Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Soroti Belanja Pegawai Hingga Rencana Utang, Fraksi Gerindra Kritik Tajam Raperda APBD Kuningan 2027

Soroti Belanja Pegawai Hingga Rencana Utang, Fraksi Gerindra Kritik Tajam Raperda APBD Kuningan 2027

  • account_circle Ghana
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

KUNINGAN, Jarrakpos.com – Suasana Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Kuningan memanas saat Fraksi Partai Gerindra menyampaikan Pandangan Umum (PU) terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang APBD Tahun Anggaran 2027. Melalui juru bicaranya, Sri Laelasari, Fraksi Gerindra melontarkan kritik tajam terkait struktur anggaran daerah yang dinilai belum berpihak secara optimal kepada masyarakat.

​Dalam nota keuangan APBD 2027, Pendapatan Daerah dirancang sebesar Rp 2,678 triliun lebih, sementara Belanja Daerah dipatok Rp 2,685 triliun lebih. Di balik angka tersebut, Gerindra menyoroti sejumlah ketimpangan krusial yang dinilai berpotensi mengancam kesehatan fiskal Kabupaten Kuningan.

​Alokasi Belanja Pegawai Melampaui Batas UU HKPD

​Sorotan paling tajam diarahkan pada alokasi Belanja Pegawai yang mencapai Rp 1,301 triliun lebih atau sekitar 48,45% dari total anggaran belanja daerah. Sri mengingatkan bahwa angka ini berbenturan langsung dengan Pasal 146 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (HKPD), yang mewajibkan batas maksimal belanja pegawai sebesar 30% mulai tahun 2027.

​”Pemerintah daerah dituntut melakukan pemetaan ulang beban belanja dan rasionalisasi anggaran agar ambang batas 30 persen terpenuhi, tanpa mengorbankan kualitas pelayanan publik maupun kesejahteraan aparatur,” tegas Sri dalam rapat paripurna tersebut.

​Dominasi Belanja Operasi dan Minimnya Anggaran Infrastruktur 

​Ketimpangan juga terlihat dari struktur belanja yang didominasi Belanja Operasi hingga 78,28% (Rp 2,102 triliun lebih). Besarnya belanja rutin ini dinilai menggerus ruang fiskal untuk pembangunan infrastruktur publik.

​Fraksi Gerindra mencatat alokasi Belanja Modal untuk Jalan, Jaringan, dan Irigasi hanya mendapat porsi Rp 27,93 miliar, padahal sektor ini merupakan penggerak utama ekonomi UMKM dan pertanian daerah. Ironisnya, alokasi terbesar justru tersedot pada Belanja Modal Peralatan dan Mesin sebesar Rp 48,34 miliar (lebih dari 40% total belanja modal), yang dinilai membutuhkan pengawasan serta transparansi ketat.

​Sektor PAD dan Retribusi Ditargetkan Terlalu Rendah 

​Dari sisi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ditargetkan sebesar Rp 459,87 miliar (17,1% dari total pendapatan), Gerindra menilai pengelolaan potensi daerah masih terlampau konservatif. Beberapa pos pendapatan yang dikritik antara lain:

​Pajak MBLB ditargetkan hanya Rp 2,5 miliar, Pajak Air Tanah dipatok pada angka Rp 4 miliar, Retribusi Pariwisata ditargetkan sebesar Rp 972 juta lebih,
​Retribusi Pelayanan Pasar Hanya dibebankan target Rp 610 juta lebih.

​Target-target tersebut dinilai terlalu kecil dan tidak sebanding dengan potensi riil sektor kepariwisataan dan perdagangan di Kabupaten Kuningan.

​Desak Penganggaran Berbasis Kinerja

​Menutup pandangannya, Fraksi Gerindra menyoroti alokasi pengeluaran pembiayaan sebesar Rp 18,5 miliar untuk pembayaran utang daerah, serta penggunaan SiLPA sebesar Rp 25,5 miliar agar dikalkulasi secara realistis dan tidak sekadar menjadi penambal defisit akibat perencanaan yang buruk.

​Atas dasar berbagai catatan tersebut, Fraksi Partai Gerindra mendesak pihak Eksekutif untuk beralih ke sistem anggaran berbasis kinerja agar setiap rupiah APBD benar-benar terserap secara tepat sasaran demi kesejahteraan masyarakat Kuningan. (Agh@N)

  • Penulis: Ghana

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Temui Warga Tanjung Agung, Wakil Ketua II DPRD Kaur Mardianto: Pemerintah Terus Upayakan Perbaikan Jalan, Terkendala Penarikan Dana Impres oleh Pusat

    Temui Warga Tanjung Agung, Wakil Ketua II DPRD Kaur Mardianto: Pemerintah Terus Upayakan Perbaikan Jalan, Terkendala Penarikan Dana Impres oleh Pusat

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 969
    • 0Komentar

    KAUR,jarrakpos.com – Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Kaur, Mardianto SAP, menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kaur tidak tinggal diam terkait kondisi infrastruktur jalan yang rusak di sejumlah wilayah, seperti Tanjung Agung, Tanjung Awur, dan Air Bacang. Namun, realisasi perbaikan jalan saat ini mengalami kendala akibat kebijakan pemerintah pusat yang menarik dana impres. “Masyarakat tidak bisa […]

  • Putus Mata Rantai Pencurian Aset Publik dan Vandalisme, BP Batam Teken Pakta Integritas Bersama Polda Kepri dan Pelaku Usaha Scrap

    Putus Mata Rantai Pencurian Aset Publik dan Vandalisme, BP Batam Teken Pakta Integritas Bersama Polda Kepri dan Pelaku Usaha Scrap

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle Habil
    • visibility 146
    • 0Komentar

    BATAM, Jarrakpos.com | Maraknya pencurian dan vandalisme terhadap fasilitas publik menjadi perhatian serius. Untuk menutup ruang peredaran barang hasil kejahatan, BP Batam bersama Polda Kepri dan pelaku usaha besi tua (scrap) menandatangani Pakta Integritas Pencegahan Penadahan dan Perdagangan Barang Hasil Tindak Pidana di Aula Polresta Barelang, Senin (15/6). Pakta integritas ini menjadi bentuk komitmen bersama […]

  • Menkomdigi Keluarkan SE: Operator Dilarang Hilangkan Sisa Kuota Internet dan Tarik Biaya Tambahan!

    Menkomdigi Keluarkan SE: Operator Dilarang Hilangkan Sisa Kuota Internet dan Tarik Biaya Tambahan!

    • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
    • account_circle Hadi Supangat
    • visibility 61
    • 0Komentar

    JAKARTA, JARRAKPOS.COM – Pemerintah resmi mengeluarkan kebijakan larangan bagi operator seluler untuk menghilangkan sisa kuota internet pelanggan yang telah dibayarkan. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Menteri Komunikasi dan Digital (SE Menkomdigi) Nomor 4 Tahun 2026 tentang Kewajiban Pemenuhan Pilihan Layanan dan Perlindungan Sisa Kuota, yang diterbitkan pada 28 Agustus 2026. Langkah ini merupakan tindak […]

  • Semeja Bahas Hutan Sosial, Usman Husin Minta Perhatian Khusus Menteri Kehutanan untuk Petani NTT

    Semeja Bahas Hutan Sosial, Usman Husin Minta Perhatian Khusus Menteri Kehutanan untuk Petani NTT

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Mario
    • visibility 363
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi PKB, Usman Husin, terlihat duduk semeja dan terlibat perbincangan dengan Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, membahas pemanfaatan kawasan hutan untuk kepentingan masyarakat petani di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam pertemuan tersebut, Usman Husin secara khusus mengangkat isu kawasan hutan milik Kementerian Kehutanan yang berada di Kabupaten […]

  • Satreskrim Polresta Cirebon Ungkap 17 Kasus Kriminal, 18 Tersangka dan Puluhan Barang Bukti Diamankan

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • account_circle Hadi Supangat
    • visibility 690
    • 0Komentar

    CIREBON, JARRAKPOS.COM – Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Cirebon kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Hingga akhir September 2025, Satreskrim Polresta Cirebon berhasil mengungkap 17 kasus tindak pidana dengan 18 tersangka yang berhasil diamankan. Kapolresta Cirebon Kombes Pol Sumarni, S.I.K., S.H., M.H., menyampaikan bahwa pengungkapan berbagai kasus tersebut merupakan hasil kerja […]

  • David Boimau Siap Konsolidasi Hanura, Bidik Pimpinan DPRD TTS

    David Boimau Siap Konsolidasi Hanura, Bidik Pimpinan DPRD TTS

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Mario
    • visibility 107
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), David Boimau, menyatakan kesiapannya mengemban amanah baru sebagai Koordinator Daerah Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) untuk wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Amanah tersebut diyakini menjadi momentum memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus mengembalikan kejayaan Hanura di daerah yang dikenal sebagai salah satu basis politik terbesar di NTT. […]

expand_less