Bupati Bandung Barat Tepati Janji, Siswa SDN Budiharja Kini Diantar Mobil Gratis Tak Lagi Menyeberang Waduk
- account_circle Derry Rachman
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

JARRAKPOS.COM — Kekhawatiran belasan siswa SDN Budiharja, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, saat berangkat dan pulang sekolah kini mulai berakhir.
Anak-anak dari Kampung Perlas yang selama ini harus menyeberangi perairan Waduk Saguling menggunakan getek untuk menuju sekolah di Kampung Gombong, kini memiliki akses transportasi yang lebih aman.
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menyerahkan satu unit mobil angkutan khusus siswa kepada Pemerintah Desa Budiharja. Kendaraan tersebut disiapkan untuk mengantar dan menjemput para siswa secara gratis.
Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail mengatakan, penyediaan kendaraan tersebut merupakan bentuk tindak lanjut atas kunjungannya ke wilayah tersebut pada Agustus lalu. Saat itu, ia melihat langsung kondisi para siswa yang harus melintasi perairan Waduk Saguling demi bisa bersekolah.
Kondisi geografis yang selama ini menjadi tantangan bagi anak-anak tersebut mendorong Pemkab Bandung Barat mencari solusi transportasi yang dinilai lebih aman.
Mobil angkutan siswa itu diserahkan langsung Jeje kepada Kepala Desa Budiharja Ahmad Syarif Hidayat. Prosesi penyerahan turut disaksikan Camat Cililin H. Opa Mustofa dan Ketua Apdesi Cililin Tedy Kusnadi.
Tak sekadar menyerahkan kendaraan, Jeje juga ikut mengantar para siswa pulang sekolah menuju Kampung Perlas menggunakan mobil tersebut.
Kehadiran kendaraan itu disambut antusias para siswa. Setibanya di Kampung Perlas, rombongan disambut para orang tua dan puluhan warga yang telah menunggu. Suasana haru bercampur kegembiraan terlihat saat anak-anak turun dari kendaraan.
“Hari ini, saya kembali hadir untuk memenuhi janji saya kepada anak-anak dan memberikan satu unit mobil sebagai solusi terbaik untuk transportasi yang lebih aman bagi keselamatan anak-anak,” ujar Jeje saat penyerahan kendaraan.
Menurutnya, fasilitas tersebut bukan hanya berkaitan dengan transportasi, tetapi juga menyangkut keselamatan anak sekaligus memastikan hambatan geografis tidak mengganggu akses mereka terhadap pendidikan.
Jeje juga memastikan mobil angkutan siswa dapat dimanfaatkan secara cuma-cuma untuk kebutuhan antar-jemput sekolah maupun kegiatan pendidikan lainnya.
“Tolong beritahukan kepada orang tua yang lain yang tidak hadir saat ini, bahwa pemberian mobil angkutan seluruhnya gratis. Jika kemudian hari ada oknum yang meminta biaya, segera laporkan,” tegasnya.
Dengan adanya kendaraan tersebut, para siswa SDN Budiharja diharapkan tidak lagi harus menyeberangi Waduk Saguling menggunakan getek setiap kali berangkat maupun pulang sekolah.
Bagi anak-anak Kampung Perlas, mobil itu bukan sekadar kendaraan. Kehadirannya menjadi jalan baru menuju sekolah yang lebih aman, sekaligus menjaga agar semangat mereka menuntut ilmu tidak terhalang kondisi geografis.
Kini, perjalanan menuju sekolah yang sebelumnya penuh risiko perlahan berubah menjadi perjalanan yang lebih aman dan nyaman.
- Penulis: Derry Rachman




Saat ini belum ada komentar