Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Tonggak Sejarah Baru, Kelompok Perhutanan Sosial di NTT Pertama Kali Setor PSDH ke Kas Negara

Tonggak Sejarah Baru, Kelompok Perhutanan Sosial di NTT Pertama Kali Setor PSDH ke Kas Negara

  • account_circle Mario
  • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Perhutanan Sosial di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menorehkan sejarah baru. Untuk pertama kalinya, Kelompok Perhutanan Sosial (KPS) di NTT melakukan pembayaran Provisi Sumber Daya Hutan (PSDH) sebagai bagian dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) atas pemanfaatan hasil hutan yang dikelola secara legal.

Capaian ini menjadi tonggak penting yang menegaskan bahwa pengelolaan hutan berbasis masyarakat tidak hanya mampu meningkatkan kesejahteraan warga, tetapi juga memberikan kontribusi nyata kepada negara sekaligus mendukung kelestarian hutan.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa skema Perhutanan Sosial telah berkembang menuju tata kelola yang semakin profesional, transparan, dan bertanggung jawab.

Melalui pemanfaatan hasil hutan bukan kayu serta jasa lingkungan, kelompok masyarakat kini tidak hanya memperoleh manfaat ekonomi, tetapi juga menjalankan kewajiban negara melalui pembayaran PSDH sesuai ketentuan yang berlaku.

Setoran PNBP tersebut dilakukan oleh Kelompok Perhutanan Sosial (KPS) Taheun Pah pada Kamis (16/7/2026) sebesar Rp2.354.000, serta Kelompok Tani Hutan (KTH) Oematan sebesar Rp360.000. Pembayaran difasilitasi oleh Balai Perhutanan Sosial Kupang dengan dukungan Balai Pengelolaan Hutan Lestari (BPHL) Wilayah IX Mataram.

KPS Taheun Pah mengelola kawasan Perhutanan Sosial seluas 68,2 hektare di Desa Fatukoto, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Kelompok ini mengembangkan usaha berbasis jasa lingkungan melalui destinasi wisata alam yang menawarkan keindahan Danau Kaenka, area berkemah, serta kuliner khas daerah.

Sementara itu, KTH Oematan di Kabupaten Timor Tengah Utara memberikan kontribusi melalui penjualan satu ton biji kemiri sebagai hasil hutan bukan kayu yang dikelola secara berkelanjutan.

Kepala Balai Perhutanan Sosial Kupang, Erwin, mengatakan keberhasilan melakukan pembayaran PSDH menjadi bukti bahwa masyarakat mampu mengelola kawasan hutan secara produktif sekaligus bertanggung jawab terhadap kewajibannya kepada negara.

Menurutnya, melalui skema Perhutanan Sosial, pemanfaatan kawasan hutan tidak hanya menghadirkan manfaat ekonomi bagi kelompok, tetapi juga menunjukkan kepatuhan terhadap regulasi kehutanan melalui pembayaran PNBP.

“Capaian ini menjadi motivasi bagi kelompok Perhutanan Sosial lainnya di Nusa Tenggara Timur untuk terus mengembangkan usaha berbasis potensi lokal, memperkuat tata kelola kelembagaan, serta meningkatkan kontribusi terhadap pembangunan melalui pengelolaan hutan yang lestari dan berkelanjutan,” ujar Erwin.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Balai Pengelolaan Hutan Lestari (BPHL) Wilayah IX Mataram atas dukungan yang diberikan sehingga proses penyetoran PSDH ke kas negara dapat berjalan dengan baik.

Menurut Erwin, kolaborasi tersebut menjadi bukti nyata bahwa Unit Pelaksana Teknis Kementerian Kehutanan di tingkat tapak mampu bersinergi dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang lestari sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Balai Perhutanan Sosial Kupang juga memberikan apresiasi kepada seluruh kelompok perhutanan sosial yang telah menunjukkan komitmen menjalankan tata kelola usaha secara baik. Pembayaran PSDH dinilai bukan sekadar memenuhi kewajiban administrasi, tetapi juga mencerminkan pengelolaan hasil hutan yang bertanggung jawab, transparan, dan berkontribusi terhadap pembangunan sektor kehutanan nasional.

Ke depan, Balai Perhutanan Sosial Kupang akan terus memperkuat pendampingan kepada kelompok-kelompok perhutanan sosial agar mampu meningkatkan produktivitas usaha, memperluas akses pasar, serta memastikan seluruh aktivitas pemanfaatan hasil hutan dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku.

Melalui langkah tersebut, Perhutanan Sosial di Nusa Tenggara Timur diharapkan semakin berkembang sebagai model pengelolaan hutan yang mampu menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian sumber daya alam untuk generasi mendatang.***

  • Penulis: Mario

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Krisis Fiskal Daerah: Wali Kota Kupang Tagih Relaksasi Pusat, Tolak Tumbalkan Pelayanan Publik

    Krisis Fiskal Daerah: Wali Kota Kupang Tagih Relaksasi Pusat, Tolak Tumbalkan Pelayanan Publik

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle Mario
    • visibility 159
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Aula Fernandes, Lantai 4 Kantor Gubernur NTT, Selasa (31/3), menjadi saksi bisu sebuah diplomasi anggaran yang krusial. Di hadapan petinggi Kementerian Dalam Negeri, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, tidak sekadar hadir; ia membawa kegelisahan daerah yang sedang terhimpit oleh ketatnya regulasi belanja pegawai dan keterbatasan ruang fiskal. ​Dalam rapat koordinasi pengelolaan keuangan […]

  • Politik Marhaen ala Senayan, Dari Ideologi Kerakyatan ke Transaksi Musiman

    Politik Marhaen ala Senayan, Dari Ideologi Kerakyatan ke Transaksi Musiman

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 482
    • 0Komentar

    JARRAKPOS.COM. SUMENEP – Demokrasi modern kembali dipertontonkan dengan wajah aslinya: senyum di baliho, janji di panggung, dan amplop di akar rumput. Ironisnya, semua ini dilakukan oleh mereka yang mengaku pewaris ideologi Marhaenisme, ideologi yang sejatinya lahir untuk membebaskan wong cilik dari jeratan kemiskinan dan penindasan. Namun di lapangan, cita-cita itu kerap berubah bentuk. Dari pemberdayaan […]

  • Kasus Pencurian Sepeda Motor Berhasil Diungkap Polres Magelang Kota, Dua Pelaku Ditangkap

    • calendar_month Senin, 3 Feb 2025
    • account_circle Feri Taufiandi
    • visibility 681
    • 0Komentar

    KOTA MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Satreskrim Polres Magelang Kota berhasil mengungkap kasus pencurian sepeda motor yang terjadi di kawasan perdesaan pada bulan Januari 2025. Dua pelaku, berinisial T (37) dan BS (56), berhasil diamankan oleh pihak kepolisian setelah melakukan aksi pencurian di pinggir sawah kawasan Bandongan, Kabupaten Magelang. Senin (3/2/2025). Kapolres Magelang Kota AKBP Anita Indah Setyaningrum, […]

  • Developer PT Anugrah Timor Pratama, Bobby Famdale: 350 Unit Rumah Diserahkan ke Perumda, Pengelolaan Air Harus Sesuai Aturan

    Developer PT Anugrah Timor Pratama, Bobby Famdale: 350 Unit Rumah Diserahkan ke Perumda, Pengelolaan Air Harus Sesuai Aturan

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Mario
    • visibility 176
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Developer PT Anugrah Timor Pratama, Bobby Famdale, menegaskan komitmennya dalam mendukung tata kelola air bersih yang profesional dan sesuai regulasi di Kota Kupang. Hal ini disampaikan Bobby Famdale usai menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 Perumda Air Minum Kota Kupang yang mengusung tema “17 Tahun Mengalirkan Harapan” pada Kamis, 16 April 2026. […]

  • Sepekan Pertama Ramadhan, Pemerintah Putuskan Siswa Belajar di Rumah

    • calendar_month Rabu, 22 Jan 2025
    • account_circle Feri Taufiandi
    • visibility 467
    • 0Komentar

    JAKARTA,JARRAKPOS.COM — Pemerintah resmi menerbitkan surat edaran tentang pembelajaran selama Ramadan 1446 Hijrian/2025 M, di mana para siswa selama sepekan awal bulan suci itu akan melaksanakan kegiatan belajar di lingkungan rumah. Hal itu diatur dalam Surat Edaran Bersama (SEB) yang diteken tiga menteri yakni Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, Menteri Agama Nasaruddin Umar, dan […]

  • Indonesia vs Arab Saudi, Wujudkan Mimpi Lolos Piala Dunia 2026

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Syawal
    • visibility 769
    • 0Komentar

    Medan – Timnas Indonesia akan menghadapi Arab Saudi dan Irak untuk mengejar mimpi lolos ke Piala Dunia 2026. Pengamat sepakbola Petra Jaya Purba menilai ambisi itu realistis. Persaingan Indonesia dengan Arab Saudi dan Irak pada babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026. Perebutan tiket ke Piala Dunia itu akan berlangsung di King Abdullah Sports City, Arab […]

expand_less