Umat Buddha Rayakan Hari Raya Tri Suci Waisak 2026 di Candi Borobudur
- account_circle Feri Taufiandi
- calendar_month Senin, 1 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

MAGELANG,JARRAKPOD.COM – Perwakilan Umat Buddha Indonesia atau sering di sebut WALUBI dari berbagai daerah di Indonesia rayakan hari raya Tri Suci waisak di Candi Borobudur.
Perayaan hari raya Tri Suci Waisak dimulai pada hari Jumat 29 Mei 2026 dengan prosesi disemayamkannya Api Dharma di Candi Mendut di lanjutkan dengan pengambilan Air Suci atau Air Berkah dari daerah Jumprit Kabupaten Temanggung pada 30 Mei 2026.
Kedua unsur api dan air tersebut di semayamkan terlebih dahulu di Candi Mendut dan di sakralkan oleh para Biksu Sangha untuk dipergunakan dalam acara puncak perayaan hari Raya Waisak 31 Mei 2026
Ribuat Umat Buddha dari berbagai daerah dan warga masyarakat mulai berjubel jubel di sepanjang jalan dari Candi Mendut sampai Candi Borobudur untuk melihat proses perjalanan Api Dharma dan Air Suci yang di kirap ke Candi Borobudur oleh para Biksu Sangha untuk di pergunakan dalam acara puncak Waisak di Candi Borobudur pada Minggu (31/5/2026)
Sepanjang jalan dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur rombongan iringin iringan pembawa Api Dharma dan Air Suci, para Biksu juga memercikkan air suci yang sudah disakralkan kepada warga masyarakat di sepanjang jalan yang berdiri menyaksikan kirap Api Dharma dan Air Suci atau air berkah
Wakil Sekretaris Jendral Dewan Pimpinan Pusat Walubi R.M Romo Asun Gotama menjelaskan bahwa Api Dharma merupakan lambang semangat, penerangan, dan pencerahan spiritual dalam ajaran Buddha, khususnya pada perayaan Tri Suci Waisak. Cahayanya menyimbolkan kemampuan ajaran Dharma untuk melenyapkan kegelapan batin (ketidaktahuan) serta membawa kedamaian, pengendalian diri, dan kasih sayang bagi umat manusia. Pungkasnya.
Sedangkan air suci (atau air berkah) melambangkan kesucian, kejernihan, dan ketenangan batin. Air suci ini menjadi simbol harapan agar umat Buddha dapat membersihkan diri dari kekotoran batin dan memiliki pikiran serta hati yang bersih
Editor : Feri
- Penulis: Feri Taufiandi




Saat ini belum ada komentar