Kinerja Erick Thohir Disorot, PSSI Disebut Habiskan Anggaran Negara
- account_circle Syawal
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Medan – Kinerja Erick Thohir disorot publik. Itu dikarenakan PSSI belum punya prestasi sejak Erick Tohir jadi ketua umum
“Kalau kami amati ini pengurus mau bermain api jadi efouria belaka untuk habis kan anggaran. Sudah berapa lama kita memakai naturalisasi namun prestasi nol dan sudah berapa banyak uang yang habis untuk naturalisasi dan pelatih, apakah ini tidak menjadi evaluasi PSSI dan asprov” kata pengamat sepakbola Syafril SH dalam pesan wasthap nya Minggu (27/9)
Pria yang berprofesi sebagai lawyer ini berharap sebaik negara turun tangan copot Ketum PSSI nya dan serta perangkat nya sampai ke daerah asprov dan Askot/askab karena tidak bekerja maksimal,
“Coba kita bina usia dini dari U10, U-16 saya punya keyakinan kita bisa bangkit, tapi setelah di bina untuk timnas Indonesia jangan di rombak dan jangan di pecah belah kalau ada pemain yang lebih baik boleh, jika titipan buang aja kelaut, karena semua pelaksana tugas asprov dan Askot/askab tidak bekerja maksimal hanya bertengger jadi ketua”, ujarnya
Menurut nya, jika terus begini tak mungkin berprestasi. ” Jangan harap kita bisa juara Asia, Sea games dan zona piala dunia, seharus nya sadar pengurus PSSI dari tingkat daerah, provinsi dan pusat.
Heran nya tambah Syafril tidak pernah mengakui kesalahan seolah mereka yang paling benar dalam kancah sepak bola.
Untuk meningkat kan profesional kita harus ganti ketua asprov se Indonesia yang tidak bekerja maksimal, apa lagi hanya mengandalkan kan ketum nya saja dah bubar aja PSSI. “Jika tidak bisa bangkit, apakah Plt se Indonesia bisa ikut jadi voter, kenapa klub tidak bisa ikut menjadi voter walau pun dia tidak melaksanakan atau tidak ikut kompetisi yang di tentukan PSSI.
Timbul pertanyaan PSSI di daerah apakah sudah mengikuti semua aturan dan jadwal yang di tetap kan oleh PSSI pusat, maka nya PSSI itu harus punya tim monitoring atau evaluasi kepengurusan didaerah
- Penulis: Syawal




Saat ini belum ada komentar