Peringatan Nuzul Quran di Bengkulu Diwarnai Penyerahan Santunan BPJS Ketenagakerjaan
- account_circle Sepriyanita
- calendar_month Senin, 9 Mar 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Bengkulu, jarrakpos.com – Momentum peringatan Nuzulul Quran 1447 Hijriah dimanfaatkan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bengkulu untuk menyerahkan santunan Jaminan Kematian (JKM) kepada ahli waris peserta. Penyerahan simbolis berlangsung di Masjid Raya Baitul Izzah pada Sabtu (7/3/2026) dan turut dihadiri oleh Helmi Hasan beserta jajaran pemerintah daerah.
Dalam kegiatan tersebut, dua ahli waris menerima santunan JKM dengan total nilai Rp84 juta. Penerima santunan adalah Hartati Ningsih, ahli waris dari almarhum Suprapto yang merupakan petugas RT/RW Kelurahan Bentiring, serta Lima Maryanti, ahli waris dari almarhum Sarlin Anadi yang juga bertugas sebagai petugas RT/RW di Kelurahan Pematang Gubernur. Kepesertaan kedua almarhum tercatat sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan yang iurannya dibayarkan oleh Pemerintah Kota Bengkulu.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bengkulu, Ferama Putri, secara terpisah menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan sekaligus memastikan bahwa seluruh hak peserta telah diberikan kepada ahli waris sesuai dengan ketentuan program.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. Santunan ini merupakan hak peserta yang telah terlindungi dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan. Semoga manfaat ini dapat membantu meringankan beban keluarga,” ujar Ferama.
Ia menjelaskan bahwa program Jaminan Kematian memberikan perlindungan bagi peserta yang meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja. Manfaat yang diberikan meliputi santunan kematian Rp20 juta, santunan berkala Rp12 juta yang dibayarkan sekaligus, biaya pemakaman Rp10 juta, serta beasiswa pendidikan bagi dua orang anak hingga perguruan tinggi dengan nilai maksimal Rp174 juta bagi peserta yang telah terdaftar minimal tiga tahun.
Melalui program ini, BPJS Ketenagakerjaan berharap perlindungan jaminan sosial dapat memberikan rasa aman bagi pekerja dan keluarganya, terutama ketika menghadapi risiko sosial ekonomi akibat kehilangan pencari nafkah.
- Penulis: Sepriyanita




Saat ini belum ada komentar