AKBP Ayub Diponegoro Azhar Tinggalkan Pacitan, Sosok Kapolres Humanis Kini Bertugas di Mabes Polri
- account_circle Yuniardi Sutondo
- calendar_month 0 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kapolres Pacitan, AKBP Ayub Diponegoro Azhar.
Pacitan,JarrakPos-Ada sosok yang kehadirannya bukan sekadar menjalankan tugas, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam di hati masyarakat. Sosok itu adalah AKBP Ayub Diponegoro Azhar, Kapolres Pacitan yang selama ini dikenal dengan pendekatan humanis dan kedekatannya dengan masyarakat.
Kini, kebersamaan itu harus berakhir. Sebuah surat telegram dari Mabes Polri yang diterima pada Selasa (3/11) membawa kabar tentang perpindahan tugas perwira menengah Polri tersebut. Ayub mendapat amanah baru sebagai Kepala Unit 1 SATRESMOB BARESKRIM POLRI.
Mutasi tersebut sekaligus menjadi penanda berakhirnya masa pengabdian AKBP Ayub Diponegoro Azhar di Bumi Pacitan. Daerah yang selama ini menjadi tempatnya mengemban tanggung jawab menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kabar mutasi itu dibenarkan Kepala Seksi Humas Polres Pacitan, Aiptu Thomas Alim Suheny. Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Rabu (4/11), Thomas memastikan bahwa Kapolres Pacitan tersebut akan melanjutkan tugas di Mabes Polri.
“Ya benar, Bapak Kapolres Ayub akan dimutasi ke Mabes Polri,” ungkap Thomas.
Sebagai penggantinya, jabatan Kapolres Pacitan selanjutnya akan dipercayakan kepada AKBP Marzel Doni, S.I.K., M.H. Sebelumnya, Marzel Doni menjabat sebagai Kapolres Manokwari Selatan, Polda Papua Barat.
Pergantian kepemimpinan di tubuh Polri merupakan bagian dari dinamika organisasi dan penyegaran penugasan. Namun, bagi masyarakat yang telah merasakan kehadiran seorang pemimpin dengan pendekatan humanis, perpisahan tentu menyisakan cerita tersendiri.
AKBP Ayub Diponegoro Azhar kini melangkah menuju tugas dan tanggung jawab yang baru. Sementara Pacitan akan menyambut pemimpin berikutnya dengan harapan yang tak kalah besar: menghadirkan pelayanan kepolisian yang dekat, mengayomi, serta selalu hadir di tengah masyarakat.
Jabatan boleh berganti dan tempat pengabdian boleh berpindah. Namun, kesan baik seorang pemimpin akan tetap hidup dalam ingatan masyarakat yang pernah merasakan pengabdiannya.(Red/yun).
- Penulis: Yuniardi Sutondo





Saat ini belum ada komentar