Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » BBM Bersubsidi Vs Pupuk Bersubsidi = Ketahanan Pangan?

BBM Bersubsidi Vs Pupuk Bersubsidi = Ketahanan Pangan?

  • account_circle Wahyu Supriatna
  • calendar_month Senin, 13 Jan 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

INDRAMAYU JarrakPos.Com- Pemerintah dibawah President Prabowo Subianto telah menetapkan Visi misi nya antara lain tentang Ketahanan Pangan dan Swasembada beras, Namun semua perlunya perencanaan serta fasilitas yang mendukung khususnya dalam hal ketahanan pangan dan swasembada beras diantaranya :
1. Sistim Pengelolaan tanah yang baik
2. Saluran irigasi yang memadai
3. Pasokan air untuk pertanian yang cukup
4.Tersedianya bibit unggul yang handal.
5. Tersedianya dan distribusi pupuk yang merata dan mudah.
6. Alat Pertanian yang modern.

Menyikapi hal tersebut poin 5 merupakan hal yang terpenting dibutuhkan oleh para petani yaitu Tersedianya dan Distribusi pupuk bersubsidi yang merata dan mudah. Sebagai mana kita tahu bahwa para petani Indonesia untuk meningkatkan produksi pertanian mereka sudah terbiasa menggunakan pupuk kimia yang kebutuhannya cukup tinggi yaitu untuk 1 hektar tanah sawah dibutuhkan 3 – 4 Kwintal pupuk kimia dengan asumsi dapat menghasilkan 7 – 9 Ton Padi/gabah.

Salah seorang petani Waska dari desa Cikedung saat ditemui ” untuk mendapatkan pupuk bersubsidi dirinya harus mendaftarkan dulu ke BPP atau penyuluh pertanian dan jika sudah ada tidak langsung dapat tetapi untuk masa tahun tanam berikutnya dengan harga Rp.225.000 per kwintal sedangkan masing-masing petani hanya dapat 2 kwintal selain itu beli pupuk bersubsidinya harus di kios tani yang sudah ditentukan” tegasnya

Bandingkan dengan BBM Pertalit yang statusnya sama-sama bersubsidi itu kita belinya bisa didaerah mana saja dan berapa litet saja, tidak ada pembatasan bahkan mobil- mobil mewah yang CC nya diatas 1500 CC dapat membeli BBM Pertalit ini sungguh aneh” lanjut waska.

Sugianto petani desa Mundu Karangampel saat di minta pendapatnya ” saya ini petani yang lahannya setiap tahun sewa dari orang lain, untuk mendapatkan pupuk yang bersubsidi dengan harga Rp.225.000 per kwintal dirinya selalu daftar ke Penyuluh Pertanian bersama dengan yang punya lahan, hal ini bertujuaan agar proses pengajuaannya lebih mudah, bayangkan kalau saya ditolak untuk mendaftar agar dapat pupuk bersubsidi, bisa bisa dirinya harus merogoh kocek Rp.300 – 500 Rb per kwintal sedangkan mutu dan kwalitas pupuk bersubsidi dan non Subsidi sama saja” ujar Sugianto.

Sementara itu menurut sumber yang dipercaya dan pengamat pertanian dalam ketersngannya” Memang masalah pupuk subsidi menjadi masalah yang cukup pelik dan rumit banyak para petani yang tidak faham prosedurnya sehingga menimbulkan masalah, pupuk bersubsidi itu posisinya sama dengan barang-barang lain yang disubsidi pemerintah cuma persediaaannya di batasi dan diwajibkan membeli ditempat/kios yang telah ditunjuk sedangkan para petani hanya mendapatkan jatah 2 kwintal perhektar hal ini tidak seperti BBM yang bisa beli dimana saja dan jumlah yang tidak dibatasi” tegasnya

Sedangkan sekarang ini kita dihadapkan pada program swasembada pangan atau ketahanan pangan, sementara itu para petani kita sudah terbiasa dengan memakai pupuk kimia, bahkan ada anggapan dikalangan para petani kalau mau hasilnya bagus dan meningkat maka selain memakai bibit yang bermutu, pengairan yang cukup juga harus ditopang dengan pupuk yang banyak hal ini tidak bisa terbantahkan, sedangkan tata niaga pupuk bersubsidi itu sangatlah ketat dan sulit” ujarnya

Seharusnya tata niaga atau pekanisme distribudi pupuk itu dipermudah sedangkan sebagai mana kita tahu dari tahun ke tahun jumlah lahan pertaniaan itu senakin menurun bandingkan dengan jumlah kendaraan bermotor yang ada setiap tahun mengalami peningkatan ini berdampak jumlah subsudi yang dikeluarkan pemerintah juga cukup banyak diangka sekirar 400 Trilyun sedangkan untuk jumlah subsidi pupuk hanya 10% nya saja atau 44 Trilyun ini sungguh ironi” lanjutnya.

Ada cara yang sangat efektif yang harus di tempuh pemerintah yaitu :
1.Naikkan jumlah subsidi pupuk.
2.buat tata kelola yang baku dengan cara awasi dan biarkan para petani membeli pupuk di kios manapun.
3. Cabut subsidi pupuk secara menyeluruh, dan perketat distribusi BBM
4. Pemerintah harus berani membeli hasil panen para petani dengan harga yang pantas hal ini akan berdampak pada tingkat kesehahteraan hidup para petani, hal ini sudah diterapkan oleh negara Malaysia, Thailand dan Vietnam yang berani membeli hasil panen dari pada para petani.

Pada prakteknya masih banyak para petani penggarap yang tidak terdaftar di RDKK sehingga tidak dapat bagian pupuk bersubsidi karena memakai data yang ada di tahun sebelumnya ini sangat miris terjadi sehingga terjadi gesekan antara para petani, selain itu petani kita tidak terbiasa memakai pupuk alami atau pupuk non kimia karena prosesnya lama dan hasil panennya belum maksimal. ******(GUS Wahyu Ratusan)*****

  • Penulis: Wahyu Supriatna

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua DPRD Ngada Romi Juji Dorong Regulasi Moke: Konsultasi ke Kemenkumham NTT

    Ketua DPRD Ngada Romi Juji Dorong Regulasi Moke: Konsultasi ke Kemenkumham NTT

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
    • account_circle Mario
    • visibility 798
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Ketua DPRD Ngada, Romilus Juji, mengambil langkah strategis untuk memastikan moke atau sopi, minuman tradisional yang menjadi identitas budaya sekaligus sumber ekonomi masyarakat Aimere dan sejumlah kecamatan di Kabupaten Ngada memiliki payung hukum yang jelas dan berpihak pada kepentingan lokal. Dalam kunjungan resmi ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Nusa Tenggara Timur […]

  • Pimpin Sertijab PJU, Kapolda Kepri Tekankan Penguatan Kinerja dan Inovasi Pelayanan Masyarakat

    Pimpin Sertijab PJU, Kapolda Kepri Tekankan Penguatan Kinerja dan Inovasi Pelayanan Masyarakat

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Habil
    • visibility 231
    • 0Komentar

    BATAM, Jarrakpos.com | Kapolda Kepulauan Riau Irjen. Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., memimpin upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) sejumlah pejabat utama di lingkungan Polda Kepri, meliputi Karo SDM, Dirlantas, Kabid TIK, Kabidhumas, Kapolresta Tanjungpinang, Kapolres Karimun, dan Kapolres Bintan. Selain itu, turut dilaksanakan pelantikan jabatan Dirreskrimum dan Dirresnarkoba Polda Kepri. Kegiatan tersebut berlangsung di Lobby […]

  • Enam Tahun Tanpa Hydrant Permanen, DPRD Cirebon Pertanyakan Standar Keselamatan RSUD Waled

    Enam Tahun Tanpa Hydrant Permanen, DPRD Cirebon Pertanyakan Standar Keselamatan RSUD Waled

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Hadi Supangat
    • visibility 128
    • 0Komentar

    CIREBON, JARRAKPOS.COM – Sebuah ironi mencuat di balik status RSUD Waled sebagai Rumah Sakit Rujukan Tipe B. Sejak menyandang predikat tersebut pada 2020, fasilitas kesehatan ini ternyata beroperasi tanpa sistem proteksi kebakaran aktif (fire hydrant) yang terintegrasi. Baru pada APBD 2026, anggaran senilai Rp1,6 miliar dialokasikan untuk membangun infrastruktur krusial tersebut. Anggota Komisi II DPRD […]

  • KDKMP Menjadi Motor Penggerak Ekonomi Bagi Warga Magelang

    KDKMP Menjadi Motor Penggerak Ekonomi Bagi Warga Magelang

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle Feri Taufiandi
    • visibility 173
    • 0Komentar

    KOTA MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Rusunawa Wates, Kecamatan Magelang Utara, diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi warga setempat. Berbeda dari toko ritel biasa, fasilitas tersebut merupakan wujud pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis asas gotong royong hasil inisiasi pemerintah pusat. Minggu,(24/5/2026) Kepala Bidang Koperasi dan UMKM Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan […]

  • Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional, Lapas Sukamiskin Bersama Dirtekforma Dan Kakanwil Ditjenpas Gelar Panen Perdana Sayur Kangkung 1 Kuintal

    Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional, Lapas Sukamiskin Bersama Dirtekforma Dan Kakanwil Ditjenpas Gelar Panen Perdana Sayur Kangkung 1 Kuintal

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.157
    • 0Komentar

    Bandung, jarrakpos.com | Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Sukamiskin untuk pertama kalinya berikan hasil positif dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Warga Binaan bersama dengan Direktur Teknologi Informasi & Kerjasama, M.Hilal dan Kakanwil Ditjenpas Jabar, Kusnali panen sayur kangkung sebanyak 106 Kg di Pos Kerja Pertanian Lapas Sukamiskin, Selasa (04/03/2025). Kepala Lapas Kelas I Sukamiskin, Fajar […]

  • Zarof Ricar Minta Dibebaskan, Akibat JPU Teledor Tak Uraikan Asal-Usul Uang  Rp. 920 Milyar Dalam Surat Dakwaan, Jampidsus Harus Dicopot

    • calendar_month Senin, 17 Feb 2025
    • account_circle Jumri
    • visibility 667
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com JAKARTA – Seperti sudah diduga, Mafia Kasus Satu Triliun, Zarof Ricar mantan Kepala Balitbang Diklat Kumdil MA RI RI dalam pembacaan eksespi di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin (17/02/2025) meminta kepada kepada majelis hakim menyatakan dakwan JPU batal demi hukum, dan mengeluarkan terdakwa dari tahanan. Karena Surat Dakwaan JPU tidak mengurai perbuatan terdakwa dan […]

expand_less