Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Pemkab Pacitan Perkuat PHBS untuk Cegah Zoonosis dan Penyakit Infeksi Emerging

Pemkab Pacitan Perkuat PHBS untuk Cegah Zoonosis dan Penyakit Infeksi Emerging

  • account_circle Yuniardi Sutondo
  • calendar_month 0 menit yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Pacitan,JarrakPos.com-Pemerintah Kabupaten Pacitan memperkuat upaya pencegahan penyakit zoonosis dan Penyakit Infeksi Emerging (PIE) melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta penguatan kolaborasi lintas sektor. Langkah ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, dan berdaya saing.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, dr. Daru Mustikoaji, menegaskan bahwa pencegahan penyakit menular membutuhkan komitmen bersama, tidak hanya dari sektor kesehatan, tetapi juga seluruh pemangku kepentingan yang berkaitan dengan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan implementasi PHBS untuk pencegahan zoonosis dan PIE di Kabupaten Pacitan, Senin (19/10).

Dalam sambutan pembukaan kegiatan, Daru menekankan bahwa kesehatan merupakan modal utama dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Karena itu, upaya menjaga kesehatan harus dimulai dari kebiasaan sehari-hari yang sederhana, konsisten, dan dilakukan secara berkelanjutan.

Zoonosis merupakan penyakit yang dapat menular secara alami antara hewan dan manusia. Sejumlah penyakit yang termasuk dalam kategori ini antara lain leptospirosis, antraks, flu burung, dan rabies. Sementara itu, Penyakit Infeksi Emerging merupakan penyakit infeksi yang baru muncul atau penyakit yang telah dikenal sebelumnya, tetapi mengalami peningkatan kejadian maupun penyebaran sehingga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan masyarakat.

Menurut Daru, perubahan lingkungan, interaksi antara manusia dan hewan, sanitasi yang belum memadai, mobilitas penduduk, serta perilaku hidup yang kurang sehat dapat meningkatkan risiko penularan penyakit. Kondisi tersebut menuntut adanya langkah pencegahan yang terencana, terpadu, dan melibatkan seluruh unsur masyarakat.

“Perilaku Hidup Bersih dan Sehat bukan sekadar slogan, melainkan kebiasaan sehari-hari yang harus diterapkan di rumah tangga, sekolah, tempat kerja, fasilitas pelayanan kesehatan, dan lingkungan masyarakat,” tegas dia.

Penerapan PHBS diharapkan mampu menjadi fondasi dalam membangun lingkungan yang sehat sekaligus mengurangi risiko penularan berbagai penyakit. Melalui pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat, masyarakat didorong untuk mengambil peran aktif dalam menjaga kesehatan diri, keluarga, serta lingkungan sekitarnya.

Lebih jauh, Daru menegaskan bahwa pencegahan zoonosis dan PIE tidak dapat dilakukan oleh sektor kesehatan semata. Diperlukan pendekatan One Health, yakni pendekatan terpadu yang mengakui keterkaitan erat antara kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan kesehatan lingkungan.

Pendekatan ini menjadi landasan penting bagi penguatan koordinasi antara perangkat daerah dan pemangku kepentingan terkait. Dengan kerja sama yang terarah, upaya pencegahan diharapkan dapat disesuaikan dengan kondisi, kebutuhan, dan risiko kesehatan yang dihadapi masyarakat di Kabupaten Pacitan.

Penguatan PHBS dalam konteks pencegahan zoonosis dan PIE juga memerlukan komitmen yang berkelanjutan, baik pada tingkat nasional maupun daerah. Karena itu, keterlibatan lintas sektor diperlukan untuk mengidentifikasi kebutuhan, memetakan kesenjangan, memperkuat koordinasi, serta mendorong penerapan PHBS sesuai dengan karakteristik risiko di wilayah setempat.

Melalui kegiatan tersebut, para pemangku kepentingan diharapkan dapat bersama-sama mengidentifikasi kondisi dan praktik yang telah berjalan, menemukan berbagai kesenjangan, serta merumuskan rekomendasi dan strategi pengembangan program PHBS.

Tidak berhenti pada diskusi dan koordinasi, kegiatan ini juga diarahkan untuk membangun komitmen bersama dan menyusun rencana tindak lanjut guna memperkuat pembudayaan PHBS dalam pencegahan zoonosis dan PIE di Kabupaten Pacitan.

Kolaborasi lintas sektor menjadi semakin penting agar setiap pihak dapat menjalankan peran sesuai kewenangannya, sekaligus memastikan bahwa upaya pencegahan penyakit berjalan secara selaras dan berkesinambungan.

Daru mengajak seluruh pihak untuk memperkuat komitmen dan terlibat aktif dalam upaya pencegahan zoonosis dan PIE. Dengan memutus mata rantai penularan melalui perilaku hidup bersih dan sehat serta kerja sama yang kuat, risiko kesakitan dan kematian akibat penyakit menular diharapkan dapat ditekan.

Semangat kolaborasi tersebut menjadi pijakan bagi Kabupaten Pacitan untuk membangun masyarakat yang lebih sadar kesehatan, tangguh menghadapi ancaman penyakit, serta mampu menjaga keseimbangan antara kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.

Upaya ini sekaligus menegaskan bahwa pencegahan penyakit bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau tenaga kesehatan, melainkan gerakan bersama yang harus tumbuh dari keluarga, komunitas, hingga seluruh elemen masyarakat.(Red/yun).

  • Penulis: Yuniardi Sutondo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wagub Akmil Pimpin Pembagian Takjil Kepada Masyarakat dalam Program “Akmil Berbagil”

    Wagub Akmil Pimpin Pembagian Takjil Kepada Masyarakat dalam Program “Akmil Berbagil”

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle Feri Taufiandi
    • visibility 231
    • 0Komentar

    MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Wakil Gubernur Akademi Militer (Akmil) Brigjen TNI Pramungkas Agus T., S.I.Pem., M.H., memimpin kegiatan pembagian takjil dalam program Akmil Berbagi Tahun 1447 H/2026 M. Kegiatan sosial tersebut dilaksanakan di depan Pintu II Kesatrian Akademi Militer, Magelang. Jumat(13/3/2026) Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan kebersamaan keluarga besar Akademi Militer kepada masyarakat, khususnya bagi pengguna […]

  • KUHAP Hasil Revisi Komisi III Akhirnya Disahkan Dalam Paripurna DPR-RI

    KUHAP Hasil Revisi Komisi III Akhirnya Disahkan Dalam Paripurna DPR-RI

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle Hadi Supangat
    • visibility 355
    • 0Komentar

    JAKARTA, JARRAKPOS.COM I Setelah melalui perjuangan panjang Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (RKUHAP) akhirnya di sahkan menjadi Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang baru. Hal ini di ungkapkan oleh Ketua Komisi III DPR-RI dari Fraksi Partai Gerindra Habiburokhman dalam rapat paripurna pengesahan di Kompleks Parlemen pada Selasa 18/11/2025. Ia membeberkan perbedaan KUHAP lama […]

  • Kekeringan Melanda 8 Desa di Cirebon, BPBD Salurkan 24.000 Liter Air Bersih

    Kekeringan Melanda 8 Desa di Cirebon, BPBD Salurkan 24.000 Liter Air Bersih

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle Hadi Supangat
    • visibility 81
    • 0Komentar

    CIREBON, JARRAKPOS.COM – Dampak musim kemarau mulai terasa di Kabupaten Cirebon. Sebanyak delapan desa di sejumlah kecamatan kini mengalami krisis air bersih, memaksa Pemerintah Kabupaten Cirebon untuk mengambil langkah tanggap darurat. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, status siaga darurat kekeringan dan kebakaran lahan telah ditetapkan sejak 1 Juli 2026. Langkah ini […]

  • Kematian Pasien di Puskesmas Bluto Kembali di soal, Kuasa Hukum Minta Buka CCTV

    Kematian Pasien di Puskesmas Bluto Kembali di soal, Kuasa Hukum Minta Buka CCTV

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Putu Sta
    • visibility 314
    • 0Komentar

    JARRAKPOS.COM. SUMENEP – Pihak Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep bersikukuh penanganan pasien yang meninggal dunia di Puskesmas Bluto, Sumenep, Jawa Timur sesuai prosedur. Pendamping hukum keluarga pasiem meminta Dinkes dan P2KB membuka rekaman kamera pemantau atau CCTV Puskesmas Bluto saat pasien berinisial H mulai mendapat perawatan hingga meninggal dunia. “CCTV […]

  • KPK Ingatkan Integritas, Wakil Bupati Malaka Tegaskan Pentingnya Pengawasan Sejak Dini

    KPK Ingatkan Integritas, Wakil Bupati Malaka Tegaskan Pentingnya Pengawasan Sejak Dini

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle Mario
    • visibility 355
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Pemerintah Kabupaten Malaka menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan. Hal itu ditegaskan oleh Wakil Bupati Malaka, Henri Melki Simu, A.Md, yang turut menghadiri Rapat Koordinasi Pengawasan Daerah (Rakorwasda) Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur serta Pemutakhiran Data Tindak Lanjut Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Tahun 2025 di Hotel Sasando, Kupang, […]

  • Bupati Kuningan Terpilih, Tinjau Lokasi Longsor Desa Cimara

    • calendar_month Selasa, 21 Jan 2025
    • account_circle Ghana
    • visibility 622
    • 0Komentar

    KUNINGAN, JarrakPos.Com – Bencana tanah longsor melanda Desa Cimara, Kecamatan Cibeureum yang mengakibatkan 3 rumah ambruk. Peristiwa ini langsung mendapat perhatian dari Bupati Kuningan terpilih periode 2025-2030, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si, yang meninjau lokasi kejadian, Minggu (19/01/2025). Dalam kunjungan tersebut, Bupati terpilih bertemu di lokasi dengan Kepala BPBD Kabupaten Kuningan, Dandim 0615/Kuningan, Letnan […]

expand_less