Dapur MBG 3T Tak Kunjung Running, Investor Desak Kepala BGN Beri Kepastian dan Bayar Pembiayaan
- account_circle Ghana
- calendar_month 3 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

JAKARTA, Jarrakpos.com — Ketidakpastian pengoperasian Dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membuat para investor dan pengelola di daerah menjerit. Meski bangunan dapur fisik telah rampung 100 persen dan tenaga kerja telah siap, operasional program hingga kini belum juga di-running oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Salah satu pengelola dapur MBG wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) Imam mengungkapkan kekecewaannya atas ketidakpastian yang berlarut-larut hingga hampir 10 bulan. Padahal, pembangunan fasilitas dapur fisik mampu diselesaikan secara efisien hanya dalam kurun waktu 35 hari.

”Dapur saya sudah dibangun dan siap sejak 9 bulan lalu, tetapi sampai sekarang tidak ada kepastian kapan akan di-running atau diresmikan. Seluruh pembiayaan dapur ini bukan uang pribadi, melainkan hasil pinjaman ke sana-sini,” ujar salah satu perwakilan investor dapur asal Kuningan.
Janji Terus Diundur
Ketidakpastian ini diperparah oleh janji penanganan yang kerap meleset dari pihak BGN. Pengelola mencatat beberapa tenggat janji kepastian yang terus diundur oleh Kepala BGN, Sudaryono mulai dari janji dua minggu pasca 23 Juli, lalu bergeser ke 23 Agustus, hingga 27 Agustus 2026.
Upaya audiensi langsung ke kantor BGN di Jakarta pun belum membuahkan hasil konkrit karena hanya ditemui oleh jajaran staf/humas tanpa kehadiran pimpinan tertinggi.
Para pengelola menegaskan beberapa tuntutan utama kepada Badan Gizi Nasional, Kepastian Operasional (Running) Segera memberikan jadwal resmi pengoperasian dapur yang telah siap (termasuk 4 unit dapur siap edar di Kuningan) diantaranya di wilayah Kalimati, Darma, Maleber dan Luwikeris.
Untuk Penyelesaian Pembiayaan diharapkan Segera mencairkan pembayaran/ganti rugi atas investasi fisik yang telah dikeluarkan para pengelola.
Prioritas Wilayah Pelosok Mengoptimalkan distribusi MBG ke wilayah pegunungan, pulau-pulau, dan pelosok desa yang selama ini belum tersentuh jangkauan program.

Ancam Aksi Massa
Jika pihak BGN tidak segera memberikan kepastian resmi atau memenuhi janji pertemuan pada awal pekan ini, para pengelola bersama elemen masyarakat mengancam akan menggelar aksi penyampaian aspirasi berskala besar di kantor pusat BGN Jakarta.
”Program MBG ini sangat bagus dan dibutuhkan anak-anak di pelosok desa. Namun jika tata kelola dan kepastian pembiayaannya menggantung seperti ini, pihak pengelola daerah yang paling dirugikan,” pungkasnya. (Agh@N)
- Penulis: Ghana




Saat ini belum ada komentar