Kepemilikan Saham PSMS Disorot, Manajemen Diminta Terbuka
- account_circle Syawal
- calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Medan – Kepemilikan saham PSMS di sorot. Pasalnya sampai sekarang belum ada transparansi dari manajemen PSMS terkait kepemilikan saham.
“Kami perlu transparan soal kepemilikan saham karena sampai kita tak tau apakah saham tersebut masih milik PT KMI atau sudah sepenuhnya berpindah tangan”kata mantan pemain PSMS Syafril SH dalam pesan wasthap nya Senin (1/6)
Belum adanya keterbukaan manajemen lama soal saham membuat asumsi bahwa saham PT KMI dan PSMS sudah diakusisi Fendy Jonathan dkk yang diketahui dari grup JLO ( Jerry Hermawan Lo)
Jerry Hermawan Lo adalah pendiri grup bisnis JHL Group. Melalui grup perusahaan itu, ia dikabarkan memiliki bisnis judi di Kamboja.
Jerry Hermawan Lo juga menjadi pemegang saham klub sepak bola papan atas, Dewa United.
Pernyataan lain menguatkan PSMS sudah dikendalikan JLO tak satupun manajemen lama terlibat dalam mengelola PSMS pada musim kompetisi tahun ini.
“Kita sebagai mantan pemain harus tau soal kepemilikan saham. Dengan begitu tak ada keraguan publik terhadap PSMS
Sebelumnya diketahui, PSMS berada di bawah naungan PT Kinantan Medan Indonesia (KMI), yang saham mayoritasnya sempat disebut-sebut dimiliki oleh mantan Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi. Namun, manajemen sekarang enggan menanggapi hal tersebut secara gamblang.
Belakangan nama Bobby Nasution muncul. Beliau kerap hadir menyaksikan pertandingan yang dilakoni PSMS. Bahkan, orang nomor satu di Sumut disebut memberikan bonus kemenangan PSMS
Bobby pun terang terangan menyebutkan akan mengambil alih PSMS dan menjadi kan nya BUMD jika musim kompetisi 2026/2027 tak promosi ke liga satu
Dugaan beredar, bahwa Bobby Nasution sudah mengakusisi PSMS, hanya saja beliau menggunakan pihak swasta untuk mengelola nya
Jika hal tersebut terjadi, berarti sia sia perjuangan 40 klub yang mengklaim sebagai pendiri atau pemilik klub yang berjuluk Ayam Kinantan ini
Bukti, sampai sekarang perjuangan 40 klub tidak menemukan titik terang, meski mereka telah menggugat ke pengadilan negeri Medan maupun melapor ke DPRD Sumut
Heran nya kata Syafril yang kini berprofesi sebagai lawyer, kok bisa PT KMI terlalu mudah mengambil alih kepemilikan PSMS dari klub-klub pendiri klub yang sempat dijuluki The Killer itu.
“PSMS itu bukan milik pribadi. Jadi wajar publik harus tau”sebut mantan anggota DPRD kabupaten Langkat
Kehadiran JLO grup mengelola PSMS sempat memancarkan harapan positif. Mereka menegaskan akan menghantarkan PSMS promosi ke liga satu.
Namun lacur terjadi, perjalanan PSMS terseok seok mengarungi liga 2 musim kompetisi tahun 2025-2026. Pelatih Kasta Hardi yang sempat dielu elukan bisa mengantar kan PSMS promosi tak berkutik menghadapi atmosfer liga 2. Begitu juga dengan Eko Pudjianto sebagai pengganti pelatih Kasta Hardi tak mampu meramu permainan PSMS dengan baik
“Seharusnya Kepala Daerah yang me ngelola PSMS bisa maju, Ini kok malah tambah blunder tim nya. Ya insyaAllah kalau pak Bobby berkenan bisa pegang mudah-mudahan bisa maju”, ujarnya
Dikatakannya dulu PSMS remaja dan junior, serta senior di segani. Contoh tahun 1981 juara junior, tahun 1983 s/d 1985 juara senior, tahun 1996 tim remaja PSMS juara nasional main nya di stadion Menteng Jakarta.
Kemudian juara Asia Pasific PSMS plus di Malaysia tahun 1996 dan mengikuti piala dunia Nike world Championship London Inggris di Manchester united tahun 1996
“Ini karena pembinaan yang serius dan berkesinambungan. Saya pelatih nya dengan Zein Azhar, sampai sekarang tidak ada lagi bersuara dan berkiprah PSMS . Terakhir PSMS final dengan Sriwijaya FC tahun 2007, saya mendampingi pelatih Freddy Muli”, sebut nya
- Penulis: Syawal




Saat ini belum ada komentar