Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Festival Kopi Pacitan 2026, Meracik Cita Rasa Lokal dan Merajut Sinergi untuk Perluas Pasar

Festival Kopi Pacitan 2026, Meracik Cita Rasa Lokal dan Merajut Sinergi untuk Perluas Pasar

  • account_circle Yuniardi Sutondo
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Pacitan,JarrakPos.com-Upaya memperkuat potensi kopi lokal sebagai komoditas unggulan daerah terus didorong Pemerintah Kabupaten Pacitan. Melalui Festival Kopi Pacitan 2026, para petani, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), barista, pemilik kedai kopi, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan dipertemukan dalam satu ruang kolaborasi untuk membangun ekosistem bisnis kopi yang berkelanjutan, dari hulu hingga hilir.

Mengusung tema “Meracik Kopi, Merajut Sinergi”, festival yang digelar selama dua hari, 8–9 Oktober 2026, di PLUT KUMKM Pacitan tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan cita rasa kopi Pacitan sekaligus memperluas jejaring usaha dan akses pemasaran produk lokal.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perindustrian Kabupaten Pacitan, Muhammad Ali Mustofa, menyampaikan bahwa pengembangan kopi lokal membutuhkan kerja sama lintas sektor. Potensi kopi Pacitan, menurutnya, perlu didukung dengan peningkatan kualitas dan kuantitas produksi, penguatan identitas produk, serta perluasan pasar agar mampu memberikan nilai tambah bagi petani dan pelaku usaha.

“Festival ini pun tidak sekadar menjadi ajang perayaan kopi, tetapi juga ruang pertemuan antara produsen, pengolah, pelaku UMKM, konsumen, pemerintah, perguruan tinggi, dan mitra usaha untuk menyatukan langkah dalam memajukan kopi daerah,” katanya, Jumat (9/10) .

Beragam Kegiatan, Menguatkan Ekosistem Kopi Pacitan

Semarak Festival Kopi Pacitan 2026 diwarnai berbagai kegiatan yang memadukan kompetisi, promosi produk, edukasi, hiburan, dan diskusi pengembangan usaha.

Salah satu agenda yang menarik perhatian ialah Pacitan Fun Brewing Competition, kompetisi meracik kopi menggunakan metode V60 yang diikuti 48 peserta. Sebanyak 12 peserta di antaranya berasal dari luar daerah. “Kompetisi ini menjadi ruang bagi para peracik kopi untuk mengasah keterampilan, kreativitas, sekaligus memperluas pengalaman dalam menyajikan kopi berkualitas,” jelasnya.

Kreativitas generasi muda turut mendapat panggung melalui Acousteen Competition, yang diikuti 13 grup musik dari kalangan pelajar SMP dan SMA. Kehadiran kompetisi tersebut menambah warna festival dengan memadukan budaya kopi dan ekspresi seni anak muda.

Di sisi lain, bazar UMKM menghadirkan sembilan stan yang terdiri atas dua stan gabungan kelompok tani (gapoktan) kopi yang menampilkan komoditas biji kopi, dua stan UMKM pengolah kopi yang memperkenalkan proses pengolahan dan produk kopi kemasan, serta lima stan kedai kopi lokal.

Bazar tersebut menjadi sarana promosi sekaligus kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat perjalanan kopi Pacitan, mulai dari komoditas hasil pertanian hingga produk siap dinikmati.

Antusiasme juga terlihat dalam Brew Battle antarkepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan pimpinan lembaga jasa keuangan (LJK). Sebanyak 38 peserta, termasuk pejabat eselon II dan para camat, ambil bagian dalam kompetisi menyajikan kopi tersebut. Sekretaris Daerah Kabupaten Pacitan turut berpartisipasi sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kopi lokal.

Suasana festival semakin semarak melalui kegiatan seduh gratis 1.000 cangkir kopi Pacitan, penampilan musik, serta kehadiran Larka Rahadi Riyanto, penggiat kopi sekaligus kreator konten, yang berbagi inspirasi mengenai pengembangan dan promosi kopi.

Sementara itu, forum Rembug Kopi Pacitan mengangkat tema “Menyatukan Rasa, Meracik Masa Depan Kopi Pacitan”. Forum ini menjadi ruang bertukar gagasan untuk merumuskan langkah bersama dalam memperkuat daya saing kopi lokal dan membangun kemitraan yang saling menguntungkan.

Etalase Kopi Pacitan, Jembatan antara Petani dan Pasar

Salah satu langkah strategis yang diperkenalkan dalam rangkaian festival ialah pembukaan Etalase Kopi Pacitan di PLUT KUMKM Pacitan. Inisiatif tersebut hadir untuk menjawab kebutuhan akan ruang terpadu yang menyediakan beragam produk kopi lokal sekaligus menjadi sarana edukasi, promosi, dan pemasaran.

Melalui etalase ini, masyarakat dapat mengenal dan memperoleh berbagai produk kopi Pacitan, mulai dari biji kopi mentah (green bean), biji kopi sangrai (roasted bean), hingga kopi dalam kemasan.

Lebih dari sekadar tempat memajang produk, Etalase Kopi Pacitan dirancang sebagai penghubung antara pembeli dari kalangan industri dengan petani dan UMKM pengolah kopi. Dengan demikian, peluang kemitraan dan perluasan pasar diharapkan semakin terbuka, sementara pelaku usaha lokal memperoleh ruang yang lebih kuat untuk memperkenalkan produknya.

Kehadiran etalase tersebut sekaligus mempertegas peran PLUT KUMKM Pacitan sebagai pusat layanan pendampingan dan pengembangan UMKM, tidak hanya dalam peningkatan kapasitas usaha, tetapi juga dalam mempertemukan produk lokal dengan pasar yang lebih luas.

Membangun Komitmen, Menumbuhkan Kebanggaan terhadap Kopi Lokal

Festival Kopi Pacitan 2026 juga diarahkan untuk menumbuhkan kebanggaan masyarakat terhadap produk daerahnya sendiri. Penguatan identitas dan pencitraan merek kopi Pacitan dinilai penting agar produk lokal semakin dikenal, memiliki daya saing, serta mampu menjangkau konsumen di luar daerah.

Komitmen tersebut akan diperkuat melalui penandatanganan kesepakatan bersama penggunaan dan promosi kopi lokal Pacitan, yang diawali setelah arahan Bupati Pacitan. Langkah ini diharapkan mendorong pemanfaatan kopi lokal di lingkungan instansi pemerintahan, perkantoran, kedai kopi, tempat usaha, hingga berbagai kegiatan masyarakat.

Dukungan nyata dari seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar gerakan mencintai kopi lokal tidak berhenti pada momentum festival. Konsistensi dalam menggunakan, mengenalkan, dan mempromosikan produk daerah diharapkan mampu menciptakan permintaan pasar yang berkelanjutan.

Pada akhirnya, Festival Kopi Pacitan 2026 membawa pesan bahwa kemajuan kopi daerah tidak hanya ditentukan oleh kualitas biji dan keterampilan meracik, tetapi juga oleh kuatnya kolaborasi, kesinambungan kemitraan, serta keberanian membuka akses pasar baru.

Dari kebun petani hingga cangkir penikmat kopi, setiap mata rantai memiliki peran penting dalam menciptakan nilai tambah. Melalui semangat “Meracik Kopi, Merajut Sinergi”, Pacitan berupaya menjadikan kopi lokal bukan sekadar minuman kebanggaan, melainkan juga penggerak ekonomi masyarakat yang mampu mendukung terwujudnya Pacitan yang semakin sejahtera dan bahagia.(Red/yun).

Pacitan,JarrakPos.com-Upaya memperkuat potensi kopi lokal sebagai komoditas unggulan daerah terus didorong Pemerintah Kabupaten Pacitan. Melalui Festival Kopi Pacitan 2026, para petani, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), barista, pemilik kedai kopi, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan dipertemukan dalam satu ruang kolaborasi untuk membangun ekosistem bisnis kopi yang berkelanjutan, dari hulu hingga hilir.

Mengusung tema “Meracik Kopi, Merajut Sinergi”, festival yang digelar selama dua hari, 8–9 Oktober 2026, di PLUT KUMKM Pacitan tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan cita rasa kopi Pacitan sekaligus memperluas jejaring usaha dan akses pemasaran produk lokal.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perindustrian Kabupaten Pacitan, Muhammad Ali Mustofa, menyampaikan bahwa pengembangan kopi lokal membutuhkan kerja sama lintas sektor. Potensi kopi Pacitan, menurutnya, perlu didukung dengan peningkatan kualitas dan kuantitas produksi, penguatan identitas produk, serta perluasan pasar agar mampu memberikan nilai tambah bagi petani dan pelaku usaha.

“Festival ini pun tidak sekadar menjadi ajang perayaan kopi, tetapi juga ruang pertemuan antara produsen, pengolah, pelaku UMKM, konsumen, pemerintah, perguruan tinggi, dan mitra usaha untuk menyatukan langkah dalam memajukan kopi daerah,” katanya, Jumat (9/10) .

Beragam Kegiatan, Menguatkan Ekosistem Kopi Pacitan

Semarak Festival Kopi Pacitan 2026 diwarnai berbagai kegiatan yang memadukan kompetisi, promosi produk, edukasi, hiburan, dan diskusi pengembangan usaha.

Salah satu agenda yang menarik perhatian ialah Pacitan Fun Brewing Competition, kompetisi meracik kopi menggunakan metode V60 yang diikuti 48 peserta. Sebanyak 12 peserta di antaranya berasal dari luar daerah. “Kompetisi ini menjadi ruang bagi para peracik kopi untuk mengasah keterampilan, kreativitas, sekaligus memperluas pengalaman dalam menyajikan kopi berkualitas,” jelasnya.

Kreativitas generasi muda turut mendapat panggung melalui Acousteen Competition, yang diikuti 13 grup musik dari kalangan pelajar SMP dan SMA. Kehadiran kompetisi tersebut menambah warna festival dengan memadukan budaya kopi dan ekspresi seni anak muda.

Di sisi lain, bazar UMKM menghadirkan sembilan stan yang terdiri atas dua stan gabungan kelompok tani (gapoktan) kopi yang menampilkan komoditas biji kopi, dua stan UMKM pengolah kopi yang memperkenalkan proses pengolahan dan produk kopi kemasan, serta lima stan kedai kopi lokal.

Bazar tersebut menjadi sarana promosi sekaligus kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat perjalanan kopi Pacitan, mulai dari komoditas hasil pertanian hingga produk siap dinikmati.

Antusiasme juga terlihat dalam Brew Battle antarkepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan pimpinan lembaga jasa keuangan (LJK). Sebanyak 38 peserta, termasuk pejabat eselon II dan para camat, ambil bagian dalam kompetisi menyajikan kopi tersebut. Sekretaris Daerah Kabupaten Pacitan turut berpartisipasi sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kopi lokal.

Suasana festival semakin semarak melalui kegiatan seduh gratis 1.000 cangkir kopi Pacitan, penampilan musik, serta kehadiran Larka Rahadi Riyanto, penggiat kopi sekaligus kreator konten, yang berbagi inspirasi mengenai pengembangan dan promosi kopi.

Sementara itu, forum Rembug Kopi Pacitan mengangkat tema “Menyatukan Rasa, Meracik Masa Depan Kopi Pacitan”. Forum ini menjadi ruang bertukar gagasan untuk merumuskan langkah bersama dalam memperkuat daya saing kopi lokal dan membangun kemitraan yang saling menguntungkan.

Etalase Kopi Pacitan, Jembatan antara Petani dan Pasar

Salah satu langkah strategis yang diperkenalkan dalam rangkaian festival ialah pembukaan Etalase Kopi Pacitan di PLUT KUMKM Pacitan. Inisiatif tersebut hadir untuk menjawab kebutuhan akan ruang terpadu yang menyediakan beragam produk kopi lokal sekaligus menjadi sarana edukasi, promosi, dan pemasaran.

Melalui etalase ini, masyarakat dapat mengenal dan memperoleh berbagai produk kopi Pacitan, mulai dari biji kopi mentah (green bean), biji kopi sangrai (roasted bean), hingga kopi dalam kemasan.

Lebih dari sekadar tempat memajang produk, Etalase Kopi Pacitan dirancang sebagai penghubung antara pembeli dari kalangan industri dengan petani dan UMKM pengolah kopi. Dengan demikian, peluang kemitraan dan perluasan pasar diharapkan semakin terbuka, sementara pelaku usaha lokal memperoleh ruang yang lebih kuat untuk memperkenalkan produknya.

Kehadiran etalase tersebut sekaligus mempertegas peran PLUT KUMKM Pacitan sebagai pusat layanan pendampingan dan pengembangan UMKM, tidak hanya dalam peningkatan kapasitas usaha, tetapi juga dalam mempertemukan produk lokal dengan pasar yang lebih luas.

Membangun Komitmen, Menumbuhkan Kebanggaan terhadap Kopi Lokal

Festival Kopi Pacitan 2026 juga diarahkan untuk menumbuhkan kebanggaan masyarakat terhadap produk daerahnya sendiri. Penguatan identitas dan pencitraan merek kopi Pacitan dinilai penting agar produk lokal semakin dikenal, memiliki daya saing, serta mampu menjangkau konsumen di luar daerah.

Komitmen tersebut akan diperkuat melalui penandatanganan kesepakatan bersama penggunaan dan promosi kopi lokal Pacitan, yang diawali setelah arahan Bupati Pacitan. Langkah ini diharapkan mendorong pemanfaatan kopi lokal di lingkungan instansi pemerintahan, perkantoran, kedai kopi, tempat usaha, hingga berbagai kegiatan masyarakat.

Dukungan nyata dari seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar gerakan mencintai kopi lokal tidak berhenti pada momentum festival. Konsistensi dalam menggunakan, mengenalkan, dan mempromosikan produk daerah diharapkan mampu menciptakan permintaan pasar yang berkelanjutan.

Pada akhirnya, Festival Kopi Pacitan 2026 membawa pesan bahwa kemajuan kopi daerah tidak hanya ditentukan oleh kualitas biji dan keterampilan meracik, tetapi juga oleh kuatnya kolaborasi, kesinambungan kemitraan, serta keberanian membuka akses pasar baru.

Dari kebun petani hingga cangkir penikmat kopi, setiap mata rantai memiliki peran penting dalam menciptakan nilai tambah. Melalui semangat “Meracik Kopi, Merajut Sinergi”, Pacitan berupaya menjadikan kopi lokal bukan sekadar minuman kebanggaan, melainkan juga penggerak ekonomi masyarakat yang mampu mendukung terwujudnya Pacitan yang semakin sejahtera dan bahagia.(Red/yun).

  • Penulis: Yuniardi Sutondo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jadi Ketum IPF, Nazaruddin Dorong Prestasi Pickleball Indonesia di level Internasional

    Jadi Ketum IPF, Nazaruddin Dorong Prestasi Pickleball Indonesia di level Internasional

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Syawal
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Medan – Muhammad Nazaruddin resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Indonesia Pickleball Federation (IPF) untuk periode 2026–2031 dalam Musyawarah Nasional (Munas) yang digelar di Hotel Artotel Jakarta Pusat , pada tanggal (31/03/2026) lalu Keputusan tersebut diambil secara bulat oleh 29 delegasi pengurus provinsi IPF dari seluruh Indonesia yang hadir dalam forum tertinggi organisasi tersebut. Terpilihnya Nazaruddin menandai babak baru […]

  • Bank Bengkulu Perkuat Sistem Pengawasan, Gubernur Helmi Hasan Lantik Direktur Kepatuhan Baru

    Bank Bengkulu Perkuat Sistem Pengawasan, Gubernur Helmi Hasan Lantik Direktur Kepatuhan Baru

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Sepriyanita
    • visibility 166
    • 0Komentar

    BENGKULU, jarrakpos.com – Gubernur Bengkulu Helmi Hasan melantik Somi Mohamad Yunus sebagai Direktur Kepatuhan Bank Bengkulu dalam acara resmi yang digelar di Aula H. Mochtar Azehari, Kamis (30/4/2026). Pelantikan ini mempertegas komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sistem pengawasan dan tata kelola perbankan. Pengangkatan tersebut mengacu pada keputusan Dewan Komisaris PT BPD Bengkulu Nomor 05 Tahun […]

  • Rahmad Sukendar Desak Polri Tinggalkan Budaya Hedon: Pertemuan Kapolri–Kasatwil Harus Jadi Titik Balik Reformasi

    Rahmad Sukendar Desak Polri Tinggalkan Budaya Hedon: Pertemuan Kapolri–Kasatwil Harus Jadi Titik Balik Reformasi

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Tude
    • visibility 239
    • 0Komentar

    JAKARTA, jarrakpos.com – Ketua Umum BPI KPNPA RI, Rahmad Sukendar, menilai pertemuan Kapolri bersama seluruh Kepala Satuan Wilayah (Kasatwil) se-Indonesia harus menjadi momentum pembenahan besar-besaran di tubuh Polri. Ia menegaskan bahwa masyarakat menuntut perubahan nyata, bukan sekadar seremonial atau wacana reformasi yang tidak kunjung terwujud.  “Agenda yang digelar Kapolri ini harus jadi titik balik. Polri […]

  • BULOG NTT Pastikan Stok Minyak Kita Aman, Harga Tetap Stabil

    BULOG NTT Pastikan Stok Minyak Kita Aman, Harga Tetap Stabil

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Mario
    • visibility 227
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Kabar menyejukkan datang bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur. Perum BULOG Kantor Wilayah NTT memastikan ketersediaan minyak goreng Minyak Kita dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan warga di seluruh wilayah. Kepastian ini bukan sekadar pernyataan, melainkan hasil dari pemantauan rutin yang dilakukan langsung di lapangan. BULOG NTT secara konsisten melakukan monitoring distribusi […]

  • Pemkot Kupang Alokasikan Bansos PBI/KIS Gratis bagi 38.337 Warga Miskin Sepanjang 2025

    Pemkot Kupang Alokasikan Bansos PBI/KIS Gratis bagi 38.337 Warga Miskin Sepanjang 2025

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • account_circle Mario
    • visibility 259
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Pemerintah Kota Kupang kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat perlindungan sosial bagi masyarakat kurang mampu. Sepanjang tahun 2025, Pemkot Kupang mengalokasikan bantuan sosial berupa Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional atau KIS Gratis yang menyasar 38.337 jiwa masyarakat miskin, dengan pendanaan bersumber dari APBD Kota Kupang. Program ini menjadi bagian dari upaya strategis […]

  • Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu menetapkan 12 proyek strategis untuk tahun anggaran 2025

    Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu menetapkan 12 proyek strategis untuk tahun anggaran 2025

    • calendar_month Selasa, 25 Mar 2025
    • account_circle Diana Ningsih
    • visibility 280
    • 0Komentar

    Jarrakpos. Com ROKAN HULU — Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu menetapkan 12 proyek strategis untuk tahun anggaran 2025. Penetapan tersebut tertuang didalam Keputusan Bupati Rokan Hulu Nomor Kpts. 100.3.3.2/BAPPEDA/169/2025, tanggal 25 Maret 2025. Penetapan tersebut menyebutkan bahwa proyek-proyek strategis dirancang untuk mengakselerasi pembangunan infrastruktur dasar serta meningkatkan kualitas layanan public. Pembangunan diprioritaskan untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi […]

expand_less