Heboh! Ribuan Warga Padati Hus Kuda Usman Husin Cup II, Kapolres Berharap Kembali Pecahkan Rekor MURI
- account_circle Mario
- calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com– Gagasan Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi PKB Dapil NTT II, Usman Husin, untuk menjadikan Tradisi Hus Kuda sebagai agenda budaya tahunan berskala besar kembali mendapat sambutan luar biasa. Festival Hus Kuda Usman Husin Cup II yang diinisiasi langsung oleh putra asli Rote tersebut sukses menyedot ribuan warga dari berbagai wilayah untuk memadati Lapangan Ombok, Desa Busalangga Barat, Kecamatan Rote Barat Laut, Kabupaten Rote Ndao, NTT, Kamis (2/7/2026).
Tak sekadar menjadi ajang hiburan, festival yang digagas Usman Husin itu membawa misi besar melestarikan budaya sekaligus mendorong sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat. Antusiasme ribuan pengunjung menjadi bukti bahwa tradisi warisan leluhur masyarakat Rote memiliki daya tarik besar dan berpotensi berkembang menjadi salah satu event budaya unggulan di tingkat nasional.
Suara gong menggema, derap ratusan kuda hias menggetarkan arena, sementara tarian tradisional mengiringi langkah para Manasaindala yang mengenakan busana adat Rote lengkap dengan topi khas Ti’i Langga. Pemandangan spektakuler itu menyambut ribuan masyarakat yang memadati arena festival.
Ratusan ekor kuda bersama ratusan penunggang ambil bagian dalam parade budaya yang tidak hanya memukau para penonton, tetapi juga menegaskan Hus Kuda sebagai simbol pelestarian adat, budaya, dan identitas masyarakat Pulau Rote.
Kapolres Rote Ndao, AKBP Mardiono, mengatakan Festival Hus Kuda merupakan warisan budaya yang memiliki nilai sejarah tinggi dan harus terus dijaga sebagai kekayaan daerah sekaligus daya tarik wisata.
Menurutnya, tradisi Hus Kuda pernah mengharumkan nama Kabupaten Rote Ndao setelah berhasil meraih Rekor MURI pada 2023 melalui parade 500 peserta Kuda Hus lengkap dengan Manasaindala dalam Upacara Hari Pahlawan pada tahun 2023 lalu.
“Tradisi ini pernah mengharumkan nama Rote Ndao melalui pencapaian Rekor MURI. Karena itu, kami ingin terus mendorong agar budaya ini tetap lestari dan semakin dikenal, baik di tingkat nasional maupun internasional. Kami berharap Festival Hus Kuda kembali mampu memecahkan Rekor MURI sehingga menjadi kebanggaan masyarakat Rote Ndao,” ujar Mardiono.
Ia menegaskan pelestarian budaya merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Melalui momentum Hari Bhayangkara, Festival Hus Kuda juga menjadi sarana memperkenalkan kekayaan tradisi, seni budaya, dan potensi pariwisata Rote Ndao kepada masyarakat luas.
“Rote Ndao memiliki kekayaan budaya dan destinasi wisata yang luar biasa. Potensi ini harus terus dipromosikan sehingga semakin banyak wisatawan yang datang dan mengenal daerah ini,” katanya.
Sementara itu, Usman Husin mengatakan penyelenggaraan Hus Kuda Cup merupakan wujud komitmennya menjadikan budaya Rote semakin dikenal hingga ke tingkat dunia. Karena itu, dirinya menginisiasi penyelenggaraan festival tersebut sebagai agenda tahunan yang terus berkembang dari tahun ke tahun.
“Saya ingin Gerakan Hus Kuda ini semakin terkenal di dunia. Tujuan kami adalah menjadikan Hus Kuda sebagai event tahunan yang terus berkembang. Ke depan kami ingin memadukan Hus Kuda dengan pacuan kuda sehingga menjadi atraksi budaya yang lebih besar, menarik lebih banyak wisatawan, sekaligus mengangkat nama Rote Ndao di tingkat nasional maupun internasional,” kata Usman.
Usman menambahkan, Festival Hus Kuda tidak hanya menghadirkan kemeriahan atraksi budaya, tetapi juga diharapkan menjadi motor penggerak sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat. Kehadiran ribuan pengunjung dinilai membuka peluang yang lebih luas bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan pendapatan.
Kepala Desa Busalangga Barat, Mikael Arnolus Lute, berharap Festival Hus Kuda tetap dipusatkan di wilayahnya karena telah memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Kalau bisa sebelum festival digelar dibuat bazar UMKM selama satu minggu agar masyarakat memiliki kesempatan lebih besar untuk berjualan. Kami juga mendoakan Bapak Usman Husin selalu sehat dan tetap memperhatikan masyarakat desa sebagai Anggota DPR RI Komisi IV,” ujarnya.
Koordinator Kegiatan, Eran Harbona Sipa, mengatakan antusiasme masyarakat tahun ini jauh melampaui perkiraan panitia.
“Sejak pagi masyarakat sudah memadati Lapangan Ombok. Tingginya partisipasi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan Hus Kuda sebagai agenda budaya tahunan yang semakin besar dan berkualitas,” katanya.
Kemeriahan Hus Kuda Usman Husin Cup II kembali membuktikan bahwa tradisi warisan leluhur masyarakat Rote tidak hanya mampu bertahan di tengah perkembangan zaman, tetapi juga berpotensi menjadi ikon budaya nasional yang menggerakkan sektor pariwisata, memberdayakan UMKM, dan mengharumkan nama Kabupaten Rote Ndao hingga ke panggung dunia.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar