KGPAA Hamangkunegoro Kukuhkan Diri Jadi Raja Solo Bergelar Paku Buwono XIV
- account_circle Feri Taufiandi
- calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

SURAKARTA,JARRAKPOS.COM – Raja Keraton Kasunanan Surakartaa Hadiningrat Kanjeng Sinuhun Paku Buwono (PB) XIII Hangabehi meninggal dunia pada Minggu 2 November 2025. Melansir cuitan akun media sosial X @/Jateng_Twit pada Minggu 2 November 2025, PB XIII wafat di RS Indriati Solo Baru, Kabupten Sukoharjo pada Minggu pagi sekitar pukul 07.29 WIB.
Kabar mangkatnya PB XIII ini pun telah dibenarkan oleh salah satu kerabat Keraton Kasunanan Surakarta, Kanjeng Pangerang Haryo (KPH) Eddy Wirabhumi. “Betul, memang hari ini kita berduka. Beliau sudah dinyatakan meninggal dunia pagi tadi di Rumah Sakit Indriati. Saat ini sedang dipersiapkan proses pemulangan dari rumah sakit ke Keraton,” ujar KPH Eddy Wirabhumi, Minggu pagi.

Dok.jarrakpos/fri
PB XIII meninggal dunia setelah diketahui menjalani perawatan lantaran kondisi kesehatan yang menurun. Kini, di tengah kabar mangkatnya PB XIII, estafet kepemimpinaan Keraton Kasunanan Surakarta ramai jadi perbincangan. Saat ini, estafet kepemimpinan berada di oundak Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom Hamangkunegara Sudibya Rajaputra Narendra Mataram. Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom Hamangkunegara Sudibya Rajaputra Narendra Mataram diketahui telah ditetapkan sebagai putra mahkota atau KGPH sejak tahun 2022. Rabu,(5/11/2025)
Banyak yang menilai bahwa penetapan putra mahkota adalah langkah strategis yang diambil oleh Paku Buwono XIII. Langkah penetapan putra mahkota ini dinilai sebagai keputusan yang tepat untuk menghindari konflik internal yang pernah melanda saat beliau naik tahta sebelumnya.
Editor : Feri
- Penulis: Feri Taufiandi




Saat ini belum ada komentar