Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Pantau Adipura Selama Tiga Hari, DLH Pacitan Tekankan Pengelolaan Sampah dari Hulu

Pantau Adipura Selama Tiga Hari, DLH Pacitan Tekankan Pengelolaan Sampah dari Hulu

  • account_circle Yuniardi Sutondo
  • calendar_month 15 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Pacitan,JarrakPos.com-Tim Pemantau Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melaksanakan kunjungan lapangan di Kabupaten Pacitan selama tiga hari, Sabtu hingga Senin (24–26 Oktober).

Pemantauan ini menyasar berbagai titik yang menjadi indikator penilaian Adipura, mulai dari kawasan permukiman, fasilitas pelayanan kesehatan (faskes), perkantoran, sekolah, perairan dan saluran terbuka, terminal, pasar, jalan, pertokoan, taman, hingga Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pacitan, Cicik Roudlotul Jannah, menegaskan bahwa penilaian Adipura tidak sekadar melihat kebersihan dan kerapian lingkungan, tetapi juga menilai sejauh mana masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan bertanggung jawab dalam mengelola sampah.

“Jadi, kondisi di lapangan yang dipantau selama tiga hari lalu akan menentukan apakah poin 50 persen bisa kita capai. Tidak cuma kebersihan wilayahnya, tetapi bagaimana setiap titik pantau bisa menyampaikan dan menunjukkan pengelolaan sampah yang sudah dilakukan, apakah sampah dikelola habis di sumber sampah atau hulu, atau hanya dibersihkan dan dibuang semua ke TPA,” ujar Cicik, Selasa (27/10).

Ia menjelaskan, penilaian Adipura terbagi dalam tiga indikator utama. Sebanyak 20 persen berasal dari aspek anggaran dan kebijakan, 30 persen dari sumber daya manusia (SDM) serta sarana dan prasarana (sarpras), sedangkan 50 persen ditentukan oleh hasil pemantauan lapangan.

Dengan komposisi tersebut, praktik pengelolaan sampah di setiap titik pantau menjadi aspek penting yang harus diperhatikan. Bukan hanya lingkungan yang terlihat bersih, melainkan juga sistem pengelolaan sampah yang berjalan, mulai dari pemilahan, pengolahan, hingga upaya mengurangi sampah yang berakhir di TPA.

Dalam pemantauan kawasan permukiman, tim mengunjungi sejumlah wilayah yang mewakili karakteristik perkotaan dan perdesaan.

Untuk kawasan perkotaan, pemantauan dilakukan di Kelurahan Sidoharjo, Pucangsewu, Pacitan, dan Ploso. Kawasan-kawasan tersebut terintegrasi dengan fasilitas pengelolaan sampah, meliputi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R), Pusat Daur Ulang (PDU), serta bank sampah.

Sementara itu, untuk wilayah perdesaan, tim mengunjungi Desa Sukoharjo dan Desa Ngadirjan. Pemilihan lokasi tersebut menjadi bagian dari upaya melihat praktik pengelolaan sampah di lingkungan permukiman dengan karakteristik yang berbeda.

Selain mengamati kondisi fisik lingkungan, tim juga melakukan tanya jawab secara langsung dengan masyarakat serta para pengelola fasilitas pengelolaan sampah, termasuk PDU, TPS 3R, dan bank sampah.

Interaksi tersebut menjadi bagian penting untuk mengetahui sejauh mana pemahaman dan keterlibatan masyarakat dalam mengelola sampah yang dihasilkan sehari-hari, sekaligus melihat keberlangsungan pengelolaan sampah di tingkat sumber.

Lebih lanjut, Cicik menekankan, keberhasilan meraih Adipura tidak cukup ditunjukkan melalui jalanan yang bersih, taman yang tertata, atau alun-alun yang bebas sampah. Lebih dari itu, diperlukan perubahan perilaku masyarakat agar mampu mengurangi dan mengelola sampah sejak dari sumbernya.

Menurutnya, masyarakat perlu membangun kebiasaan memilah sampah, memanfaatkan kembali barang yang masih bisa digunakan, serta mengurangi penggunaan produk dengan kemasan sekali pakai.

Salah satu langkah sederhana yang dapat diterapkan adalah membawa tumbler atau botol minum guna ulang, sehingga penggunaan kemasan minuman sekali pakai dapat ditekan.

Upaya tersebut diharapkan menjadi bagian dari budaya hidup sehari-hari, bukan sekadar dilakukan ketika ada penilaian atau pemantauan lingkungan.

“Penilaian Adipura menilai bagaimana masyarakat bertanggung jawab atas sampahnya masing-masing, bagaimana mengelolanya dengan bijak,” jelas Cicik.

Ia menambahkan, pengelolaan sampah yang ideal harus berorientasi pada pengurangan timbulan sampah sejak dari hulu. Dengan demikian, sampah yang harus diangkut dan ditimbun di TPA dapat diminimalkan.

DLH Pacitan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memperkuat kepedulian terhadap lingkungan melalui gerakan Mas Darling atau Masyarakat Sadar Lingkungan.

Gerakan ini diharapkan menjadi pengingat bahwa menjaga kebersihan dan mencegah pencemaran akibat sampah merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah daerah, pelaku usaha, pengelola fasilitas umum, lembaga pendidikan, hingga rumah tangga memiliki peran masing-masing dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.

Cicik menegaskan, upaya menjadikan Pacitan sebagai kabupaten peraih Adipura membutuhkan komitmen kolektif, bukan hanya mengandalkan pemerintah. Kesadaran untuk mengelola sampah secara bijak harus tumbuh menjadi budaya yang diterapkan secara konsisten di seluruh lapisan masyarakat.

Dengan demikian, momentum pemantauan Adipura tidak hanya menjadi ajang penilaian, tetapi juga penguatan komitmen bersama untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab.

Sebab, lingkungan yang bersih bukan semata-mata hasil dari kegiatan membersihkan sampah, melainkan buah dari kebiasaan masyarakat yang mampu mengurangi, memilah, dan mengelola sampahnya sendiri sejak dari sumbernya.(Red/yun).

  • Penulis: Yuniardi Sutondo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Indonesia vs Vietnam U-19: Andi Atmoko Optimis Indonesia Menang

    Indonesia vs Vietnam U-19: Andi Atmoko Optimis Indonesia Menang

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle Syawal
    • visibility 230
    • 0Komentar

    Medan – Timnas U19 Indonesia akan menghadapi laga penentuan melawan Vietnam untuk mencari posisi pertama Grup A dan lolos otomatis ke babak semifinal Piala AFF U19. Kedua tim beradu taktik dan kekuatan di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang pada Minggu (7/6/2026) pukul 20.00 WIB. Ketua Panitia Piala AFF U-19 Andi Atmoko Panggabean percaya Pelatih […]

  • Kapolsek Bukit Kapur Bersama Personil Laksanakan Pengecekan Mobnas Dan Peralatan Karhutla    

    Kapolsek Bukit Kapur Bersama Personil Laksanakan Pengecekan Mobnas Dan Peralatan Karhutla   

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Diana Ningsih
    • visibility 151
    • 0Komentar

        Dumai. JARRAKPOS.COM – Di pimpin langsung oleh Kapolsek Bukit Kapur AKP Boy Setiawan, S.A.P, M.Si didampingi Kasium, para Kanit, dan seluruh personel Polsek Bukit Kapur, pengecekan mobil dinas serta pengecekan kesiapan kendaraan dinas dan peralatan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan. Kegiatan di laksanakan di halamana Polsek Bukit Kapur pada Hari Jum’at tanggal 10 […]

  • Peringati HUT TNI ke-81, Kodim 0615/KNG Hijaukan Gunung Mayana untuk Mitigasi Bencana

    Peringati HUT TNI ke-81, Kodim 0615/KNG Hijaukan Gunung Mayana untuk Mitigasi Bencana

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • account_circle Ghana
    • visibility 69
    • 0Komentar

    KUNINGAN, Jarrakpos.com – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) TNI ke-81 Tahun 2026, Kodim 0615/Kuningan menggelar aksi penanaman pohon di kawasan Gunung Mayana, Desa Nangka, Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan. Kegiatan ini melibatkan sinergi aparat TNI, Polri, serta instansi terkait sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan langkah nyata mitigasi bencana. ​Mengusung tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia […]

  • Piala Dunia 2026: Mantan Deputi Kemenpora RI Jagokan Spanyol Angkat Trofi

    Piala Dunia 2026: Mantan Deputi Kemenpora RI Jagokan Spanyol Angkat Trofi

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle Syawal
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Medan – Piala Dunia 2026 masih memasuki babak grup. Namun, sejumlah prediksi mengenai calon juara mulai bermunculan. Salah satunya datang dari mantan Deputi Kemenpora RI Sakhyan Asmara, untuk menghitung peluang setiap tim meraih gelar juara. Hasil rata-rata menyebut kan dengan menempatkan Spanyol sebagai favorit utama. Tim Matador memiliki peluang juara. Sementara itu, Prancis dan Argentina […]

  • Desak Realisasi Rumah Aman dan Psikolog di Setiap Kecamatan, DPRD Cirebon Perkuat Anggaran Perlindungan Perempuan 2027

    Desak Realisasi Rumah Aman dan Psikolog di Setiap Kecamatan, DPRD Cirebon Perkuat Anggaran Perlindungan Perempuan 2027

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle Hadi Supangat
    • visibility 99
    • 0Komentar

    CIREBON, JARRAKPOS.COM – Menanggapi tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak serta lonjakan kasus perceraian di Kabupaten Cirebon, Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Cirebon mendesak adanya terobosan nyata dalam RAPBD 2027. Dua usulan strategis mengemuka: pembangunan fisik Rumah Aman (Safe House) dan penempatan tenaga psikolog profesional di setiap kecamatan. Hal ini disampaikan dalam Rapat Kerja […]

  • Rapat Dengan Disarpus Komisi I DPRD Sampaikan Pentingnya Literasi masyarakat

    Rapat Dengan Disarpus Komisi I DPRD Sampaikan Pentingnya Literasi masyarakat

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Hadi Supangat
    • visibility 222
    • 0Komentar

    CIREBON, JARRAKPOS.COM – Di tengah arus informasi yang semakin tidak terkendali, Komisi I DPRD Kabupaten Cirebon menyampaikan pentingnya upaya memperkuat literasi masyarakat, dengan tujuan mencerdaskan dan mendorong masyarakat agar bisa memilah infromasi dengan baik, (7/4/2026). Sekretaris Komisi I DPRD Kabupaten Cirebon, Nova Fikrotushofiyah menilai, upaya itu penting agar masyarakat di Kabupaten Cirebon bisa terhindar dari […]

expand_less