Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Program FAPE-PS Salurkan Miliaran Rupiah ke NTT, Usman Husin: Masyarakat Bentuk Kelompok, Saya Siap Bantu

Program FAPE-PS Salurkan Miliaran Rupiah ke NTT, Usman Husin: Masyarakat Bentuk Kelompok, Saya Siap Bantu

  • account_circle Mario
  • calendar_month 30 menit yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB Dapil NTT II, Usman Husin, mengajak masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) memanfaatkan Program Fasilitasi Agroforestri Pangan dan Energi Perhutanan Sosial (FAPE-PS) sebagai peluang meningkatkan kesejahteraan keluarga. Menurutnya, masyarakat tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus aktif membentuk kelompok dan mengusulkan program agar mendapat dukungan pemerintah.

“Saya mengajak Bapak dan Mama segera membentuk kelompok dan mengajukan usulan. Kalau kelompoknya sudah siap, sampaikan kepada saya. Saya akan bantu perjuangkan agar program ini bisa masuk ke wilayah Bapak dan Mama. Jangan sampai kesempatan ini lewat begitu saja,” kata Usman, Kamis (30/7/2026).

Usman menegaskan, FAPE-PS merupakan salah satu program strategis pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan di NTT. Melalui program tersebut, masyarakat yang mengelola kawasan perhutanan sosial tidak hanya memperoleh akses legal terhadap lahan, tetapi juga mendapatkan dukungan berupa bibit tanaman berkualitas, sarana produksi, pendampingan, hingga akses pasar agar usaha yang dijalankan dapat berkembang secara berkelanjutan.

“Program FAPE-PS ini merupakan salah satu ikhtiar pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan di NTT. Negara hadir memberikan program kepada masyarakat agar lahan yang mereka kelola menjadi sumber penghasilan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujarnya.

Usman menjelaskan, pemerintah mengalokasikan bantuan sekitar Rp5,6 juta per hektare dalam bentuk sarana produksi, bukan uang tunai. Bantuan tersebut meliputi bibit tanaman kayu berkualitas, bibit tanaman pangan seperti jagung, padi maupun pangan lokal sesuai karakteristik daerah, alat penunjang kegiatan, biaya pembersihan lahan, hingga pendampingan kepada kelompok masyarakat.

Pada tahun 2026, program FAPE-PS di NTT menargetkan pengembangan lahan seluas 1.336 hektare yang dikelola sekitar 40 kelompok perhutanan sosial. Dengan luasan tersebut, nilai program yang dikucurkan pemerintah mencapai miliaran rupiah.

“Ini bukan angka yang kecil. Yang paling penting adalah masyarakat benar-benar memanfaatkan program ini agar lahannya produktif dan mampu meningkatkan pendapatan keluarga,” katanya.

Menurut Usman, ukuran keberhasilan program tidak hanya dilihat dari luas lahan yang ditanami, tetapi juga dari meningkatnya pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.

“Kalau kelompok berhasil mengelola lahannya dengan baik, hasil panennya meningkat, pendapatannya naik, maka tujuan utama program ini tercapai. Kita ingin masyarakat semakin mandiri dan kemiskinan di NTT terus berkurang,” ujarnya.

Sebagai Anggota Komisi IV DPR RI, Usman menegaskan akan terus mengawal agar semakin banyak program pemerintah pusat hadir di NTT.

“Tugas kami di DPR RI adalah memastikan program pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat. Saya akan terus memperjuangkan agar semakin banyak kelompok perhutanan sosial di NTT mendapatkan manfaat dari program seperti FAPE-PS,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Balai Perhutanan Sosial Kupang, Erwin, mengatakan FAPE-PS dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan, mengoptimalkan pemanfaatan kawasan perhutanan sosial, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Menurutnya, keberhasilan program sangat bergantung pada kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh, kelompok masyarakat hingga mitra usaha sebagai offtaker yang siap menampung hasil produksi masyarakat.

“Pendampingan dilakukan sejak awal pelaksanaan program hingga proses pengembangan usaha masyarakat. Kami juga melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala agar bantuan benar-benar dimanfaatkan sesuai tujuan,” katanya.

Erwin menambahkan, komoditas prioritas dalam FAPE-PS di NTT meliputi tanaman Multi Purpose Tree Species (MPTS) seperti mete, kakao, dan komoditas kehutanan lainnya, serta tanaman pangan, terutama jagung, yang sesuai dengan karakteristik lahan di NTT.

Untuk menghadapi tantangan perubahan iklim dan keterbatasan air, Balai Perhutanan Sosial Kupang juga berkoordinasi dengan BMKG dalam menentukan waktu tanam yang tepat sehingga peluang keberhasilan program semakin besar.

Ia optimistis peluang perluasan program pada tahun-tahun mendatang masih terbuka apabila pelaksanaan tahun ini menunjukkan hasil yang baik.

“Target kami bukan hanya bertambahnya tutupan lahan, tetapi juga meningkatnya produksi tanaman, terjaganya kelestarian lingkungan, dan yang paling utama meningkatnya kesejahteraan masyarakat yang mengelola kawasan perhutanan sosial,” pungkasnya.***

  • Penulis: Mario

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terkait Isu Mengenai Penyaluran MBG, Pihak Yayasan Angkat Bicara

    Terkait Isu Mengenai Penyaluran MBG, Pihak Yayasan Angkat Bicara

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Ghana
    • visibility 183
    • 0Komentar

    KUNINGAN, Jarrakpos.com – Program makan bergizi gratis yang sering kita dengar dengan istilah MBG hampir menyeluruh ada disetiap Kecamatan maupun Desa Se-Indonesia. Program MBG ini merupakan Program dari Bapak Presiden RI Prabowo. Yang mana dalam program ini setiap siswa disekolah harus menerima dan menikmati makanan yang disediakan oleh SPPG. Dengan beredarnya informasi yang menyatakan bahwa DPM […]

  • Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Kunker Di Desa Kecomberan Temukan Ketidaksesuaian Data Penerima Bansos

    Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Kunker Di Desa Kecomberan Temukan Ketidaksesuaian Data Penerima Bansos

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • account_circle Hadi Supangat
    • visibility 287
    • 0Komentar

    CIREBON, JARRAKPOS.COM I Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Dr. Sophi Zulfiah, SH,MH, Melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) dengan turun langsung kelapangan mendatangi rumah warga. Kunker di dampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Kabupaten Cirebon meninjau langsung sejumlah warga di Desa Kecomberan, Kecamatan Talun. 4/11/2025. Dalam Kunjungan tersebut Ketua DPRD Temui Warga yang tengah sakit dan […]

  • Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polresta Cirebon Bersih-Bersih Makam Pangeran Cakrabuana

    Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polresta Cirebon Bersih-Bersih Makam Pangeran Cakrabuana

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle Hadi Supangat
    • visibility 40
    • 0Komentar

    CIREBON, JARRAKPOS.COM – Polresta Cirebon menggelar kegiatan Bakti Religi dan kerja bakti massal di kawasan Makam Kramat Pangeran Cakrabuana (Mbah Kuwu Sangkan), Desa Cirebon Girang, Kecamatan Talun, pada Jumat (19/6/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 dengan tema “Polri untuk Masyarakat”. Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Imara Utama, S.H., S.I.K., […]

  • Will Cristiano Ronaldo Play Tonight in Al-Nassr vs Al-Ettifaq Saudi Pro League 2024-25 Match? 12.39 Play Button

    Will Cristiano Ronaldo Play Tonight in Al-Nassr vs Al-Ettifaq Saudi Pro League 2024-25 Match?

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 835
    • 0Komentar

    Al Nassr failed to win major title with Cristiano Ronaldo in the squad. The Portuguese superstar has been incredible in front of the goal and led the league in goals scored in both his full seasons. Currently the side at the third position in the Saudi Pro League 2024-25 standings, with just 14 games remaining. […]

  • Kejati Jateng Selamatkan Uang Negara dari 291 Kasus Korupsi

    Kejati Jateng Selamatkan Uang Negara dari 291 Kasus Korupsi

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle Feri Taufiandi
    • visibility 229
    • 0Komentar

    SEMARANG,JARRAKPOS.COM – Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah (Kejati Jateng) mengeklaim telah menyelamatkan uang negara Rp56,5 miliar yang dirampas dari berbagai kasus korupsi selama 2025 ini. Total uang negara yang diselamatkan itu diklaim berasal dari 291 korupsi di Jateng. “Jumlah penyelamatan keuangan negara dari berbagai perkara tersebut mencapai Rp27,9 miliar,” ujar Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Jawa […]

  • DPRD Gelar Paripurna Terhadap Pemerkasa Jawaban Bupati Cirebon Atas Raperda Inisiatif DPRD

    DPRD Gelar Paripurna Terhadap Pemerkasa Jawaban Bupati Cirebon Atas Raperda Inisiatif DPRD

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Hadi Supangat
    • visibility 135
    • 0Komentar

    CIREBON, JARRAKPOS.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon menggelar rapat paripurna dengan agenda jawaban pemrakarsa DPRD terhadap pendapat bupati atas satu rancangan peraturan daerah (Raperda) inisiatif DPRD, yakni Raperda tentang Sistem Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Berbasis Data Desa/Kelurahan Presisi Partisipatif, Selasa (31/3/2026). Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Teguh Rusiana Merdeka mengatakan, penyampaian jawaban pemrakarsa […]

expand_less