Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Ketua Komisi V DPRD NTT: Program “Belajar Sambil Mengabdi” SMKN 5 Kupang Layak Jadi Model SMK se-NTT

Ketua Komisi V DPRD NTT: Program “Belajar Sambil Mengabdi” SMKN 5 Kupang Layak Jadi Model SMK se-NTT

  • account_circle Mario
  • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Program “Belajar Sambil Mengabdi” yang dijalankan SMK Negeri 5 Kupang mendapat apresiasi dari Ketua Komisi V DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Muhamad Sipriyadin Pua Rake.

Program berupa layanan servis dan instalasi gratis bagi masyarakat Kota Kupang itu dinilai bukan sekadar kegiatan pelayanan sosial.

Lebih dari itu, program tersebut menjadi inovasi pembelajaran vokasi yang mempertemukan keterampilan siswa dengan persoalan nyata di tengah masyarakat.

Menurut Muhamad Sipriyadin, langkah SMKN 5 Kupang tersebut layak dikembangkan dan bahkan menjadi model bagi SMK lainnya di seluruh NTT.

“Inisiatif solutif dan inovatif yang digagas SMK Negeri 5 Kota Kupang melalui program layanan servis dan instalasi gratis bagi masyarakat merupakan terobosan nyata dalam mentransformasi model pembelajaran vokasi agar relevan dengan kebutuhan dunia kerja sekaligus berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar Yadin kepada media ini, (11/9/2026).

Muhamad Sipriyadin Pua Rake yang juga Ketua Fraksi Gerindra DPRD NTT juga menilai konsep “Belajar Sambil Mengabdi” sangat tepat karena tidak hanya mengasah kemampuan teknis atau hard skills, tetapi juga membentuk kemampuan komunikasi, mentalitas, serta etika pelayanan siswa ketika berhadapan langsung dengan masyarakat.

Hal tersebut menjadi penting karena lulusan pendidikan vokasi tidak cukup hanya memiliki kemampuan memperbaiki atau mengoperasikan peralatan. Mereka juga dituntut mampu berkomunikasi, memahami kebutuhan pelanggan, bekerja dalam tim dan memiliki sikap profesional.

Rumah Warga Jadi Ruang Praktik

Program layanan gratis SMKN 5 Kupang sendiri lahir dari hasil evaluasi sekolah terhadap kemampuan siswa.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SMK Negeri 5 Kupang, Yakobus Boro Bura, mengatakan salah satu kelemahan yang ditemukan adalah kemampuan public speaking dan praktik siswa.

“Setelah kita mengevaluasi output keterampilan anak-anak kita di SMK Negeri 5 Kupang, titik lemahnya itu ada di public speaking, kemudian kemampuan praktiknya,” ujar Yakobus saat ditemui media di ruang kerjanya, Rabu, 9 September 2026.

Karena itu, pada tahun pelajaran 2026/2027, sekolah menghadirkan pola pembelajaran yang membuat siswa berhadapan langsung dengan persoalan nyata di masyarakat.

Konsep itu kemudian diwujudkan melalui layanan gratis yang mencakup empat kompetensi, yakni Teknik Ketenagalistrikan, Teknik Elektronika Industri, Teknik Otomotif, dan Teknik Energi Terbarukan.

Tulisan “Belajar Sambil Mengabdi” bahkan terpampang pada mobil operasional layanan sekolah.

Masyarakat yang memiliki peralatan rusak atau membutuhkan layanan teknis cukup menyampaikan keluhan, lokasi dan kebutuhan melalui pusat layanan (service center). Sekolah kemudian menentukan tim yang sesuai dengan jenis persoalan untuk turun ke lokasi.

Dengan demikian, rumah warga tidak lagi hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga berubah menjadi ruang praktik bagi siswa.

Layanan yang diberikan cukup beragam.

Bidang Teknik Energi Terbarukan melayani pemasangan dan perawatan panel surya, pemeriksaan instalasi listrik, servis pompa air tenaga surya dan listrik, edukasi serta konsultasi energi terbarukan hingga perawatan peralatan listrik rumah tangga.

Teknik Otomotif memberikan layanan servis sepeda motor.

Sementara Teknik Elektronika menangani berbagai peralatan seperti televisi, sound system, kipas angin, rice cooker atau magicom, dispenser, setrika listrik, running text, dinamo air dan peralatan elektronik lainnya.

Sedangkan Teknik Ketenagalistrikan melayani instalasi baru jaringan listrik rumah tangga, pemeliharaan instalasi listrik serta instalasi kontrol motor pompa air.

Meski baru berjalan sejak pekan sebelumnya, sebanyak 16 pekerjaan telah ditangani secara gratis, mulai dari kipas angin, magicom, sepeda motor, setrika, televisi hingga panel surya.

“Sejauh ini semuanya berhasil dan tuntas. Semua yang kita layani dapat tertangani dengan baik dan hasilnya diterima baik oleh pelanggan,” kata Yakobus.

Salah satu pelayanan lanjutan masih berlangsung di wilayah Lasiana karena material yang dibutuhkan baru selesai dibeli.

Setiap pekerjaan juga tidak langsung dinyatakan selesai. Peralatan akan diuji kembali untuk memastikan hasil perbaikan sesuai dengan keluhan pelanggan. Jika masih ditemukan masalah, siswa bersama guru akan melakukan analisis dan perbaikan lanjutan.

Siswa Tidak Bekerja Sendiri

Dalam setiap pelayanan, siswa tidak dilepas bekerja sendiri. Guru dari program keahlian terkait selalu mendampingi mereka di lapangan.

Jumlah siswa disesuaikan dengan tingkat kesulitan pekerjaan. Untuk pekerjaan ringan, minimal dua siswa dari program keahlian terkait dapat diterjunkan.

Menariknya, dua siswa dari program Desain Komunikasi Visual (DKV) juga dapat ikut dalam tim untuk mendokumentasikan kegiatan melalui foto dan video.

Mereka juga melakukan wawancara dengan pelanggan maupun siswa yang terlibat. Hasil dokumentasi kemudian dibawa ke sekolah untuk diedit dengan bimbingan guru sebelum dipublikasikan melalui media sosial SMKN 5 Kupang.

“Jadi minimal empat orang siswa yang turun dan didampingi gurunya,” jelas Yakobus.

Bukan Sekadar Bisa Memperbaiki

Menurut Yakobus, target program ini bukan hanya membuat siswa mampu memperbaiki peralatan.

Siswa juga dilatih untuk berkomunikasi dengan pelanggan, mulai dari memperkenalkan diri, menerima keluhan, memahami persoalan, menentukan tindakan, melakukan perbaikan, menguji hasil pekerjaan hingga menjelaskan kembali kepada pelanggan.

Lstihan komunikasi bahkan dilakukan dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris.

“Public speaking itu dikeluhkan bukan hanya internal kita, tetapi juga perusahaan-perusahaan yang menampung anak kita saat kegiatan PKL,” katanya.

Karena itu, pelayanan langsung kepada masyarakat menjadi ruang belajar yang penting sebelum siswa benar-benar masuk ke dunia kerja.

Siswa kelas XI menjadi kelompok utama yang terlibat, sementara siswa kelas XII sedang menjalani PKL.

Setiap siswa dan guru yang turun ke lapangan juga dibekali surat tugas. Sekolah turut menyampaikan surat pemberitahuan kepada orangtua siswa yang terlibat.

“Program ini menjadi bagian dari pembelajaran. Tempatnya yang beda, ada yang di dalam kelas, ada yang di luar kelas. Memang itu yang menjadi harapan dari kurikulum, sehingga bagian yang tidak dipisahkan dari pembelajaran,” ujar Yakobus.

DPRD NTT: Layak Jadi Model

Muhamad Sipriyadin menilai kekuatan utama program tersebut terletak pada keberhasilannya menggabungkan beberapa kompetensi sekaligus.

Empat bidang teknis yakni Ketenagalistrikan, Elektronika Industri, Otomotif dan Energi Terbarukan yang dipadukan dengan kemampuan dokumentasi dan komunikasi melalui keterlibatan siswa DKV.

Menurutnya, pola tersebut merupakan gambaran kecil dari ekosistem industri modern yang mengintegrasikan keterampilan teknis, pelayanan, komunikasi, dokumentasi dan kerja tim.

Karena itu, program tersebut dinilai layak menjadi benchmarking atau model bagi SMK lainnya di NTT.

Namun, Muhamad Sipriyadin menegaskan bahwa layanan gratis tersebut tidak semestinya dipandang sebagai upaya bersaing dengan usaha servis yang sudah berjalan di masyarakat.

Program itu, menurutnya, harus tetap ditempatkan sebagai laboratorium pembelajaran sosial berbasis kebutuhan edukasi.

“Program pengabdian masyarakat ini bukan untuk bersaing atau mematikan roda ekonomi usaha servis lokal, melainkan murni laboratorium pembelajaran sosial berbasis kebutuhan edukasi,” tegasnya.

Ia melihat justru terbuka ruang kolaborasi dengan bengkel maupun teknisi lokal.

Para pelaku usaha servis dapat dilibatkan sebagai mentor lapangan atau mitra rujukan apabila siswa menghadapi kerusakan berat yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Dengan pola tersebut, sekolah, dunia usaha dan masyarakat tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi membangun ekosistem yang saling menguatkan.

Dari Kota Kupang, Menjangkau Desa

Ke depan, Yakobus tidak ingin program ini berhenti di Kota Kupang.

Ia memiliki mimpi agar SMKN 5 Kupang dapat membawa layanan berbasis kompetensi tersebut ke desa-desa.

“Saya punya mimpi begini, untuk sementara SMK Negeri 5 Kupang berdampak untuk Kota Kupang, tapi saatnya SMK Negeri 5 Kupang membangun desa,” katanya.

Sekolah nantinya akan melakukan survei untuk menentukan desa yang membutuhkan pelayanan.

Koordinasi dapat dilakukan dengan pemerintah desa, kemudian kebutuhan masyarakat dihimpun melalui RT hingga masyarakat.

Krusakan magicom, rice cooker, setrika, peralatan elektronik, instalasi listrik hingga kebutuhan lain yang sesuai dengan empat kompetensi sekolah dapat didata untuk kemudian dilayani siswa bersama guru.

Muhamad Sipriyadin pun berharap inovasi tersebut tidak berhenti di SMKN 5 Kupang.

Menurutnya, model pengabdian berbasis kompetensi tersebut dapat direplikasi oleh SMK lainnya di seluruh NTT.

Program itu sekaligus menjadi jembatan konkret antara sekolah dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Siswa tidak hanya lulus dengan ijazah, tetapi juga memiliki pengalaman lapangan, portofolio pekerjaan, kematangan mental dan etos kerja.

Sekolah Dapat Promosi, Siswa Dapat Pengalaman

Bagi SMKN 5 Kupang, program ini memberikan manfaat dari dua sisi.

Siswa mendapatkan pengalaman praktik nyata, sementara material atau komponen yang dibutuhkan dalam perbaikan disiapkan oleh pelanggan. Sekolah memberikan tenaga atau jasa pelayanan tanpa memungut biaya jasa.

Di sisi lain, setiap kegiatan menjadi bentuk promosi sekolah secara langsung kepada masyarakat.

Seluruh kegiatan didokumentasikan dan dipublikasikan melalui media sosial sekolah. Guru, siswa dan orangtua juga didorong ikut menyebarluaskan informasi tentang program tersebut.

“Kita berharap dari praktik baik yang kami lakukan ini kemudian diceritakan kepada para pihak yang membutuhkan sehingga citra baik itu terbangun di masyarakat dan pada akhirnya memicu animo yang masuk di SMK Negeri 5 Kupang,” jelas Yakobus.

Pada akhirnya, sekolah ingin pengalaman tersebut menjadi bekal siswa setelah lulus, baik untuk bekerja di dunia industri maupun membangun usaha sendiri.

“Sehingga mereka sudah terlatih. Keluar dari sini mereka terserap, atau buka kewirausahaan,” pungkasnya.

Bagi masyarakat Kota Kupang yang membutuhkan layanan, SMKN 5 Kupang membuka akses melalui:

CS: 0851-6999-1181

Jam pelayanan: 08.00–14.00 WITA

Layanan diberikan tanpa biaya jasa, sementara kebutuhan material atau komponen perbaikan disiapkan sesuai kebutuhan pekerjaan.***

  • Penulis: Mario

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lestarikan Budaya Lokal, Bhabinkamtibmas Polres Magelang Kota

    • calendar_month Senin, 6 Jan 2025
    • account_circle Feri Taufiandi
    • visibility 904
    • 0Komentar

    KOTA MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Aipda Ridha Susadam, seorang Bhabinkamtibmas yang bertugas di Kelurahan Tidar Selatan, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang, dikenal tidak hanya sebagai anggota kepolisian yang berdedikasi, tetapi juga sebagai sosok yang peduli terhadap pelestarian budaya daerah. Di tengah kesibukannya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Aipda Ridha meluangkan waktu untuk mengajarkan kesenian tradisional kepada generasi […]

  • Laut NTT Kaya, Nelayan Masih Berjuang: Usman Husin Dukung Prabowo Bangun Cold Storage

    Laut NTT Kaya, Nelayan Masih Berjuang: Usman Husin Dukung Prabowo Bangun Cold Storage

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Mario
    • visibility 231
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Hamparan laut biru di Nusa Tenggara Timur (NTT) selama ini menjadi sumber kehidupan ribuan nelayan. Namun di balik besarnya hasil tangkapan, banyak nelayan masih menghadapi persoalan klasik: ikan cepat rusak karena minimnya fasilitas penyimpanan dingin. Kondisi itu mendapat perhatian Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKB, Usman Husin, yang mendukung penuh instruksi […]

  • Pemkab Cirebon Tutup Smart Village 2025, Dorong Desa Digital Berbasis Data

    Pemkab Cirebon Tutup Smart Village 2025, Dorong Desa Digital Berbasis Data

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Hadi Supangat
    • visibility 277
    • 0Komentar

    CIREBON, JARRAKPOS.COM — Pemerintah Kabupaten Cirebon resmi menutup Program Cirebon Smart Village dan Pembinaan Desa Cinta Statistik (Cantik) Tahun 2025 di Nyimas Gandasari, Setda Kabupaten Cirebon, Selasa (20/1/2026).   Program ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Cirebon dalam mendorong transformasi digital dan penguatan tata kelola pemerintahan desa berbasis data, serta menjadi fondasi dalam mewujudkan Smart […]

  • Dengan Rekam Jejak Reserse dan Narkoba, AKBP Bellen Pimpin Mapolres Kuningan

    Dengan Rekam Jejak Reserse dan Narkoba, AKBP Bellen Pimpin Mapolres Kuningan

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle Ghana
    • visibility 111
    • 0Komentar

    KUNINGAN, Jarrakpos.com – Kepemimpinan Polres Kuningan kini resmi diemban oleh AKBP Bellen Anggara Pratama, S.I.K., M.H. Perwira menengah Polri lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2006 ini dikenal memiliki pengalaman panjang di bidang reserse kriminal, reserse narkoba, hingga manajemen sumber daya manusia. Pria kelahiran Bandar Lampung, 28 Maret 1985 tersebut sebelumnya menjabat sebagai Koordinator Spripim Polda Sumatera […]

  • Masuki Liburan “NATARU” Pengunjung Obyek Wisata Waduk Darma Membludak

    Masuki Liburan “NATARU” Pengunjung Obyek Wisata Waduk Darma Membludak

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle Ghana
    • visibility 263
    • 0Komentar

    KUNINGAN, Jarrakpos.com – Memasuki Liburan  sekolah, Natal dan Tahun Baru (Nataru) membawa berkah bagi pengelola obyek wisata karena banyak didatangi pengunjung yang tentunya meingkatkan pemasukan dari tiket masuk. “Pengunjung yang menikmati keindahan Obyek Wisata Waduk Darma pada hari ini berjumlah 500an,” sebut Rivan Maulana dari Digital Marketing PT Jaswita pengelola Obyek Wisata Waduk Darma, kepada […]

  • Pengendalian Inflasi Daerah dan Pengakuan Nasional atas Kinerja Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur

    Pengendalian Inflasi Daerah dan Pengakuan Nasional atas Kinerja Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Mario
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Oleh: Daniel Tonu (Komisioner Komisi Informasi NTT) NTT, Jarrakpos.com- Inflasi bukan sekadar istilah teknokratis dalam laporan ekonomi. Inflasi adalah realitas yang langsung menyentuh ruang paling dasar kehidupan masyarakat: dapur keluarga, harga beras, minyak goreng, telur, cabai, ikan, ongkos transportasi, biaya sekolah anak, hingga kemampuan rumah tangga menjaga daya beli. Karena itu, keberhasilan suatu pemerintah daerah […]

expand_less