 hektare permukaan waduk dan dinilai menjadi ancaman serius bagi ekosistem perairan hingga operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Saguling. Tingginya pencemaran dan masuknya sampah dari aliran Sungai Citarum disebut menjadi pemicu […]

  • Peringatan Harlah ke 3 Forum Penggarap Pelopor Sejahtera Kabupaten Indramayu.

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle Wahyu Supriatna
    • visibility 579
    • 0Komentar

    INDRAMAYU JarrakPos.Com-Petani penggarap memerankan peran yang penting dalam penyediaan bahan pangan yang menunjang program Ketahanan Pangan Nasional dalam rangka mewujudkan Swasembada Padi, namun kadang kala para petani selalu di benturkan oleh beberapa permasahan klasik yang terjadi di bumi Nusantara ini, kekurangan akses Informasi dan komunikasi menjadi penyebab terjadinya berbagai hal yang tidak di inginkan. Bertolak […]

expand_less