Usai BPD Jatim, Kini Wondr BNI Ikut Gangguan
- account_circle Yuniardi Sutondo
- calendar_month 5 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi (doc).
Pacitan,Jarrakpos.com-Gangguan sistem kembali menghampiri layanan perbankan. Setelah sebelumnya Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jawa Timur mengalami kendala sistem, kali ini gangguan serupa dirasakan sejumlah nasabah bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), salah satunya Bank Negara Indonesia (BNI).
Gangguan terutama terjadi pada layanan mobile banking Wondr by BNI. Sejak Senin (7/9) pagi hingga menjelang siang, sejumlah pengguna mengaku kesulitan mengakses aplikasi tersebut.
Saat hendak melakukan login, sistem justru menampilkan pemberitahuan bahwa koneksi internet terputus. Kondisi tersebut membuat nasabah tidak dapat menggunakan sejumlah layanan perbankan melalui aplikasi Wondr.
Kendala itu juga dibenarkan salah seorang petugas di Kantor Cabang BNI Pacitan. Saat dikonfirmasi mengenai gangguan tersebut, petugas mengakui bahwa layanan Wondr memang sedang mengalami masalah.
“Iya Pak (wartawan), masih gangguan,” ujarnya singkat.
Namun, petugas tersebut belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai penyebab gangguan maupun perkiraan waktu layanan kembali normal.
Konfirmasi serupa juga dilakukan kepada petugas BNI di Malang. Pada awalnya, petugas tersebut mengaku belum mendapatkan informasi mengenai adanya gangguan pada aplikasi Wondr.
“G ada kabar mas. Gangguannya gmn kah?” tulisnya melalui pesan WhatsApp.
Setelah disampaikan bahwa aplikasi sulit digunakan, khususnya ketika hendak melakukan login, petugas tersebut kemudian membenarkan adanya kendala yang dialami nasabah.
“Mohon dicoba bbrp saat lg ya mas,” jelasnya.
Hingga menjelang siang, gangguan pada aplikasi Wondr tersebut masih dirasakan pengguna. Belum diketahui secara pasti penyebab gangguan maupun kapan seluruh layanan akan kembali berjalan normal.
Gangguan pada layanan digital perbankan menjadi perhatian tersendiri bagi nasabah, mengingat berbagai aktivitas transaksi kini banyak bergantung pada layanan mobile banking.(Red/yun).
- Penulis: Yuniardi Sutondo




Saat ini belum ada komentar