Usman Husin Salurkan 9,05 Ton Benih Jagung Hibrida untuk 42 Kelompok Tani di Kabupaten Kupang
- account_circle Mario
- calendar_month 40 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Harapan petani untuk mendapatkan dukungan pada musim tanam pertama (MT I) kembali mendapat perhatian. Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Usman Husin, menyalurkan bantuan benih jagung hibrida sebanyak 9,05 ton bagi 42 kelompok tani di tiga kecamatan di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Penyaluran bantuan yang berlangsung pada Jumat, 16 Oktober 2026, menyasar kelompok tani di Kecamatan Fatuleu, Amabi Oefeto Timur, dan Amarasi Timur. Bantuan ini diharapkan membantu petani mempersiapkan lahan, memenuhi kebutuhan benih, serta meningkatkan produktivitas pertanian pada musim tanam MT I.
Di Kecamatan Fatuleu, sebanyak 2.300 kilogram benih jagung hibrida disalurkan kepada 12 kelompok tani. Sementara itu, Kecamatan Amabi Oefeto Timur menerima 2.250 kilogram untuk 10 kelompok tani.
Adapun Kecamatan Amarasi Timur mendapatkan bantuan sebanyak 4.500 kilogram benih jagung hibrida yang menyasar petani di Desa Oebesi, Desa Pakubaun, dan Desa Rabeka.
Dengan demikian, total bantuan benih jagung hibrida yang disalurkan di tiga kecamatan tersebut mencapai 9.050 kilogram atau 9,05 ton. Bantuan ini menjadi salah satu bentuk dukungan bagi petani dalam menghadapi musim tanam sekaligus mendorong pengembangan sektor pertanian diKabupaten Kupang.
Bagi Usman Husin, perhatian terhadap petani harus diwujudkan melalui dukungan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Petani memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan pangan sekaligus menopang kehidupan keluarga dan perekonomian daerah.
Karena itu, bantuan benih jagung hibrida diharapkan tidak hanya meringankan kebutuhan petani dalam mempersiapkan musim tanam, tetapi juga membuka peluang untuk meningkatkan hasil produksi.
“Bagi saya, membantu petani bukan sekadar menyerahkan bantuan. Yang terpenting adalah bantuan tersebut benar-benar sampai kepada kelompok tani yang membutuhkan dan dimanfaatkan dengan baik. Petani harus mendapat kesempatan untuk mengembangkan lahannya, meningkatkan hasil panen, dan memperbaiki kesejahteraan keluarganya,” ucap Usman Husin.
Usman berharap para penerima memanfaatkan benih tersebut secara optimal, mulai dari proses penanaman hingga perawatan tanaman. Dengan pengelolaan yang baik, bantuan ini diharapkan memberikan manfaat bagi produktivitas pertanian dan pendapatan keluarga petani.
Baginya, petani tidak boleh dibiarkan menghadapi berbagai tantangan produksi sendirian. Ketersediaan benih, alat dan mesin pertanian (alsintan), serta fasilitas pendukung lainnya merupakan bagian penting dalam mendorong pertanian yang lebih maju.
Bagi petani penerima bantuan, benih jagung yang disalurkan bukan sekadar sarana produksi. Bantuan tersebut juga membawa harapan untuk menjalani musim tanam dengan lebih baik.
“Kami berterima kasih karena bantuan benih ini sangat berarti bagi kami, terutama dalam menghadapi musim tanam. Kebutuhan petani cukup banyak, mulai dari benih hingga biaya mengolah lahan. Dengan adanya bantuan ini, kami berharap bisa menanam lebih baik dan memperoleh hasil panen yang memuaskan,” ungkap petani.
Petani juga berharap perhatian terhadap sektor pertanian tidak berhenti pada bantuan benih. Dukungan berupa alsintan, sarana pengairan, dan fasilitas pendukung lainnya masih dibutuhkan agar pengolahan lahan menjadi lebih mudah dan produktivitas dapat terus ditingkatkan.
Harapan tersebut menunjukkan bahwa petani membutuhkan dukungan yang berkelanjutan. Sebab, keberhasilan pertanian tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan benih, tetapi juga oleh kemampuan mengolah lahan, merawat tanaman, dan menghadapi berbagai kendala selama musim tanam.
Tenaga ahli Usman Husin, Yorim Boimau, turut menekankan pentingnya memastikan bantuan pertanian menjangkau kelompok yang membutuhkan dan dimanfaatkan sesuai peruntukannya.
“Bantuan benih ini diharapkan menjadi modal bagi petani untuk menghadapi musim tanam. Karena itu, benih yang telah diterima perlu dimanfaatkan secara optimal agar dapat mendukung peningkatan produksi. Harapannya, bantuan ini tidak hanya tersalurkan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi petani dan keluarganya,” imbuh Yorim Boimau.
Penyaluran 9,05 ton benih jagung hibrida bagi kelompok tani di Kecamatan Fatuleu, Amabi Oefeto Timur, dan Amarasi Timur diharapkan membantu petani mempersiapkan musim tanam pertama dengan lebih baik.
Dukungan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor pertanian di Kabupaten Kupang, daerah yang memiliki potensi pengembangan tanaman pangan dan sumber penghidupan masyarakat yang bergantung pada kegiatan usaha tani.
Lebih dari sekadar bantuan benih, dukungan bagi petani diharapkan menjadi dorongan untuk meningkatkan produktivitas lahan, memperbaiki hasil panen, dan memperkuat ekonomi keluarga.
Pada akhirnya, pertanian yang kuat bukan hanya ditentukan oleh luas lahan atau banyaknya benih yang ditanam, tetapi juga oleh dukungan yang tepat, pengelolaan yang baik, dan kesempatan bagi petani untuk menikmati hasil kerja keras mereka.***
- Penulis: Mario





Saat ini belum ada komentar