Jerman vs Paraguay, Imam Faisal: Sudah Tentu Der Panzer
- account_circle Syawal
- calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Medan- Jerman menghadapi Paraguay pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Boston Stadium, Selasa (30/6) pukul 00.00 WIB. Laga ini menjadi ujian berbeda bagi Der Panzer yang tampil produktif di fase grup menghadapi Paraguay dengan karakter bertahan kuat.
Tim asuhan Julian Nagelsmann melaju ke fase gugur sebagai juara grup dengan catatan serangan mengesankan. Namun, Paraguay datang membawa modal berbeda, yakni organisasi permainan rapat dan kemampuan bertahan menghadapi tekanan lawan.
Jerman menunjukkan kualitas ofensif sepanjang fase grup Piala Dunia 2026. Kombinasi Florian Wirtz, Jamal Musiala, dan Kai Havertz menjadi kekuatan utama dalam membongkar pertahanan lawan.
“Jerman tim favorit juara, permain nya pun bagus dari kerja sama tim udah padu”, kata pelatih Satria Muda Imam Faisal dalam pesan wasthap nya, Minggu (28/6)
Menurut mantan pemain PSDS ini, laga ini diperkirakan berlangsung dengan dua pendekatan berbeda.
Tim asuhan Julian Nagelsmann datang dengan modal produktivitas tinggi, sedangkan Paraguay mengandalkan pertahanan disiplin untuk meredam agresivitas Der Panzer.
Jerman akan berusaha mendominasi penguasaan bola sejak menit awal, sementara Paraguay memilih menunggu peluang lewat serangan balik cepat dan organisasi pertahanan yang rapat.
Jerman tampil sebagai juara Grup E setelah memperlihatkan kualitas menyerang yang sangat menjanjikan sepanjang fase grup.
Der Panzer membukukan kemenangan telak 7-1 atas Curacao, mengalahkan Pantai Gading 2-1, sebelum menutup fase grup dengan kekalahan tipis 1-2 dari Ekuador.
Meski kalah pada laga terakhir, performa secara keseluruhan tetap mengesankan.
“Pemain pemain nya main di tim liga Eropa”katanya
Dikatakannya, Julian Nagelsmann memiliki banyak pilihan pemain kreatif. Florian Wirtz, Jamal Musiala, Leroy Sane, dan Kai Havertz mampu bergantian menjadi pembeda ketika menghadapi lawan yang memilih bertahan dalam.
Keunggulan lain Jerman terletak pada variasi serangan. Mereka tidak hanya mengandalkan umpan pendek, tetapi juga efektif memanfaatkan pergerakan tanpa bola dan kecepatan transisi sehingga sulit dia
Sementara itu, Paraguay asuhan Gustavo Alfaro lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik. Mereka mengandalkan disiplin bertahan, permainan fisik, dan efektivitas dalam memanfaatkan peluang.
Jerman datang ke babak 32 besar dengan kepercayaan diri tinggi setelah tampil agresif di Grup E. Der Panzer mencatat kemenangan besar 7-1 atas Curacao dan menang 2-1 melawan Pantai Gading sebelum kalah 1-2 dari Ekuador pada laga terakhir grup.
Performa tersebut menunjukkan bahwa lini serang Jerman menjadi salah satu ancaman terbesar di Piala Dunia 2026. Dalam lima laga terakhir, termasuk pertandingan persahabatan, Jerman mencatat empat kemenangan dan satu kekalahan dengan torehan 16 gol.
Namun, Paraguay bukan lawan yang mudah ditaklukkan. Gustavo Alfaro membangun tim yang mengutamakan keseimbangan, terutama dalam menjaga struktur pertahanan saat menghadapi lawan dengan kualitas individu lebih baik.
Paraguay hanya mencatat rata-rata penguasaan bola 34,5 persen selama fase grup. Meski demikian, mereka mampu menjaga gawang tetap bersih saat menghadapi Turki dan Australia setelah sebelumnya kalah 1-4 dari Amerika Serikat.
- Penulis: Syawal




Saat ini belum ada komentar