Julie Laiskodat Pasang Target 6 Emas di Jepang, Kempo NTT Siap Ukir Sejarah di PON 2028
- account_circle Mario
- calendar_month 1 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak ingin sekadar menjadi peserta dalam persaingan Shorinji Kempo dunia. Di bawah kepemimpinan Julie Sutrisno Laiskodat, Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (PERKEMI) NTT memasang target besar: membawa pulang empat hingga enam medali emas pada Kejuaraan Dunia atau World Taikai 2027 di Nagoya, Jepang.
Ambisi tersebut bukan sekadar mengejar prestasi di atas arena pertandingan. PERKEMI NTT juga tengah menyiapkan kebangkitan kekuatan Kempo daerah untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028, sekaligus mengulang catatan gemilang ketika NTT pernah menyumbangkan tujuh medali emas pada PON XIX 2016 di Jawa Barat.
Untuk mencapai target itu, Julie menyiapkan langkah pembinaan yang lebih serius dan terukur. Salah satu strategi yang akan ditempuh adalah mendatangkan pelatih dari Jepang untuk berkolaborasi dengan pelatih nasional dan daerah.
Langkah ini diharapkan dapat memperkaya kemampuan teknis, meningkatkan kualitas bertanding, serta membentuk kesiapan mental para kenshi atau atlet Shorinji Kempo NTT agar mampu bersaing di level internasional.
Komitmen tersebut menandai babak baru perjalanan PERKEMI NTT setelah Julie resmi dilantik sebagai Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) PERKEMI NTT oleh Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PERKEMI, Minggu (1/11/2026), di GOR Oepoi, Kota Kupang.
Pelantikan itu sekaligus dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) PERKEMI NTT ke-48 dan pelantikan Pasukan 100 PERKEMI NTT.
Julie menegaskan, target besar yang telah dicanangkan tidak mungkin dicapai melalui pola pembinaan biasa. Dibutuhkan perencanaan matang, program latihan yang terukur, konsistensi, serta pengawasan serius terhadap perkembangan setiap atlet.
Menurutnya, kehadiran pelatih dari Jepang merupakan bagian dari investasi pembinaan jangka panjang. Para pelatih nantinya akan bekerja bersama pelatih Indonesia dan NTT sehingga terjadi pertukaran pengetahuan, pengalaman, serta pengembangan teknik Shorinji Kempo.
Ia mengakui, strategi tersebut membutuhkan biaya dan komitmen yang tidak sedikit. Namun, membawa nama baik dan martabat NTT di panggung nasional maupun internasional menjadi alasan kuat untuk mengambil langkah tersebut.
“Target besar di PON 2028 dan persaingan antarprovinsi juga begitu ketat, maka langkah berani ini harus saya ambil. Saya tahu risiko juga besar terutama biaya. Namun, harga diri, martabat NTT dan nama NTT jauh lebih mahal dari semua yang kita akan buat. Karena itu saya putuskan harus dilaksanakan,” tegas Julie.
23.900 KENSHI JADI KEKUATAN BESAR KEMPO NTT
Optimisme Julie membangun kekuatan baru PERKEMI NTT ditopang oleh basis anggota yang cukup besar. Organisasi ini memiliki potensi sumber daya atlet yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota.
Julie mengungkapkan, jumlah anggota atau kenshi Shorinji Kempo di NTT mencapai sekitar 23.900 orang. Dari jumlah tersebut, lebih dari 9.000 orang tercatat aktif mengikuti kegiatan dan pembinaan.
Potensi itu tersebar di berbagai jenjang pendidikan dan kelompok masyarakat, mulai dari taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, perguruan tinggi hingga kalangan pekerja.
Bagi Julie, besarnya jumlah kenshi, khususnya dari kalangan pelajar dan mahasiswa, merupakan modal penting untuk membangun regenerasi atlet. Pembinaan sejak usia dini diharapkan mampu melahirkan generasi baru yang memiliki kemampuan teknik, disiplin, dan daya saing.
Namun, ia mengingatkan bahwa Shorinji Kempo tidak semata-mata tentang kemenangan dan perolehan medali. Lebih dari itu, olahraga bela diri ini merupakan ruang pembentukan karakter, kedisiplinan, ketangguhan, kerja keras, dan mental generasi muda.
Julie menyebut tiga karakter yang menjadi kekuatan para kenshi NTT, yakni disiplin, pekerja keras, dan dididik untuk selalu mengandalkan Tuhan.
Karakter tersebut, menurutnya, harus menjadi fondasi dalam melahirkan atlet yang bukan hanya unggul secara fisik dan teknik, tetapi juga memiliki integritas serta semangat juang.
10 EMAS DAN 9 PERAK JADI MODAL MENUJU NAGoya
Target menembus persaingan dunia juga memiliki pijakan dari sejumlah hasil kompetisi yang telah diraih atlet PERKEMI NTT.
Dalam kejuaraan di Badung, Bali, kontingen NTT yang diperkuat 31 atlet berhasil membawa pulang 10 medali emas dan sembilan medali perak sekaligus keluar sebagai juara umum.
Capaian tersebut menjadi salah satu gambaran potensi atlet Kempo NTT ketika dipersiapkan melalui pembinaan dan kompetisi yang serius.
Julie berharap prestasi itu tidak membuat para kenshi cepat berpuas diri. Sebaliknya, keberhasilan tersebut harus menjadi pemantik untuk meningkatkan kualitas latihan dan memperkuat kesiapan menghadapi persaingan yang lebih tinggi.
Kejuaraan Dunia Shorinji Kempo 2027 di Nagoya, Jepang, menjadi ujian penting bagi program pembinaan yang kini mulai disiapkan.
PERKEMI NTT membidik empat hingga enam medali emas dalam kejuaraan tersebut. Target itu sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kemampuan atlet-atlet NTT di panggung internasional.
Setelah Nagoya, perhatian berikutnya tertuju pada PON XXII 2028 yang akan diselenggarakan di NTT dan NTB, dengan sejumlah cabang olahraga juga berlangsung di DKI Jakarta.
MENGULANG SEJARAH TUJUH MEDALI EMAS PON 2016
Pada PON XIX 2016 di Jawa Barat, cabang olahraga Shorinji Kempo menjadi salah satu penyumbang prestasi bagi kontingen NTT dengan raihan tujuh medali emas, satu perak, dan lima perunggu.
Catatan tersebut menjadi bagian penting dari sejarah olahraga NTT sekaligus tolok ukur bagi kepengurusan baru untuk membangun kembali kekuatan Kempo daerah.
Kini, dengan kepemimpinan Julie Sutrisno Laiskodat untuk periode 2026–2030, upaya mengembalikan kejayaan tersebut mulai diarahkan melalui konsolidasi organisasi, penguatan pembinaan atlet, serta persiapan menghadapi Pra-PON 2027, Kejuaraan Dunia 2027, dan PON XXII 2028.
Sebelumnya, dalam Musyawarah Persaudaraan Provinsi (Musperprov) PERKEMI NTT yang berlangsung di Kota Kupang pada 9 Agustus 2026, Julie ditetapkan secara aklamasi sebagai Ketua Umum Pengprov PERKEMI NTT periode 2026–2030.
Kepemimpinan baru ini diharapkan mampu memperkuat organisasi hingga tingkat kabupaten dan kota, sekaligus memastikan pembinaan atlet berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.
Julie juga mengajak seluruh masyarakat NTT untuk memberikan dukungan kepada para kenshi yang sedang mempersiapkan diri mengharumkan nama daerah.
Baginya, keberhasilan PERKEMI tidak hanya diukur dari jumlah medali yang diperoleh. Lebih jauh, organisasi ini memiliki tanggung jawab membangun sumber daya manusia, membentuk karakter generasi muda, dan menjaga kehormatan serta kebanggaan masyarakat NTT.
Dengan semangat “Bersaudara, Bersatu, Berprestasi”, Julie optimistis PERKEMI NTT mampu membangun kekuatan baru dan melahirkan atlet-atlet yang sanggup bersaing di panggung dunia.
Targetnya jelas: bukan sekadar hadir dalam kejuaraan internasional dan nasional, melainkan membawa nama NTT menjadi kekuatan yang diperhitungkan dalam Shorinji Kempo.
Dari Nagoya 2027 hingga PON 2028, perjuangan menuju kejayaan baru Kempo NTT kini mulai dipersiapkan.***
- Penulis: Mario





Saat ini belum ada komentar