FPPA Perkuat Silaturahmi dengan DPRD Pacitan, Dorong Sinergi Pers dan Pemerintah
- account_circle Yuniardi Sutondo
- calendar_month 4 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ketua DPRD Pacitan, Dr. Arif Setia Budi, S.Sos, MPA saat menyampaikan sambutan pada acara silaturahmi dengan FPPA.
Pacitan,JarrakPos.com-Usai mengukuhkan ketua terpilih masa bakti 2026–2028, Forum Pewarta Pacitan (FPPA) kembali mempererat tali silaturahmi dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pacitan.
Pertemuan yang berlangsung di ruang sidang utama gedung DPRD, Jumat (23/10), tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi, menyerap aspirasi, sekaligus membangun sinergi antara insan pers dan lembaga legislatif.
Mengusung tema “Membangun Komunikasi dan Aspirasi dengan Pimpinan DPRD Kabupaten Pacitan”, kegiatan ini menegaskan pentingnya peran media sebagai jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi komunikasi digital.
Ketua DPRD Pacitan, Dr. Arif Setia Budi (ASB) dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya kembali Sutikno sebagai Ketua FPPA untuk masa bakti 2026–2028. Ia berharap kepemimpinan tersebut mampu membawa organisasi semakin berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi dunia jurnalistik di Pacitan.
Dengan nada berseloroh, Arif turut mengaitkan nama Sutikno dengan ungkapan yang bermakna harapan akan peningkatan derajat dan kewibawaan.
“Kalau dilihat namanya, Sutikno membawa makna tibo telu satrio wibowo, yang artinya membawa derajat dan pangkat,” kata Arif.
Lebih lanjut, Arif yang akrab disapa ASB ini menyoroti perubahan lanskap komunikasi yang semakin dinamis seiring masifnya penggunaan platform digital. Menurutnya, kondisi tersebut menuntut terbangunnya sinergi yang kuat antara insan pers, pegiat media sosial, dan berbagai elemen masyarakat.
Di tengah derasnya arus informasi, ia menekankan bahwa profesionalisme dan objektivitas tetap menjadi fondasi utama dalam kerja jurnalistik. Informasi yang disampaikan kepada publik harus melalui proses pengamatan, verifikasi, serta analisis yang cermat agar tidak sekadar cepat, tetapi juga akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Meletakkan komponen dalam tata media, insan pers diharapkan harus objektif. Olah matanya, telinganya, hidungnya baru memutuskan penulisannya. Jadi harus dilihat, didengar, dan dianalisis baru ditayangkan,” jelasnya.
ASB juga mengapresiasi kecepatan platform media sosial, khususnya TikTok, dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Menurutnya, perkembangan tersebut menjadi salah satu gambaran kemajuan teknologi komunikasi yang perlu disikapi secara adaptif.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa media arus utama tetap memiliki peran strategis dalam menyajikan informasi yang berkualitas, berimbang, dan mendalam. Tantangannya adalah bagaimana setiap platform mampu memberikan informasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, ASB turut menyinggung persoalan pembangunan di Pacitan yang masih banyak berkaitan dengan kebutuhan infrastruktur. Namun, keterbatasan anggaran menjadi salah satu tantangan dalam memenuhi berbagai kebutuhan pembangunan daerah.
“Kalau di Pacitan memang lebih pada infrastruktur. Namun, anggaran kita belum bisa mencapai mandatory spending hingga 40 persen untuk belanja infrastruktur,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua FPPA, Sutikno, menyampaikan bahwa sebelumnya organisasi tersebut telah menggelar proses pemilihan ketua pada 8 Oktober 2026. Pertemuan dengan pimpinan DPRD ini menjadi bagian dari upaya melanjutkan komunikasi dan menjaga hubungan baik yang selama ini telah terjalin.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada DPRD Pacitan atas keterbukaan dan komunikasi yang telah dibangun bersama insan pers.
“Saya sampaikan ucapan terima kasih dari teman-teman kepada DPRD atas terjalinnya komunikasi yang baik selama ini,” ujar Sutikno.
Tak hanya memperkuat silaturahmi, Sutikno juga menyampaikan harapan agar insan pers di Pacitan mendapat perhatian lebih. Menurutnya, media memiliki peran penting dalam memperkenalkan potensi, kekayaan, serta identitas daerah kepada masyarakat luas.
Ia menceritakan pengalamannya saat anggota FPPA melakukan kunjungan ke Yogyakarta. Dalam perjalanan tersebut, mereka mendapati masih banyak masyarakat yang belum mengenal Pacitan secara tepat. Bahkan, ada yang mengira Pacitan merupakan bagian dari wilayah Indonesia Timur atau berada di Provinsi Jawa Tengah.
Pengalaman itu menjadi pengingat bahwa promosi daerah melalui informasi dan karya jurnalistik masih perlu diperkuat. Pacitan memiliki beragam potensi yang layak dikenal lebih luas, mulai dari pariwisata, budaya, hingga berbagai keunggulan daerah lainnya.
“Karena itu, semoga dengan peran media, dengan karya jurnalistiknya, Pacitan akan lebih dikenal lagi di seantero negeri,” jelasnya.
Pertemuan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda silaturahmi semata, melainkan menjadi pijakan untuk membangun komunikasi yang lebih terbuka dan produktif antara DPRD dan insan pers. Dengan sinergi yang berkelanjutan, media diharapkan dapat menjalankan fungsi informasinya secara profesional sekaligus turut mendorong kemajuan dan memperluas pengenalan Kabupaten Pacitan di tingkat nasional.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua DPRD Pacitan, Fibi Irawan.(Red/yun).
- Penulis: Yuniardi Sutondo





Saat ini belum ada komentar