Bupati Bandung Barat Tekankan Potensi Desa Usai Lantik 16 BPD Lembang
- account_circle Derry Rachman
- calendar_month 15 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

JARRAKPOS.COM — Sebanyak 16 Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), resmi dilantik untuk masa jabatan 2026-2034.
Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail meminta para anggota BPD yang baru dilantik memperkuat sinergi dengan pemerintah desa dan masyarakat demi mendorong pembangunan serta mengoptimalkan potensi wilayah.
Pelantikan dan pengambilan sumpah/janji anggota BPD tersebut digelar di AMTC Teras Lembang, Jalan Raya Tangkuban Parahu Nomor 17, Desa Cibogo, Kecamatan Lembang, Selasa (6/10/2026).
Prosesi pelantikan diikuti anggota BPD dari 16 desa, yakni Cibodas, Cibogo, Cikahuripan, Cikidang, Cikole, Gudangkahuripan, Jayagiri, Kayuambon, Langensari, Lembang, Mekarwangi, Pagerwangi, Sukajaya, Suntenjaya, Wangunharja, dan Wangunsari.
Dalam kesempatan itu, Jeje menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh anggota BPD yang mendapat amanah untuk menjalankan fungsi kelembagaan di tingkat desa. Ia meminta amanah tersebut dijalankan dengan penuh tanggung jawab serta mengedepankan kepentingan masyarakat.
Menurut Jeje, pelantikan BPD tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial. Momentum tersebut harus menjadi awal untuk membangun komitmen bersama antara BPD, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan sekaligus mengembangkan potensi desa.
“Saya berharap momen ini bisa menjadi momentum kebersamaan, dengan niat dan komitmen sebagai bentuk kecintaan kepada desa masing-masing,” kata Jeje.
Ia menegaskan, BPD mempunyai posisi strategis dalam menyerap sekaligus menyampaikan aspirasi warga. Karena itu, anggota BPD dituntut memahami kondisi riil masyarakat dan mampu mengawal kebutuhan warga dalam proses pembangunan desa.
Jeje juga mendorong BPD bersama pemerintah desa melakukan pemetaan terhadap berbagai persoalan, kebutuhan, keterbatasan, hingga potensi yang dimiliki masing-masing desa.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat setiap desa di Kecamatan Lembang memiliki karakteristik dan sumber daya yang berbeda. Potensi tersebut mencakup sektor pertanian, perkebunan, peternakan, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), pariwisata, hingga ekonomi kreatif.
“Lembang ini bisa dibilang menjadi ikon Bandung Barat. Kalau orang berbicara Bandung Barat, salah satu yang paling diingat adalah Lembang. Karena itu, saya berharap BPD bersama pemerintah desa bisa bekerja dengan baik dan bersama-sama mencari solusi atas persoalan masyarakat,” ujarnya.
Jeje turut mengingatkan seluruh unsur pemerintahan desa agar tidak membiarkan kepentingan tertentu menggeser fokus pembangunan dari kebutuhan masyarakat. Menurutnya, peningkatan kesejahteraan warga harus tetap menjadi orientasi utama dalam setiap kebijakan dan program desa.
“Mari kita fokus pada pembangunan desa, memenuhi kebutuhan masyarakat, sekaligus mengembangkan potensi yang dimiliki masing-masing desa,” tuturnya.
Dengan dilantiknya 16 BPD tersebut, Jeje berharap tata kelola pemerintahan desa di Kecamatan Lembang semakin solid dan partisipatif. BPD juga diharapkan mampu menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah desa, sehingga aspirasi warga dapat lebih efektif diterjemahkan menjadi kebijakan serta program pembangunan.
Pelantikan ini sekaligus menjadi tantangan bagi para anggota BPD untuk membuktikan bahwa keberadaan lembaga permusyawaratan desa bukan hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi benar-benar hadir mengawal kepentingan masyarakat dan mendorong desa semakin mandiri.***
- Penulis: Derry Rachman




Saat ini belum ada komentar