Lebih dari Sekadar Kerja ke Jepang: Pemkab Cirebon Tanamkan ‘Disiplin Samurai’ untuk SDM Lokal
- account_circle Hadi Supangat
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

CIREBON, JARRAKPOS.COM, 6 Agustus 2026 – Di balik program pelatihan bahasa Jepang “From Zero to Hero” Batch II yang dibuka oleh Pemkab Cirebon, tersimpan agenda strategis yang lebih dalam: rekayasa karakter.
Bupati Cirebon, Imron, menegaskan bahwa tujuan utama program ini bukan hanya mengekspor tenaga kerja, melainkan mengimpor etos kerja dan disiplin tinggi khas Jepang untuk diterapkan di tanah air.
“Kami tidak ingin peserta hanya pulang membawa yen. Kami ingin mereka pulang membawa mindset baru: disiplin, tepat waktu, dan integritas kerja,” ujar Imron saat membuka kelas daring di Pendopo Bupati, Rabu (5/8).
Seleksi Ketat untuk Kualitas Terbaik
Antusiasme masyarakat sangat tinggi, dengan 1.400 pendaftar bersaing ketat. Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) menerapkan filter berlapis, mulai dari verifikasi domisili, kesehatan, hingga komitmen psikologis. Hal ini memastikan hanya individu dengan motivasi kuat yang lolos ke tahap berikutnya sebelum diberangkatkan ke Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) di Depok.
Kolaborasi dengan Standar ISO Jepang
Kepala Disnaker Kabupaten Cirebon, Novi Hendrianto, mengungkapkan bahwa kurikulum pelatihan disusun bekerja sama dengan pihak ISO Jepang. Fokusnya bukan hanya pada tata bahasa, tetapi pada cultural adaptation—bagaimana beradaptasi dengan budaya kerja global yang menuntut presisi dan tanggung jawab.
“Dampak positifnya akan terasa ganda. Bagi yang berangkat, kesejahteraan meningkat. Bagi yang kembali ke Cirebon, mereka akan menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai profesionalisme internasional ke industri lokal,” jelas Novi.
Program ini merupakan respons nyata Pemkab Cirebon terhadap bonus demografi, mengubah tantangan pengangguran terdidik menjadi aset SDM yang kompeten dan berkarakter global.
- Penulis: Hadi Supangat




Saat ini belum ada komentar