Usman Husin Tembus Kebun Bawang Putih Kokbaun, Temukan Potensi Lokal untuk Dukung Swasembada Nasional
- account_circle Mario
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com – Langkah Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi PKB Dapil NTT II, Usman Husin, tak berhenti di lokasi reses. Seusai bertatap muka dan menyerap aspirasi ratusan masyarakat di Kecamatan Kokbaun, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Sabtu (8/8/2026), Usman langsung bergerak menuju kebun bawang putih yang menjadi salah satu potensi pertanian masyarakat setempat.
Tanpa banyak formalitas, Usman bahkan melompati palang kayu yang menjadi pintu masuk menuju kebun. Ia kemudian berjalan menyusuri lahan untuk melihat langsung tanaman bawang putih yang selama ini dibudidayakan masyarakat secara turun-temurun.
Lokasi kebun tersebut berada sekitar dua kilometer dari tempat berlangsungnya reses di Koentefa.
Perjalanan menuju kebun itu menjadi bagian dari upaya Usman memastikan secara langsung aspirasi yang sebelumnya disampaikan masyarakat. Bukan hanya mendengar cerita dari warga, ia ingin melihat sendiri kondisi tanaman, lahan dan potensi bawang putih yang disebut cocok dikembangkan di wilayah tersebut.
Sesampainya di lokasi, Usman bersama masyarakat dan pemerintah desa meninjau tanaman bawang putih yang tumbuh di lahan setempat.
Kunjungan lapangan itu sekaligus membuka peluang pengembangan bawang putih Kokbaun untuk dikaitkan dengan Program Percepatan Swasembada Bawang Putih Nasional Tahun 2026.
Program bawang putih merupakan bagian dari strategi pemerintah melalui Kementerian Pertanian untuk mendorong peningkatan produksi dalam negeri dan memperkuat kemandirian pangan nasional.
Kepala Desa Sabnala, Ester Bana, mengatakan bawang putih yang dikembangkan masyarakat setempat merupakan tanaman yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Menurutnya, masyarakat telah mengenal dan membudidayakan bawang putih di wilayah tersebut sejak generasi sebelumnya.
“Ini bibit sendiri, turun-temurun dari nenek moyang dulu. Lokasi ini sekitar 3.000 hektare dan daerah ini cocok dengan bawang putih,” kata Ester.
Ia berharap potensi tersebut mendapatkan perhatian lebih serius dari pemerintah, terutama dalam penyediaan bibit berkualitas.
“Kami meminta bibit yang lebih berkualitas dari Kementerian Pertanian melalui Bapak Usman Husin yang hari ini hadir langsung di kebun,” ujarnya.
Menurut Ester, dukungan bibit unggul diharapkan dapat meningkatkan produktivitas tanaman yang selama ini dikembangkan masyarakat.
Dengan kondisi tanah yang dinilai cocok, masyarakat berharap bawang putih tidak hanya menjadi tanaman tradisional yang dipertahankan dari generasi ke generasi, tetapi dapat dikembangkan menjadi komoditas yang mampu meningkatkan pendapatan petani.
Usman Husin mengaku baru mengetahui secara langsung adanya potensi bawang putih di Kecamatan Kokbaun setelah mendengar aspirasi masyarakat dalam kegiatan reses.
Karena itu, ia memilih langsung mendatangi lokasi untuk melihat kondisi tanaman dan lahan yang dimaksud masyarakat.
Menurut Usman, potensi seperti bawang putih perlu dilihat secara langsung sebelum menentukan bentuk dukungan yang tepat.
Sebelumnya, dalam pertemuan dengan masyarakat, Usman telah menyampaikan bahwa bawang putih menjadi salah satu komoditas yang memungkinkan untuk diperjuangkan mendapatkan dukungan pemerintah.
Ia juga menegaskan dirinya tidak ingin memberikan janji yang tidak dapat direalisasikan.
“Saya selalu katakan, apa yang bisa saya katakan bisa dan yang tidak bisa saya katakan tidak. Saya lebih senang sampaikan apa adanya,” ujar Usman.
Namun, ia memastikan aspirasi masyarakat akan menjadi bagian dari catatan yang akan dibawa untuk ditindaklanjuti.
Potensi bawang putih lokal Kokbaun menjadi menarik karena muncul di tengah dorongan pemerintah mempercepat swasembada bawang putih nasional.
Masyarakat tidak hanya meminta bantuan bibit, tetapi juga berharap pengembangan komoditas tersebut dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari penyediaan bibit berkualitas, sarana produksi hingga dukungan terhadap petani.
Jika dikembangkan dengan baik, bawang putih lokal Kokbaun berpeluang menjadi salah satu komoditas pertanian yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat di enam desa Kecamatan Kokbaun.
Bagi masyarakat, kehadiran Usman Husin di kebun bukan sekadar kunjungan lapangan. Mereka berharap potensi yang selama ini tumbuh dan diwariskan dari generasi ke generasi dapat memperoleh perhatian lebih besar dari pemerintah.
Dari jalan panjang menuju Kokbaun, ruang reses, hingga masuk langsung ke kebun, Usman Husin memilih melihat sendiri apa yang disampaikan masyarakat.
Kini, bawang putih lokal Kokbaun menunggu satu langkah berikutnya: apakah potensi yang selama ini tumbuh secara turun-temurun dapat naik kelas dan menjadi bagian dari gerakan menuju swasembada bawang putih nasional.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar