Keluarga Besar SMPN 2 Sindang Mengadakan Peringatan Isro Mi’raj Nabi Muhammad SAW.
- account_circle Wahyu Supriatna
- calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

INDRAMAYU JarrakPost.Com- Nabi Muhammad SAW adalah Nabi akhir zaman yang menuntun manusia untuk keluar dari zaman Jahillyah dan kebodohan, yang mengajarkan pondasi ketuhanan dan ke imanan pada umat manusia, menghapus perbudakan ,dan menghargai antar umat manusia.
SMPN 2 Sindang – Indramayu yang selalu mencetak generasi muda yang unggul serta berakhlak mulia pada siswa/i nya. Bertempat di lapangan olah raga komplek SMPN 2 Sindang Rabu (21/01/26) keluarga besar Nedusi Mengadakan Peringatan Isro Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang di hadiri oleh Kepala sekolah SMPN 2 Sindang (Nedusi) H.Fajar Ismadi, perwakilan Komite Sekolah, Para Dewan Guru, para Disiswa/i Nedusi dengan almuqarom Ustd Muhamad Noval Irsad.
Dalam sambutannya Kepala Sekolah Nedusi H.Fajar Ismadi “Kita bersyukur atas nikmat yang di karuniakan allah kepada kita semua sehingga kita semua dapat menyelenggaran acara Isro Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Momen peringatan Isro Mi’raj ini sebagai tonggak pembelajaran bagi kita semua untuk meningkatkan iman dan Taqwa kepada allah dan Rosullah Muhammad SAW, Karena nabi mendapatkan perintah sholat dari allah langsung, karena sholat merupakan tiang agama” tegasnya.
Dengan Ridho allah kita dapat menyelenggaran acara ini, dengan niat yang tulus kita dapat menyelenggaran kegiatan ini, semoga kita mendapat syafaat dari nabi Muhammad SAW, selain itu kita juga dapat menteladani sifat dan perbuatan beliau ” lanjut Fajar

Sementara itu Ustd Muhamad Noval Irsad dalam Tausyiahnya” arti Isro dan Mi’raj adalah Perjalanan nabi di waktu malam dari masjidil Aqsyo ke masjidil kharom. Peristiwa Isro Mi’raj ini adalah kejadian yang luar biasa dan tidak akan terulang lagi. Kejadian Isro Mi’raj ini terjadi merupakan momentum yang luar biasa” tegasnya.
Pada perjalanan Isro Mi’raj itu nabi muhammad ketemu dengan satu kaum yaitu Siti Masito yaitu seorang ibu yang mengasuh nabi Musa AS, di mana beliau hidup di jaman nabi Musa dan Fir’aun yang di siksa oleh Raja Fir’aun karena mengakui tuhannya hanya allah SWT, akhirnya Siti Masito dan keluarganya di eksekusi mati oleh raja Fir’aun dengan cara di rebus hidup-hidup. Ketika seorang hamba sudah tiada daya dan upaya kita harus tetap bersandar kepada allah SWT. Kita harus senantiasa berpegang teguh pada iman dan islam sampai akhir jaman.
Dari perjalanan Isro Mi’raj ini mempunyai hikmah adalah kehidupan kita didunia ini penuh dengan kegelapan maka kuncinya adalah bermunajat kepada allah dengan melaksakan sholat lima waktu dengan baik dan benar”ujar Ustd Noval.
Semoga dengan peringatan Isro Mi’raj ini dapat menambah ke imanan keluarga besar Nedusi pada khususnya serta umat islam pada umumnya, yang lebih penting adalah kita dapat menteladani sifat Rosullah untuk kehidupan kita agar selamat dunia dan akherat.*****(GUS Wahyu Sekober’96)******
- Penulis: Wahyu Supriatna




Saat ini belum ada komentar