Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Warga Majene Desak Ketua Pengadilan Tinggi TUN Makassar Awasi Perkara Bungadia

Warga Majene Desak Ketua Pengadilan Tinggi TUN Makassar Awasi Perkara Bungadia

  • account_circle Jumri
  • calendar_month Kamis, 23 Jan 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Jarrakpos.com Jakarta – Warga Lingkungan Binanga, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, meminta Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) Makassar untuk bersikap tegas dalam mengawasi penanganan perkara atas nama korban Bungadia.

Hal itu disampaikan warga, ketika menggelar aksi unjuk rasa di depan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) Makassar, Selasa (21/1/2025).

Warga mendesak Ketua PT TUN Makassar untuk mengawasi ketat persidangan perkara Bungadia yang tengah bergulir di tingkat Banding.

Mereka meminta jaminan bahwa proses hukum akan berjalan transparan dan adil.

“Kami hanya ingin keadilan,” ujar Hasliati, seorang warga yang melakukan unjuk rasa.

Kasus Bungadia memang menyita perhatian publik. Dalam persidangan sebelumnya, saksi dari pihak Penggugat membuat pernyataan mengejutkan.

Pihak Penggugat yang diwakili Syarifuddin Rauf mengancam akan membabat habis semua warga yang berada mulai dari pinggir sungai sampai Parape, yang luasnya sekitar 100 hektar. Lahan itu telah dihuni ribuan warga secara turun-temurun.

Pernyataan tersebut semakin memanaskan suasana. Kuasa Hukum Korban Bungadia, Nick Carter Simanullang, yang telah mengajukan Banding, menyatakan optimis bahwa pengadilan akan bertindak objektif.

“Kami percaya pengadilan akan menjunjung tinggi prinsip hukum,” ujar Nick Carter Simanullang.

Sementara itu, warga berharap putusan akhir dari PT TUN Makassar dapat mengakhiri polemik ini dan memberikan keadilan bagi mereka. “Kami yakin keadilan akan berpihak pada kami,” ucap warga.

Sebelumnya, puluhan warga Lingkungan Binanga Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, menggeruduk Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Makassar, Selasa (21/1/2025).

Warga melakukan aksi protes melalui unjuk rasa di depan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Makassar, karena diduga ada Hakim yang bersekongkol dengan Mafia Tanah, sehingga merampas tanah warga Binanga di Kabupaten Majene.

Hasliati, seorang warga yang melakukan unjuk rasa, mengungkapkan, mereka datang menggeruduk Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Makassar karena Hakim Pengadilan TUN Makassar telah berpihak kepada perampas tanah rakyat yakni kepada komplotan Mafia Tanah.

“Kami warga masyarakat Binanga melawan mafia tanah, dan meminta Hakim jangan bersekongkol dengan pencuri tanah,” tutur Hasliati.

Warga mendesak Ketua Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Makassar untuk segera memeriksa Majelis Hakim yang mengadili perkara No. 87/G/2024/PTUN.MKS.

Perkara tersebut telah diputus pada tanggal 9 Januari 2025 oleh Ketua Majelis Hakim bernama Andi Jayadi Nur, SH., MH., dengan Hakim Anggota bernama Lutfi, SH., dan Sanny Pattipelohy, SH., MH.

Menurut Hasliati, patut diduga Hakim telah bersekongkol dengan pencuri tanah. Dan patut diduga Hakim telah menjadi kaki tangan mafia tanah, sehingga majelis hakim tidak mempertimbangkan keterangan saksi Bahira dan Marsukawati serta 41 alat bukti surat yang diajukan Bungadia.

“Hakim juga telah mengaburkan fakta-fakta yang sebenarnya termasuk fakta sumur tua yang dibangun jauh sebelum Indonesia Merdeka oleh Kakek-Nenek Bungadia di lokasi objek,” tuturnya.

Aneh bin Ajaib, lanjut dia, istilah itu sangat cocok disematkan untuk para Hakim PTUN Makassar yang memenangkan pihak Penggugat hanya berdasarkan klaim sepihak bahwa itu adalah tanah milik ‘Kerajaan’, dan tidak mempunyai surat-surat tanah maupun bukti-bukti kepemilikan tanah ataupun riwayat ‘Tanah Kerajaan’.

“Sedangkan Bungadia memiliki Sertipikat Hak Milik yang terbit tahun 2019 dan ada bukti sumur tua yang dibangun di lokasi objek,” ujarnya.

Warga berharap, Badan Pengawasan Mahkamah Agung (Bawas MA), Komisi Yudisial (KY), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan Kejaksaan, untuk segera memeriksa Majelis Hakim yang mengadili perkara No. 87/G/2024/PTUN.MKS pada Pengadilan Tata Usaha Negara Makassar.

“Juga meminta kepada Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan atau PPATK untuk memeriksa aliran dana masuk dan dana keluar para Majelis Hakim tersebut,” ujar Hasliati.

  • Penulis: Jumri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pesta Rakyat HUT Rohul ke-26 Berakhir Sukses, Bupati Anton Apresiasi Seluruh Panitia dan Petugas Lapangan

    Pesta Rakyat HUT Rohul ke-26 Berakhir Sukses, Bupati Anton Apresiasi Seluruh Panitia dan Petugas Lapangan

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • account_circle Diana Ningsih
    • visibility 297
    • 0Komentar

              Jarrakpos. Com ROHUL -Pesta rakyat dalam rangka malam puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Kabupaten Rokan Hulu resmi berakhir dengan penuh kesan dan sukses besar. Euforia kebahagiaan masyarakat yang membanjiri Lapangan Kantor Bupati, meninggalkan cerita indah tentang kebersamaan, kerja keras, dan semangat gotong royong seluruh elemen daerah. Bupati Rokan […]

  • Tiga GTK Subulussalam Wakili Aceh ke Tingkat Nasional, Bukti Mutu Pendidikan Terus Meningkat

    Tiga GTK Subulussalam Wakili Aceh ke Tingkat Nasional, Bukti Mutu Pendidikan Terus Meningkat

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle Rahmad Ariadi
    • visibility 373
    • 0Komentar

    Subulussalam, Jarrakpos.com | Tiga Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) terbaik dari Kota Subulussalam berhasil mengharumkan nama daerah setelah dinobatkan sebagai juara pertama dalam ajang Apresiasi GTK Provinsi Aceh Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGGTK) Kemendikdasmen. Mereka adalah: 1. Merawatu – Juara 1 GTK Dedikatif Kategori Kepala Sekolah TK 2. Azilda […]

  • Menyatu Dalam Kemeriahan Pesta Rakyat, Sukamulya Sambut Tiga Peringatan Bersejarah

    Menyatu Dalam Kemeriahan Pesta Rakyat, Sukamulya Sambut Tiga Peringatan Bersejarah

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Ghana
    • visibility 65
    • 0Komentar

    KUNINGAN, Jarrakpos.com – Karang Taruna Caturangga Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Cigugur, menggelar Pesta Rakyat dalam rangka memperingati HUT RI ke-81, Hari Jadi  ke-528 Kuningan, serta Hari Jadi ke-286 Kelurahan Sukamulya. Acara puncak yang berlangsung selama dua hari (28–29 Agustus 2026) ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, S.H., M.Kn., yang didampingi Camat Cigugur Yono […]

  • DPRD Gelar Paripurna PU Fraksi DPRD Dan Dengar Pendapat Bupati Terhadap Tiga Raperda Inisiatif DPRD

    DPRD Gelar Paripurna PU Fraksi DPRD Dan Dengar Pendapat Bupati Terhadap Tiga Raperda Inisiatif DPRD

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Hadi Supangat
    • visibility 158
    • 0Komentar

    CIREBON, JARRAKPOS.COM – Dalam lanjutan paripurna, Bupati Cirebon, Imron menyampaikan pendapatnya terhadap raperda inisiatif DPRD. Raperda tentang Sistem Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Berbasis Data Desa/Kelurahan Presisi Partisipatif merupakan rancangan instrumen hukum yang penting untuk mendorong masalah data yang vital di Kabupaten Cirebon. Dua tahun ke belakang, Kabupaten Cirebon dihadapkan dengan persoalan kesehatan dan sosial. Masalah kesehatan […]

  • Jelang Misa Natal, Pihak Keamanan Gelar Sterilisasi Gereja di Kuningan

    Jelang Misa Natal, Pihak Keamanan Gelar Sterilisasi Gereja di Kuningan

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Ghana
    • visibility 278
    • 0Komentar

    KUNINGAN, Jarrakpos.com – Jajaran Polres Kuningan melakukan sterilisasi di sejumlah gereja, salah satunya di Gereja Kristen Indonesia (GKI) yang berlokasi di Jalan Siliwangi, Kabupaten Kuningan, menjelang pelaksanaan ibadah umat Kristiani, Rabu (24/12/2025). Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk memastikan keamanan dan kenyamanan jemaat. Kapolres Kuningan, AKBP Muhammad Ali Akbar, mengatakan sterilisasi gereja merupakan bagian dari […]

  • Si Jago Merah Lalap beberapa Rumah Warga

    Si Jago Merah Lalap beberapa Rumah Warga

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Feri Taufiandi
    • visibility 1.353
    • 0Komentar

    TEMANGGUNG,JARRAKPOS.COM – Telah terjadi kebakaran di Dusun Buntu RT 01 RW 01, Desa Tempelsari, Kecamatan Tretep, Kabupaten Temanggung,Rabu,(14/1/2026) pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Berdasarkan keterangan sementara, kebakaran diduga disebabkan oleh konsleting listrik. Api pertama kali muncul dari rumah milik Bp. Utomo, kemudian dengan cepat menjalar ke bangunan di sampingnya. Akibat peristiwa tersebut, empat rumah warga […]

expand_less