Bursa Sekda Pacitan Mulai Menghangat, Maulana Heru: Semua Eselon II Punya Peluang
- account_circle Yuniardi Sutondo
- calendar_month 1 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Sekda Pacitan, Dr. Ir. H. Maulana Heru Wiwoho Supadi Putro, M. Si
Pacitan,JarrakPos.com-Pergantian pucuk birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pacitan memang belum di depan mata.
Namun, purna tugas Sekretaris Daerah (Sekda) Pacitan, Maulana Heru Wiwoho Supadi Putro, pada Juli 2027 mendatang mulai memunculkan spekulasi mengenai siapa sosok yang bakal mengisi kursi strategis tersebut.
Sejumlah nama pejabat eselon II pun mulai disebut-sebut memiliki kans untuk meneruskan tongkat estafet birokrasi tertinggi di lingkungan Pemkab Pacitan. Di antaranya Kepala Dinas Pendidikan, Khemal Pandu Pratikna, serta Kepala Badan Keuangan Daerah, Deni Cahyantoro.
Namun, Maulana Heru memilih tidak masuk terlalu jauh dalam bursa nama tersebut. Mantan kepala sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) strategis itu justru menegaskan bahwa peluang menjadi Sekda terbuka bagi seluruh pejabat eselon II.
“Calon Sekda itu tidak hanya dua. Bisa lima sampai sepuluh. Yang jelas, semua pejabat eselon II berpeluang menjadi Sekda,” kata Maulana Heru saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (25/9).
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa pembicaraan mengenai calon penggantinya masih terlalu dini jika hanya mengerucut pada beberapa nama.
Ketika kembali dicecar mengenai kemungkinan kaderisasi atau sosok yang dipandang mulai dipersiapkan sebagai penerusnya, Maulana Heru tetap bergeming. Ia enggan memberikan penilaian maupun mengarahkan opini pada figur tertentu.
Menurutnya, seluruh pejabat eselon II memiliki ruang yang sama untuk mengikuti proses apabila nantinya terdapat seleksi pengisian jabatan Sekda.
“Nggak ada, semua (pejabat eselon II, Red) berpeluang. Ya ada Khemal, Deni, Heri, dr. Daru, dan lainnya, punya peluang sama,” tegasnya.
Kursi Sekda sendiri merupakan salah satu posisi paling strategis dalam struktur pemerintahan daerah. Selain berperan sebagai penggerak koordinasi antar-OPD, Sekda juga menjadi simpul penting dalam memastikan roda pemerintahan dan pelayanan publik berjalan sesuai kebijakan kepala daerah.
Karena itu, meski masa purna tugas Maulana Heru masih sekitar sepuluh bulan lagi, munculnya sejumlah nama dalam percakapan publik menjadi bagian dari dinamika birokrasi yang lazim terjadi menjelang pergantian pejabat senior.
Namun hingga saat ini, belum ada keputusan maupun penetapan resmi mengenai siapa yang akan menggantikan Maulana Heru. Seluruh pejabat eselon II masih memiliki peluang yang sama, sementara proses pengisian jabatan nantinya tetap mengikuti mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
Dengan demikian, bursa Sekda Pacitan belum benar-benar mengerucut. Nama boleh bermunculan, tetapi keputusan akhir masih menjadi bagian dari proses yang waktunya belum tiba.(Red/yun).
- Penulis: Yuniardi Sutondo




Saat ini belum ada komentar