Kabid PPSP Damkar Cirebon Eno Sujana: Api Konsleting Hanguskan Rumah di Sidamulya, Pemilik Sedang Belanja Kebutuhan Dapur
- account_circle Hadi Supangat
- calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

CIREBON, JARRAKPOS.COM – Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan (PPSP) Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Cirebon, Eno Sujana, membenarkan terjadinya kebakaran rumah tinggal milik Bpk. Sano di Dusun Kiwiyar, Desa Sidamulya, Kecamatan Astanajapura, pada Senin (29/6/2026) siang. Berdasarkan laporan lapangan, api diduga kuat berasal dari arus pendek listrik atau konsleting di kamar belakang rumah.
“Saat kami menerima laporan pukul 14.13 WIB, informasi awal menyebutkan api muncul dari colokan kipas angin di kamar belakang sebelah timur, kemudian merembet ke kasur dan menjalar cepat ke bagian depan rumah,” jelas Eno Sujana saat memberikan keterangan pers di lokasi kejadian.
Eno menambahkan bahwa beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini karena kondisi rumah sedang kosong. “Pemilik rumah saat itu sedang pergi berbelanja keperluan dapur, sehingga tidak ada penghuni yang terjebak di dalam bangunan,” tegasnya.
Menanggapi insiden tersebut, Tim Damkar Wilayah Sektor Lemahabang langsung bergerak menuju lokasi dan berkoordinasi dengan Sektor Pangenan mengingat wilayah tersebut masuk dalam Wilayah Manajemen Kebakaran (WMK) Pangenan. Regu 1 Sektor Lemahabang tiba lebih dahulu pada pukul 14.30 WIB, disusul Regu 1 Sektor Pangenan lima menit kemudian.
“Pemadaman dipimpin langsung oleh Dansek Pangenan dan Dansek Lemahabang dengan menerjunkan dua unit mobil pancar. Petugas kami bekerja keras memadamkan api yang cukup besar sekaligus mencegah penyebaran ke rumah tetangga, mengingat lokasi merupakan pemukiman padat penduduk,” papar Eno.

Setelah hampir satu jam berjuang, api berhasil dipadamkan pada pukul 15.21 WIB dan proses pendinginan tuntas pada pukul 15.31 WIB. Dari hasil pendataan sementara, luas bangunan yang terbakar mencapai ±120 meter persegi dari total luas keseluruhan ±180 meter persegi, artinya sekitar 60 meter persegi masih dapat diselamatkan.
“Beberapa aset berharga turut hangus, meliputi tempat tidur, kipas angin, lemari pakaian, kulkas, megicom, tabung gas beserta kompor, serta set kursi tamu. Nilai kerugian materiil belum dapat dipastikan karena masih dalam tahap inventarisasi,” ungkap Eno.
Ia juga mengakui adanya kendala selama operasi pemadaman berupa akses jalan yang ramai dan sempit, sehingga menghambat manuver kendaraan damkar mendekati titik api. Namun, berkat kerja sama tim dan dukungan perangkat desa setempat, kebakaran dapat ditangani dengan baik tanpa menimbulkan korban jiwa.
Sebagai penutup, Eno Sujana mengimbau warga untuk senantiasa waspada terhadap potensi korsleting listrik, terutama saat meninggalkan rumah dalam waktu lama. “Pastikan semua peralatan elektronik dicabut dari stopkontak dan instalasi listrik diperiksa secara berkala guna mencegah terulangnya musibah serupa,” pungkasnya.
- Penulis: Hadi Supangat




Saat ini belum ada komentar