Wabup Gagarin Ajak Pemuda Pacitan Jadi Generasi Patriotik, Gigih, dan Berempati
- account_circle Yuniardi Sutondo
- calendar_month 1 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wabup Pacitan, Gagarin saat upacara peringatan Sumpah Pemuda.
Pacitan,JarrakPos-Semangat persatuan yang diwariskan para pemuda melalui Sumpah Pemuda 1928 kembali digaungkan dalam upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 yang dirangkaikan dengan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur, di Kabupaten Pacitan, Rabu (28/10).
Wakil Bupati Pacitan, Gagarin, membacakan sambutan Bupati Pacitan, Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Indrata Nur Bayuaji Reksonagoro, dalam upacara yang menjadi momentum untuk meneguhkan kembali komitmen generasi muda terhadap persatuan, pengabdian, dan kemajuan bangsa.
Dalam sambutan tersebut, pesan utama yang ditekankan adalah pentingnya membangun generasi muda yang patriotik, gigih dalam perjuangan, serta memiliki empati terhadap sesama. Nilai-nilai itu dinilai menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Indonesia yang maju, tidak hanya dari sisi pembangunan fisik dan teknologi, tetapi juga kualitas karakter manusianya.
“Patriotik, yang mencintai Indonesia bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan pengabdian dan tindakan nyata. Gigih, yang tidak menyerah ketika menghadapi kesulitan, tidak runtuh ketika mengalami kegagalan, dan tidak berhenti berjuang sebelum memberikan yang terbaik bagi bangsa,” kata Gagarin.
Kemajuan bangsa tidak cukup diukur melalui capaian ekonomi, kemegahan pembangunan, maupun kecanggihan teknologi. Lebih dari itu, kemajuan harus bertumpu pada karakter, kepedulian sosial, dan keberanian untuk terus berbuat bagi kepentingan bersama.
Dalam amanat yang bersumber dari sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, generasi muda diajak untuk memiliki cita-cita tinggi, bekerja keras, dan berani mengambil peran dalam kepemimpinan, tanpa kehilangan kepekaan terhadap persoalan masyarakat.
Pemuda diharapkan tidak hanya berorientasi pada keberhasilan pribadi, tetapi juga mampu merasakan kesulitan orang lain dan hadir memberikan pertolongan ketika dibutuhkan.
“Jadilah manusia yang kuat, tetapi jangan kehilangan kelembutan hati. Jadilah generasi yang berani memimpin, tetapi juga bersedia melayani,” pesannya.
Semangat Sumpah Pemuda, dengan demikian, tidak boleh berhenti sebagai peringatan seremonial setiap tahun. Nilai persatuan harus hidup dalam tindakan, diwujudkan melalui karya, prestasi, solidaritas, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Bagi generasi muda Pacitan, pesan itu menjadi dorongan untuk terus mengembangkan potensi, meningkatkan kualitas diri, serta mengambil bagian dalam pembangunan daerah dengan semangat gotong royong dan tanggung jawab kebangsaan.
Selain memperingati Hari Sumpah Pemuda, upacara tersebut juga menjadi momentum refleksi perjalanan 81 tahun Provinsi Jawa Timur. Tahun ini, peringatan Hari Jadi Jawa Timur mengusung tema “Jatim Unggul, Maju, Berkelanjutan”.
Tema tersebut mengandung ajakan untuk terus meningkatkan kapasitas, memperbaiki kualitas pelayanan publik, serta memperkuat pembangunan yang mampu memberikan manfaat secara berkelanjutan bagi masyarakat.
Perjalanan panjang Jawa Timur disebut sebagai buah perjuangan, kerja keras, dan pengabdian lintas generasi. Fondasi pemerintahan, persatuan, serta berbagai capaian pembangunan yang telah diraih menjadi warisan berharga yang harus dijaga dan dilanjutkan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada semester pertama mencapai 5,84 persen. Sementara itu, tingkat kemiskinan tercatat sebesar 9,06 persen dan tingkat pengangguran terbuka sebesar 3,42 persen.
Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya pembangunan yang perlu terus diperkuat melalui sinergi pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat.
Penguatan sektor-sektor produktif, seperti industri pengolahan, perdagangan, dan pertanian, juga menjadi perhatian dalam menjaga aktivitas ekonomi sekaligus memperluas peluang kesejahteraan masyarakat.
Melalui momentum peringatan dua hari bersejarah tersebut, jajaran pemerintah dan seluruh elemen masyarakat diajak untuk menjaga semangat pengabdian, memperkuat kolaborasi, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Pembangunan yang berkelanjutan membutuhkan keterlibatan bersama. Pemerintah memiliki peran dalam menghadirkan kebijakan dan pelayanan yang berkualitas, sementara masyarakat, termasuk generasi muda, menjadi bagian penting dalam mendorong inovasi, produktivitas, dan perubahan positif.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 dan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur, menjadi pengingat bahwa masa depan daerah dan bangsa tidak hanya ditentukan oleh apa yang telah diwariskan generasi terdahulu, tetapi juga oleh kesungguhan generasi saat ini dalam melanjutkan perjuangan tersebut.
Dengan semangat persatuan, karakter yang kuat, dan kepedulian terhadap sesama, Pacitan diharapkan terus mengambil bagian dalam mewujudkan Jawa Timur yang unggul, maju, dan berkelanjutan, sekaligus Indonesia yang semakin berdaya dan berkeadilan.(Red/yun).
- Penulis: Yuniardi Sutondo





Saat ini belum ada komentar